SEMUA DUNIA ADALAH SAHABATKU



                                               
                     
Dengan sangat jujur..sebenarnya ingin seperti dulu, melakukan apa yang menjadi diri sendiri.
Bebas melakukan kegiatan dan pekerjaan yang positif dan bermanfaat bersama  teman dan siswa kesayanganku.
Menjadi diri sendiri, ya..itulah yang paling menyenangkan dan hidup tanpa beban.
Tapi...kenyataan berhendak lain

Dulu.. aku bebas berekspresi sesuai pengalaman dan kemampuanku. Bertahun-tahun sejak remaja sampai bersuami aku berada di lingkunngan pembinaan yang penuh kasih dan penuh pengertian.

Kakak mentorku dengan santai, penuh ramah, penuh pengertian memberikan ilmu dan wawasan penuh demokratis, dengan santai diatas tikar berkelompok, melingkar di taman atau di halaman masjid.

Kakak metorku yang sekarang sudah ada di Eropa. dengan kelembutan membuka hati agar peka terhadap sesama teman dan peka terhadap orang-orang tertindas.

Kakak mentorku yang sekarang sudah menjadi kepala rumah sakit, walau dia seorang laki-laki, namun dengan kelembutan, pengertian dan penuh kasihnya bercerita berbagai pengalaman berharga dan menarik agar hati kami penuh kasih.


Kakak mentorku yang sekarang sudah menjadi profesor, dengan wajah penuh senyum dan selalu megajarkan berfikir positif dalam berbagai hal, selalu memberikan semangat untuk kami, selalu maju terus dalam berbuat kebaikan.


Kakak mentorku yang sekaramg sudah menjadi tenaga ahli media masa, dengan penuh kasih beliau selalu menuntun kami untuk peduli sesama, peduli alam, peduli lingkungan, peduli masyarakat dengan membuka hati dan fikiran untuk mengasah agar selalu rendah hati.

Dan seberapa banyak lagi  kakak pembina yang selalu menuntun kami agar cinta Islam, cinta Allah , dan Cinta bekerja keras untuk sesama.

Ya...sungguh indah ajaran kakak pembina kami, untuk bisa berbuat baik dan berbuat banyak untuk kebaikan sesama, sehingga perasaan lembut, pengertian, kasih sayang, rendah hati namun berwawasan luas dan bertindak bijaksana selalu tersimpan dalam hati kami adik-adiknya..

Hingga beberapa tahun kemudian, kami tumbuh menjadi mahasiswa, tumbuh menjadi kakak yang memiliki adik mentor. Kelembutan, kasih sayang, pengertian. berwawasan luas yang kakak tanam dalam hati , kami tularkan dan kami tanamkan kembali pada adik-adik mentor  . Kesederhanaaan dan kekeluargaan yang sangat tulus . kami tanamkan pula pada adik mentorku.

Begitulah beberapa tahun berjalan sampai akhirnya aku harus meninggalkan masa remajaku dan harus berbakti pada sang belahan hati dan belahan jiwa..
Namun di luar rumah..aku juga harus berbakti pada anak pewaris bangsa.
Tanpa disadari dan tanpa disengaja..kelembutan dan kebaikan kakak mentorku..kuwarsikan pula pada murid-muridku.

Pantang menyerah, berbuat baik dan berbuat banyak aku lakukan di tempat berbaktiku.. Aku lakukan, sedikit demi sedikit, perlahan-lahan aku ajak siswaku untuk bisa bebuat banyak pada alam dan pada masyarakat. Sedikit demi sedikit..aku ajarkan siswaku untuk bisa membangun dirinya sendiri..

Sembilan tahun sudah, kubaktikan kemampuan dan pengalamanku untuk siswa tercinta di dalam eskul dengan menanamkan cinta alam dan cinta Allah.

Sembilan tahun lebih siswaku berganti-ganti..
Siswa yang sudah bisa berbauat cinta alam melanjutkan di tempat yang lebih tinggi, dan  diganti dengan siswa yag sangat lugu dan polos kembali.

Sembilan tahun. aku curahkan kasih sayang, hati dan pengertian untuk muridku sama seperti yang aku dapatkan dari kakak mentorku..

