SEMUA DUNIA ADALAH SAHABATKU
Dengan sangat jujur..sebenarnya ingin seperti dulu, melakukan apa yang menjadi diri sendiri.
Bebas melakukan kegiatan dan pekerjaan yang positif dan bermanfaat bersama teman dan siswa kesayanganku.
Menjadi diri sendiri, ya..itulah yang paling menyenangkan dan hidup tanpa beban.
Tapi...kenyataan berhendak lain
Dulu.. aku bebas berekspresi sesuai pengalaman dan kemampuanku. Bertahun-tahun sejak remaja sampai bersuami aku berada di lingkunngan pembinaan yang penuh kasih dan penuh pengertian.
Kakak mentorku dengan santai, penuh ramah, penuh pengertian memberikan ilmu dan wawasan penuh demokratis, dengan santai diatas tikar berkelompok, melingkar di taman atau di halaman masjid.
Kakak metorku yang sekarang sudah ada di Eropa. dengan kelembutan membuka hati agar peka terhadap sesama teman dan peka terhadap orang-orang tertindas.
Kakak mentorku yang sekarang sudah menjadi kepala rumah sakit, walau dia seorang laki-laki, namun dengan kelembutan, pengertian dan penuh kasihnya bercerita berbagai pengalaman berharga dan menarik agar hati kami penuh kasih.
Kakak mentorku yang sekarang sudah menjadi profesor, dengan wajah penuh senyum dan selalu megajarkan berfikir positif dalam berbagai hal, selalu memberikan semangat untuk kami, selalu maju terus dalam berbuat kebaikan.
Kakak mentorku yang sekaramg sudah menjadi tenaga ahli media masa, dengan penuh kasih beliau selalu menuntun kami untuk peduli sesama, peduli alam, peduli lingkungan, peduli masyarakat dengan membuka hati dan fikiran untuk mengasah agar selalu rendah hati.
Dan seberapa banyak lagi kakak pembina yang selalu menuntun kami agar cinta Islam, cinta Allah , dan Cinta bekerja keras untuk sesama.
Ya...sungguh indah ajaran kakak pembina kami, untuk bisa berbuat baik dan berbuat banyak untuk kebaikan sesama, sehingga perasaan lembut, pengertian, kasih sayang, rendah hati namun berwawasan luas dan bertindak bijaksana selalu tersimpan dalam hati kami adik-adiknya..
Hingga beberapa tahun kemudian, kami tumbuh menjadi mahasiswa, tumbuh menjadi kakak yang memiliki adik mentor. Kelembutan, kasih sayang, pengertian. berwawasan luas yang kakak tanam dalam hati , kami tularkan dan kami tanamkan kembali pada adik-adik mentor . Kesederhanaaan dan kekeluargaan yang sangat tulus . kami tanamkan pula pada adik mentorku.
Begitulah beberapa tahun berjalan sampai akhirnya aku harus meninggalkan masa remajaku dan harus berbakti pada sang belahan hati dan belahan jiwa..
Namun di luar rumah..aku juga harus berbakti pada anak pewaris bangsa.
Tanpa disadari dan tanpa disengaja..kelembutan dan kebaikan kakak mentorku..kuwarsikan pula pada murid-muridku.
Pantang menyerah, berbuat baik dan berbuat banyak aku lakukan di tempat berbaktiku.. Aku lakukan, sedikit demi sedikit, perlahan-lahan aku ajak siswaku untuk bisa bebuat banyak pada alam dan pada masyarakat. Sedikit demi sedikit..aku ajarkan siswaku untuk bisa membangun dirinya sendiri..
Sembilan tahun sudah, kubaktikan kemampuan dan pengalamanku untuk siswa tercinta di dalam eskul dengan menanamkan cinta alam dan cinta Allah.
Sembilan tahun lebih siswaku berganti-ganti..
Siswa yang sudah bisa berbauat cinta alam melanjutkan di tempat yang lebih tinggi, dan diganti dengan siswa yag sangat lugu dan polos kembali.
Sembilan tahun. aku curahkan kasih sayang, hati dan pengertian untuk muridku sama seperti yang aku dapatkan dari kakak mentorku..