Aku sudah terbiasa menghadapai masa remaja dan bergaul dengan remaja seperti adik dan kakak.
Dua belas tahun, aku merasakan kasih sayang dan pengertian kakak mentor di masjid tercinta.
Maka, tanpa disadari,  akupun memperlakukan muridku penuh kasih. toleransi.demokratis seperti adik dan kakak, tapi itu hanya sebatas di luar kelas. di dalam kelas, aku adalah guru yang penuh toleransi.
Aku curahkan semua hati dan kasih sayang untuk murid-muridku seperti akau mendapat kasih sayang dan perhatian dari kakak mentorku yang sudah menjadi guru besar.


Apa yang kurasakan..aku seperti dikelilingi oleh sahabat, teman, rekan yang polos, lugu, dan manja.
Aku dikelilingi oleh siswa ABG yang aku sayangi, yang  tanpa aku minta dan malah aku sangat kaget..
Aku dikelilingi oleh remaja yang sangat menyayangiku dan sangat menghormatiku..
Mereka menghormatiku sebagai guru karena merekapun aku  sayangi dengan setulus hati..

Akupun sangat heran..mengapa mereka setiap hari selalu ingin bertemu denganku. setiap istirahat mereka selalu mengerumuni meja kerjaku, lalu...untuk apa mereka datang?
Aku tak menyuruh datang, aku tak mengundang mereka,
akau juga tidak mengerti, mengapa mereka sangat respon terhadapku.


Mereka murid yang menyayangiku hanya ingin bertanya ataupun bercerita yang ringan,
malah bicara yang diulang-ulang,  malah bertanya apa  yang sudah tahu jawabannya.

Sampai akupun malu oleh rekan di ruang kerjaku.
Karena seringnya mereka menghampiriku saat istiahat, aku dengan sangat terpaksa dengan sangat berat hati mengatakan pada mereka...
Jika ingin bertemu dengan ibu.., temui  di tempat lain saja,  bukan di tempat ini.
Atau jika ada hal penting. bisa temui ibu disini, hanya sebentar saja.
Berat hatiku untuk bilang seperti itu, namun harus aku lakukan demi aku tak berbeda dengan yag lain..

Aku berbeda ya..? dengan yang lain.

Aku dengan murid dan siswaku terlalu dekat, sangat dekat sehingga  tak ada jarak  bahwa aku adalah guru dan kalian adalah murid.
Ya..tanpa aku sadari..ternyata selama aku menganggap siswaku penuh tolerasani dan penuh persaudaraan, diam-diam banyak orang yang mengamati dan memperhatikan.

Mungkin. my be..aku dianggap aneh.dan dianggap tidak biasa, dan diangap luar biasa, atau mungkin dianggap lebbbaaay.. Bercanda, tertawa, ngobrol dan cerita dengan muridku di lingkungan sekolah. hampir tiap hari kami lakukan.

Mengobrol dengan sangat akrab dipenuhi canda tanwa seperti teman dan sahabat. dengan banyak murid bukan hanya satu atau dua..Memang aneh ya..?

Aku mengggap ini hal bisa, karena terbiasa masa remaja ku seperti itu dengan kakak mentorku..
tapi disini..aku tidak biasa.
Aneh..ya..?


ya.. di sekolah kami itu suatu yang tidak normal dan tidak biasa..
Tapi di sekolah anaku di sekolah swasta yang intensif dan sekolah fullday..itu suatu hal wajar dan biasa. Bukan cuma satu atau dua guru yang menjadi sahabat siswa.

Aku melihat langsung dengan mataku sendiri. Kepala sekolah bermain basket dengan siswanya, kepala sekolah bermain sepak bola bersama siswanya. Guru makan bersama dengan siswanya, siswa meminta jajan pada gurunya..
Wow..wow..itu bukan di luar negeri sana..itu ada di sekolah tetangga kami. Bagiku..itu suatu hal yang aneh.. ya..sangat aneh..tak pernah di sekolahku.

Lalu..apakah aku aneh...? lalu apakah aku salah..?
Siapa yang salah...?

Aku sangat  mudah membentuk karakter siswa.. Aku begitu mudah mengatakan sesuatu, yang pasti mereka akan menurut dan mengikuti apa yang aku katakan..
Karena mereka mencintaiku begitupun karena aku mencintai mereka.
Mereka akan sangat senang jika aku menugaskan karena dasar saling mencinta

Aku juga tidak sulit mengajak mereka melakukan kegiatan,  karena akupun mengikuti apa yang mereka inginkan,
ya..karena kami selalu saling memahami bagaikan sahabat.
Kami selalu berbagi pengalaman , kami selalu berbagi cerita, kamipun selalu berbagi makanan..

Karena aku menganggap mereka manusia seperti aku, yang punya keinginan, punya perasaan. punya hati. punya senang dan punya rasa benci, hanya ukuranya saja yang masih kecil.
Hanya pengalamnanya masih dibawah ku. hanya aku lebih dulu lahir dari mereka.


Itu saja,  namun kadang, hal tertentu mereka bersifat ABG, Namun tidak jarang, pengalaman mereka ada yang lebih unggul dari pengalamannku. Akhirnya kami butuh sharing dengan tidak ada yang saling menasehati dan hanya saling mensuport..

Saya juga tidak tahu. saya juga heran mengapa mereka begitu senang berada di dekatku hanya untuk curhat masa remaja. hanya untuk curhat teman dan pacar atau curhat wawasan..
Aku juga tidak tahu mengapa mereka sangat senang mengelilingiku.

Aku duga..mereka hanya ingin didengarkan tanpa disalahkan.
Mereka hanya ingin didorong dan diberi semangat bukan dinasehati..
Mereka hanya ingin dipuji bukan dibenci
Mereka hanya ingin disanjung bukan diejek.
Mereka hanya ingin dihargai bukan dipersalahkan

Ya..secara alamiah..dan cara yang bisa mendekatkan kami adalah..
Satu saja rumusnya.
Ketika berada di depan mereka. aku berusaha untuk tidak memberikan nasihat , kamu harus begini, kamu harus begitu. Dan tidak menyalahkan jika mereka tidak benar. Usahakan  kita giring supaya mereka menyadari dan menemukan  sendiri tanpa kita digurui.. Itu saja... ya..itu Rumusnya.

Yang membuat mereka nyaman berada didekatku adalah..ketika bersama mereka,
 hanya mendengar apa yang ada di hati dan fikiran mereka. jika ada yg salah..tidak  pernah dipersalahkan. namun..aku hanya memberikan mortivasi dan dorongan.
itu saja...sangat sederhana. bukan..?.

Dan yang sangat penting juga, memberikan seluruh hati dan jiwa untuk mereka, Cintai mereka dan hargai mereka dengan segala kelebihan dan kekurangannya. dan seringlah melihat kebaikan mereka bukan tutup keburukan mereka


Apakah aku salah berbuat demikian..?
Salahkan aku, yang akhirnya banyak murid yang menganggapku orang tua sendiri, ibu sendiri..?
Salahkah aku jika eskul yang akau pegang..anggota selalu jumlahnya banyak.
Sebenarnya aku tak menginkan jumlah anggota banyak. repot ,ya repot mengelolanya karena pembinanya juga terbatas..

Ya..memang aku salah..
karena aku tak sama dengan yang lain..
Ya memang akau salah..karena aku terlalu mencintai  murid-muridku..

Ya memag aku patut disalahkan..
Karena murid-murid yang cerdas, pintar. aktif dan kreatif ada disekelilingku.
Aku juga tidak tahu..aku juga tak menyangka..mengapa siswa cerdas di kelas berada dan bergabung di eskul yang aku pegang..?
Aku juga tidak merencanakan. aku dikelilingi oleh siswa-siswa yang terbaik di sekolah

Apakah aku menghipnotis dan menyihir mereka hingga mereka begitu penurut dan menyayangiku..?
Tanyakan langsung pada mereka..? Ramuan apa yang pernah aku berikan pada mereka.

Tapi.benar, Ya..benar..murid-muridku telah aku hipnotis dengan ramuan yang sangat manjur, yaitu..
              Ramuan Ketulusan Hati..


Aku,  akui aku salah, aku selalu melindungi siswa yang lemah.
Dan aku juga salah karena aku tidak pernah marah pada muridku.
Itulah rahasia umum.. sudah diumumkan kalau akau tidak bisa memarahi siswaku.
Sudah rahasia umum sejak aku menjadi guru, aku tidak bisa memarahi murid..