Aku sudah terbiasa menghadapai masa remaja dan bergaul dengan remaja seperti adik dan kakak.
Dua belas tahun, aku merasakan kasih sayang dan pengertian kakak mentor di masjid tercinta.
Maka, tanpa disadari, akupun memperlakukan muridku penuh kasih. toleransi.demokratis seperti adik dan kakak, tapi itu hanya sebatas di luar kelas. di dalam kelas, aku adalah guru yang penuh toleransi.
Aku curahkan semua hati dan kasih sayang untuk murid-muridku seperti akau mendapat kasih sayang dan perhatian dari kakak mentorku yang sudah menjadi guru besar.
Apa yang kurasakan..aku seperti dikelilingi oleh sahabat, teman, rekan yang polos, lugu, dan manja.
Aku dikelilingi oleh siswa ABG yang aku sayangi, yang tanpa aku minta dan malah aku sangat kaget..
Aku dikelilingi oleh remaja yang sangat menyayangiku dan sangat menghormatiku..
Mereka menghormatiku sebagai guru karena merekapun aku sayangi dengan setulus hati..
Akupun sangat heran..mengapa mereka setiap hari selalu ingin bertemu denganku. setiap istirahat mereka selalu mengerumuni meja kerjaku, lalu...untuk apa mereka datang?
Aku tak menyuruh datang, aku tak mengundang mereka,
akau juga tidak mengerti, mengapa mereka sangat respon terhadapku.
Mereka murid yang menyayangiku hanya ingin bertanya ataupun bercerita yang ringan,
malah bicara yang diulang-ulang, malah bertanya apa yang sudah tahu jawabannya.
Sampai akupun malu oleh rekan di ruang kerjaku.
Karena seringnya mereka menghampiriku saat istiahat, aku dengan sangat terpaksa dengan sangat berat hati mengatakan pada mereka...
Jika ingin bertemu dengan ibu.., temui di tempat lain saja, bukan di tempat ini.
Atau jika ada hal penting. bisa temui ibu disini, hanya sebentar saja.
Berat hatiku untuk bilang seperti itu, namun harus aku lakukan demi aku tak berbeda dengan yag lain..
Aku berbeda ya..? dengan yang lain.
Aku dengan murid dan siswaku terlalu dekat, sangat dekat sehingga tak ada jarak bahwa aku adalah guru dan kalian adalah murid.
Ya..tanpa aku sadari..ternyata selama aku menganggap siswaku penuh tolerasani dan penuh persaudaraan, diam-diam banyak orang yang mengamati dan memperhatikan.
Mungkin. my be..aku dianggap aneh.dan dianggap tidak biasa, dan diangap luar biasa, atau mungkin dianggap lebbbaaay.. Bercanda, tertawa, ngobrol dan cerita dengan muridku di lingkungan sekolah. hampir tiap hari kami lakukan.
Mengobrol dengan sangat akrab dipenuhi canda tanwa seperti teman dan sahabat. dengan banyak murid bukan hanya satu atau dua..Memang aneh ya..?
Aku mengggap ini hal bisa, karena terbiasa masa remaja ku seperti itu dengan kakak mentorku..
tapi disini..aku tidak biasa.
Aneh..ya..?
ya.. di sekolah kami itu suatu yang tidak normal dan tidak biasa..
Tapi di sekolah anaku di sekolah swasta yang intensif dan sekolah fullday..itu suatu hal wajar dan biasa. Bukan cuma satu atau dua guru yang menjadi sahabat siswa.
Aku melihat langsung dengan mataku sendiri. Kepala sekolah bermain basket dengan siswanya, kepala sekolah bermain sepak bola bersama siswanya. Guru makan bersama dengan siswanya, siswa meminta jajan pada gurunya..
Wow..wow..itu bukan di luar negeri sana..itu ada di sekolah tetangga kami. Bagiku..itu suatu hal yang aneh.. ya..sangat aneh..tak pernah di sekolahku.
Lalu..apakah aku aneh...? lalu apakah aku salah..?
Siapa yang salah...?