Siapa bilang aku tak bisa marah..?
coba tanyakan pada anak, orang tua dan suamiku..?
Apakah aku tak bisa marah..?
Aku manusia biasa yang punya nafsu, aku bisa marah..di rumah..
Tapi tidak untuk orang diluar rumah..
Aku juga sering dan ingin marah..namun aku selalu menahannya.
aku selalu tahan untuk tidak memarahi siswa, bukan lemah dan tidak tegas.aku selalu tahan agar tidak marah terlihat orang, karena prinsipku.
.
Marah bukan jalan keluar,
Marah bukan untuk menasehati.
Marah hanya akan membuat dendam sampai kapanpun,
Marah hanya membuat orang sakit hati.
Marah hanya akan membuat orang lain jadi buas.
Marah hanya akan merendahkan  orang lain
Marah hanya akan membuat orang lain tertekan
Marah hanya akan disukai oleh syetan dan dijauhi para malaikat

Aku sering ingin marah. namun sering aku tahan..
Aku hanya merintih dan bersujud pada yang punya hati.
Aku hanya merintih dan mengadu padaNya..
Aku hanya membuang air mata yang penuh hormon kebencian

Ya..aku patut disalahkan..
Aku bersalah dan aneh..?

Aku selalu mendukung siswa untuk maju dengan caraku, ku temani siswa dengan penuh pengertian dan penuh motivasi tanpa nasehat..karena ku tak pernah menasehati muridku..
Hanya energi positif yang selalu aku salurkan pada mereka.

Tapi.aku patut dipersalahka karena aku tak wajar di linkunganku.
Haruskan aku ikuti, apa yang mereka sarankan..?
Haruskah aku turuti kalau aku harus merubah sikap pribadi ..?
Harsukah aku merubah kebiasan .seperti apa yang mereka inginkan..?
Haruskah aku menjauhi murid-murid tercintaku
Haruskah aku menjauhi siswa -siswa kebanggaanku..?
Aku bisa merintih , menagis dan menjerit kalau aku  dipisahkan dengan mereka
Aku sempat ingin menjerit sampai lagit ke tujuh sat harus menjauhi siswa yang aku cintai.

Aku sempat katakan pada mereka. aku akan merubah sikap dan kedekan dengan kalian.
mereka serentak  berteriak... jangan...Jangan...jangan pernah
ibu jangan merubah kebiasaan yang membuat kami bahagia berada dekat dengan ibu,
Ibu jangan pernah merubah kararter ibu,,
Ibu..jadilah ibu yang kami sayangi  . karena ibu juga menyayangi kami.
jadilah ibu tempat curhatan kami..
jadilah ibu seperti ibu sekarang apa adanya..
Malah kami ingin banyak guru seperti ibu..
Supaya kami betah di sekolah. supaya kami bahagia berada di sekolah
Aku terdiam. terpaku, manahan kerongkogannya yang ingin berteriak. menangis dan memeluk mereka satu persatu..

Ibu..ibu jangan pernah menjuhi kami karena kami butuh ibu..
Wajah mereka memerah. merekapun ingin berteriak dan menangis jika aku menjauhinya
Aku kembali ingin menangis..karena kami sering berikrak kalau kami adalah satu keluarga yang menyayangi dan mencintai..

ya Kami patut disalahkan, karena kami aneh,dan berlebihan.
Kami terlalu lebay..

Kalau kami terlihat lebay dan berlebih di sekolah, ngobrol , bercerita sangat akrab..itu belum apa-apa
itu belum yang sebenarnya keakraban kami.
kalaulah semua tahu dan lihat bagaimana ketika kami sedang perjalanan di alam, di bukit di sungai..


Kami bagaikan teman, bercanda bersama, bermain air bersama, kehujanan, kepanansan, kekurangan makanan, cape tertawa dan berteriak bersama
ya...ya..ya.. itulah yang membuat kami bisa akrab, dan persaudaraan yang makin erat.

Salahkah..kami...?
salahkah..aku..?
ya..kami patut disalahkan karena kami tak seperti orang lain..

Karena kami memang berbeda..
Karena aku memang aneh..

Saksikan pada semuanya...
kalau kami menikmati semuanya.
Kalau kami bisa berkarya dan berkatifitas positif bersama
Kami bisa  berekperimen membuat youghur bersama, kami bisa membuat telur asin toge, tape bersama-sama.
kami bisa berlatih berkebun menanan jagung bersama, mengolah tanah, mencangkul bersama
Kami bisa menimati keindahan alam ciptaan yang Maha bersama..
kami bisa merasakan dinginnya air hujan dan panasnya mata air bersama-sama.
Kami merasakan sejuknya air sungai dan kotonya lumpur bersama-sama
Itulah kami..

Salah kah..kami..?
ya kami patut disalahkan karena kami berbeda dengan yang lain..

Sebenarnya saat ini kami sedang ragu melangkah dan, berkarya,
menjalin kasih sayang dan persaudaarn
Karena kami memang salah, karena kami sangat lebaaay...
Kami sedang tidak bebas , kami sedang mencari jati diri kami yang sempat jatuh..
Jatuh..jatuh..ke lubang yang sangat dalam

Kami sedang bangkit kembali setelah kami terpuruk sampai ke dasar bumi..
kami sedang membangkitkan kepercayan diri setelah persaudaraa kami diuji untuk terpisahkan.
walau merasa bersalah selalu hadir disaat kami sedang bercanda bersama
Merasa bersalah itu selalu melintas disaat kami membuat action yang berarti..
keraguan akan percaya diri itu masih ada karena sempat berada di titik paling bawah
Ketakuatan masih selalu hadir karena kami sempat salah dan dipersalahkan


Namun, kamipun menyadari dan telah disadarkan..
semua  yang membuat kami jatuh
positif thinking pilihan lebih baik dan lebih bijaksana
semua yang membuat  terpuruk , kami akan menganggapnya  sebagai cambuk untuk lebih tahan banting dan kuat keyakinan,
kami akan tetap maju. dan terus maju untuk kebaikan
Walau banyak yang tidak suka kami
Kami akan tetap berkarya walau kami banyak yang tak memahami
Karena semua kebaikan itu, pasti ada penentangnya

Jangankan aku, Presiden saja banyak yang membencinya
Jagankan Presiden, Nabi saja banyak yang melawannya
jangankan Nabi. Allah saja banyak pembencinya
Apalagi aku..aku...ya aku yang hanya setitik debu di alam raya.
Apalah artnya aku dihadapan manusia

Kami tak punya musuh. siapa yang memusuhiku mereka bukan musuhku.
Biarlah mereka memusuhiku, tapi kami tetap tak punya musuh.
Kami tetap tak kan pernah memusuhi siapapun
Kami cinta damai. cinta persahabatan dan cinta persaudaraan
ya..kami menganggap semua dunia adalah sahabat kami, walau mereka tak bersahabat.


Saksikanlah, wahai angin gunung yg mendesir lembut disaat kami mendakimu.
Saksikanlah wahai pepohonan yang memberikan kesejukan disaat kami meghampirimu
Saksikanlah wahai air sungai yang dingin disaat kami bermain denganmu
Kalau kami lebih mencintai berkarya yang positif untuk keberkahan sesama manusia
Kalau kami lebih mencintai persahabat daripada permusuhan
kalau kami lebih menyayangi sesama daripada persaingan
kalau kami lebih bangga menularkan energi positif daripada penghinaan.

Karena kami diciptakan untuk memberi kebaikan semesta alam, bukan hanya manusia
ya semesta alam

Karena kami akan selalu. ..always..

 Cinta Sesama. Cinta Alam dan Cinta Allah

Salam Penuh tulus
dari Hati Nurani yang paling Dalam..


Sabtu, 31 Agustus 2014

Salam Ketulusan
Mardiah Alkaff














Bercerita mengenang 20 tahun yg lalu
Kakak dan adik Mentor Karisma ITB
Berkumpul kembali adik dan kakak mentor
setelah 20 tahun terpisah oleh jarak dan waktu


   SAATNYA TELAH TIBA

Dimasa daun masih hijau, buah masih racum
mengalunlah, suara ketulusan terdenngar setiap minggu
bahkan setiap hari.
Semua kesulitan dan masalah di dengarkan dengan
kesabaran dan ketulusan sang kakak tanpa bentakan.
Tak ada pilih kasih, tak ada perbedaan semua adalah adik tersayang
alunan suara adzan, merdunya suara burung terdengar merdu
mengiringi canda tawa adik dan kakak yang beralas tikar di taman hijau yang rimbun.
Kakak  yang penuh kasih dan penuh pengertian,
berganti-ganti, tak bosan mendampingi
perkembangan masa remaja.
Membuka wawasan, menanamkan setia kawan, peka perasaan, kerja sama serta
kekeluargaan dan kasih sayang
hingga tertanam dengan dalam dalam jiwa sang adik
hingga tak ada jarak jabatan dan kepangkat
yang ada, adalah persaudaraan dan ketulusan kakak dan adik

Bertahun-tahun pembiasaan dan kasih sayang tertanam hingga
melekat dalam jiwa yang sangat kuat
Hingga akhirnya...

Tibalah saatnya...
Pembiasaan ketulusan tertular pada sang siswa penerus bangsa.
Bertahun-tahun kasih sayang dan ketulusan tersampaikan  pada di bawahnya
Bertahun-tahun semua tenaga, fikiran, jiwa dipersembehkan
dengan tulus untuk membantu anak didik, tumbuh penuh
percaya diri dan kekeluargaan.
Hari demi hari, kasih sayang, pengertian, ketulusan dipersembahkan
untuk melihat anak didik bisa tersenyum dan mengembangkan sayapnya.
Ya.karena itulah ...
jasa sang kakak membentuk adik tumbuh penuh kasih

Tibalah saatnya...
Bertahun-tahun jalan menyempit dan  terhimpit tanpa banyak tahu
benang semrawut, kapas berhamburan, kertas berterbangan pada siapa
mohon dibereskan...?
Belahan jiwa tak menentu, orang terkasih butuh kasih dan ketulusan
kepada siapa mohon pertolongan..?
belahan jiwa butuh berdiri tegak, orang terkasih harus bisa hidup
Namun..
Semua sangat sulit untuk  terwujud...
hancur lebur, prahara menghadang
Pada siapa mohon dihilangkan..?

Tibalah saatnya..
Orang sekeliling datang bagai malaikat,
Orang sekeliling datang bagai sang Dewa
Senang dan bahagia jalan terbuka lebar dan tak berbatu lagi.
Namun..

Tibalah saatnya..
Sang malaikat pergi mencampakan tak peduli
Sang Dewa meninggalkan jauh menuju kutub bumi
Kembali belahan jiwa lebih terpuruk dan lebih hancur
maka kembalilah  kasih sayang dan ketulusan tergoncang hebat
Keraguan mulai muncul, akankan karma tak berlaku lagi
Tapi Keyakinan selalu ada..
DIA pasti bijaksana.
DIA tidak buta dan tidak tuli
DIA Kan membalas kasih sayang pada sang penyebar ketulusan
DIA kan menolong pada sang penyebar kasih sayang.

Hingga...
Tibalah Saatnya..
Ketulusan kan berbalas ketulusan
Kasih sayang kan berbalas kasih sayang
Keikhlasan kan berbuah keindahan

Hingga
Tibalah saatnya...
Sang malaikat kembali hadir penuh senyuman
Sang Dewa menyebarkan harum semerbak keindahan
Untuk memberi kehidupan yang penuh kasih sayang
Untuk memberi  kehidupan yang penuh hati nurani
Untuk memberi kehidupan yang penuh keindahan surgawi..

Hingga..
Tiba saatnya..
Keyakinan semakin kuat..
DIA Maha tahu segalanya
DIA Maha kasih, Maha Sayang
Semua tak luput dari penglihatanya.
Keyakinan semakin kuat
DIA selalu ada dalam hati yang tulus dan ikhlas


Rabu
20 Agustus 2014

Bersilaturahmi mengenang saat mentoring

Mantan Pembina Karisma tahun 80-90 an
Bersilaturahmi di taman Ganesha
Reuni Pembina Keluarga Remaja Islam Salman (Karisma) ITB
Tahun 2013 di Taman Ganesha



Kota Baru Parahyangan.
                   


 Dihormati karena Dicintai

Suatu kebahagian bisa melihat para siswa tertawa gembira
Saatu kepuasan bisa melihat canda, tawa ria kegirangannya
Suatu kebahagian bisa melihat kepolosan dan keluguannya.
Mereka bercerita tentang dunianya
Mereka berkata tentang masalahnya
Mereka bercanda tentang kelucuannya

Sungguh puas melihat perkembangan emosi dan cara berfikirnya
Walau kami tanpa status guru prestasi penilaian atasan
Tapi..biarlah siswa yang menilai siapa kami dihadapan mereka.
Saat bersama, mereka adalah anak-anak bangsa pewaris negeri
Mereka harus tumbuh penuh hati, jiwa dan rasa sosial tinggi..
Tak perlu pujian dari atasan, tak perlu sertifikat dari pejabat
Yang lebih berharga adalah kasih sayang dan perhatian siswa tercinta.

Sangat terasa pilu jika mereka tak lagi dihadapan
Sangat rindu, canda tawa kekhasannya..
Sampai kapanpun hati, jiwa dan rasa yang telah menyatu
sulit terpisahkan oleh ruang dan waktu..
karena kasih sayang dan rasa adalah fitrah milik insan manusia.
karena Ketulusan lebih berharga dari materi dan sanjungan


Salam ketulusan
12 Agustus 2014






                                                    ARTI  TITIK DEBU


Hanya satu butir debu dengan nafas dan energi terbatas
Namun dia bisa hidup tumbuh dan berkembang
Hingga tiba saatnya dia harus hidup untuk memberi arti sekeliling
Harus mengabdi pada orang yang terkasih belahan jiwa
Harus berbakti pada orang yang telah menghidupinya
Harus melayani juga pada putra bangsa penerus bumi
Harus peduli dan membela pada  orang sekandung rahim
Harus bersimpati dan berbuat baik pada rekan seperjuangan

Hari-hari dilalui untuk membuat senang dan bahagia sekeliling
Tenaga, fikiran, hati dan jiwa dicurahkan untuk melayani sekitarnya
Rela berkorban, tulus, ikhlas, tak kenal lelah hanya untuk kebahagian yang lain
Walau sampai tenaga terkuras tak masalah
asalkan orang terkasih bisa terseyum dan bahagia
Kadang tak mampu melayani diri hanya untuk bisa tersenyum orang tercinta
Keinginan dipendam, pelayanan diri dismpan asalka dunia bisa tersenyum
Badai dan prahara dalam jiwa ditutup rapa-rapat
supaya dari luar terlihat bahagia

Namun..semua ketulusannya tak selamanya mulus
Keikhlasannya tidak selamanya berbalas kebaikan
Kadang cacian, hinaan, dan cemoohan yang harus ditelan dalam-dalam
tersenyum... ya tersenyum yang harus menghiasi raut wajah
Walau hati tercabik dan terkoyak
Demi kebahagiaan sekeliling

Namun...... Namun...
Semua ada batas dan ada di titik paling bawah
Ada batas disaat semua tak bisa terwujud lagi..
Ada batas disaat energi habis terkuras, fikiran tak jernih lagi
Ada batas...ya batas...
Disaat kemampuan tak bisa muncul lagi
Ada batas..disaat senua daya tak bisa berkarya

Disaat batas ada pada titik paling bawah..
Hanya hati dan kalbu yang bisa berkata tanpa suara
Hanya satu cahaya Terang yang bisa diajak bicara dengan jujur
Hanya satu Cahaya Maha yang bisa mendengar ketidakberdayaan
Hanya butiran air hangat mengalir dengan deras
Ya..butiran air hangat menjadi saksi ketidakmampuan


Dan sampai... sampai...
Sampai Titik debu itu bisa terbang kembali untuk memulai pelayanan dengan tulus
Titik debu sampai bisa mengunakan energi keikhlasannya untuk sekeliling
sampai kapan..?
Sampai titik debu terhempas keluar  menembus batas ruang dan waktu..

3 Agustus 2014
7 Syawal



Pohon Cemra Raksasa. di Botanical Garden
Adelaide Australia Selatan
Nop 2013

ESKUL PETUALANG SMP NEGERI 3 PADALARANG 
KABUPATEN BANDUNG BARAT
2014

(Eskul Science Club, PMR, Pramuka dan Rescue)


Pembina dan siswa menyatu di Tahura Dago Pakar

Eskul Petualang SMP N 3 Padalarang KBB

Permaianan di Alam raya, bebas berekpresi

Belajar kerjasama di Maribaya 2014

Maribaya, 2014



Air terjun

Kebun teh

Merdeka di alam raya, leuwi layung






Tulisan Menginspirasi

BEST PRACTISE KALISA (Katrol Lift dengan STEM) Pengalaman terbaik dalam implementasi Pembelejaran Mendalam Oleh: Mardiah SMP Negeri 3 Padala...