Aku sangat mudah membentuk karakter siswa.. Aku begitu mudah mengatakan sesuatu, yang pasti mereka akan menurut dan mengikuti apa yang aku katakan..
Karena mereka mencintaiku begitupun karena aku mencintai mereka.
Mereka akan sangat senang jika aku menugaskan karena dasar saling mencinta
Aku juga tidak sulit mengajak mereka melakukan kegiatan, karena akupun mengikuti apa yang mereka inginkan,
ya..karena kami selalu saling memahami bagaikan sahabat.
Kami selalu berbagi pengalaman , kami selalu berbagi cerita, kamipun selalu berbagi makanan..
Karena aku menganggap mereka manusia seperti aku, yang punya keinginan, punya perasaan. punya hati. punya senang dan punya rasa benci, hanya ukuranya saja yang masih kecil.
Hanya pengalamnanya masih dibawah ku. hanya aku lebih dulu lahir dari mereka.
Itu saja, namun kadang, hal tertentu mereka bersifat ABG, Namun tidak jarang, pengalaman mereka ada yang lebih unggul dari pengalamannku. Akhirnya kami butuh sharing dengan tidak ada yang saling menasehati dan hanya saling mensuport..
Saya juga tidak tahu. saya juga heran mengapa mereka begitu senang berada di dekatku hanya untuk curhat masa remaja. hanya untuk curhat teman dan pacar atau curhat wawasan..
Aku juga tidak tahu mengapa mereka sangat senang mengelilingiku.
Aku duga..mereka hanya ingin didengarkan tanpa disalahkan.
Mereka hanya ingin didorong dan diberi semangat bukan dinasehati..
Mereka hanya ingin dipuji bukan dibenci
Mereka hanya ingin disanjung bukan diejek.
Mereka hanya ingin dihargai bukan dipersalahkan
Ya..secara alamiah..dan cara yang bisa mendekatkan kami adalah..
Satu saja rumusnya.
Ketika berada di depan mereka. aku berusaha untuk tidak memberikan nasihat , kamu harus begini, kamu harus begitu. Dan tidak menyalahkan jika mereka tidak benar. Usahakan kita giring supaya mereka menyadari dan menemukan sendiri tanpa kita digurui.. Itu saja... ya..itu Rumusnya.
Yang membuat mereka nyaman berada didekatku adalah..ketika bersama mereka,
hanya mendengar apa yang ada di hati dan fikiran mereka. jika ada yg salah..tidak pernah dipersalahkan. namun..aku hanya memberikan mortivasi dan dorongan.
itu saja...sangat sederhana. bukan..?.
Dan yang sangat penting juga, memberikan seluruh hati dan jiwa untuk mereka, Cintai mereka dan hargai mereka dengan segala kelebihan dan kekurangannya. dan seringlah melihat kebaikan mereka bukan tutup keburukan mereka
Apakah aku salah berbuat demikian..?
Salahkan aku, yang akhirnya banyak murid yang menganggapku orang tua sendiri, ibu sendiri..?
Salahkah aku jika eskul yang akau pegang..anggota selalu jumlahnya banyak.
Sebenarnya aku tak menginkan jumlah anggota banyak. repot ,ya repot mengelolanya karena pembinanya juga terbatas..
Ya..memang aku salah..
karena aku tak sama dengan yang lain..
Ya memang akau salah..karena aku terlalu mencintai murid-muridku..
Ya memag aku patut disalahkan..
Karena murid-murid yang cerdas, pintar. aktif dan kreatif ada disekelilingku.
Aku juga tidak tahu..aku juga tak menyangka..mengapa siswa cerdas di kelas berada dan bergabung di eskul yang aku pegang..?
Aku juga tidak merencanakan. aku dikelilingi oleh siswa-siswa yang terbaik di sekolah
Apakah aku menghipnotis dan menyihir mereka hingga mereka begitu penurut dan menyayangiku..?
Tanyakan langsung pada mereka..? Ramuan apa yang pernah aku berikan pada mereka.
Tapi.benar, Ya..benar..murid-muridku telah aku hipnotis dengan ramuan yang sangat manjur, yaitu..
Ramuan Ketulusan Hati..
Aku, akui aku salah, aku selalu melindungi siswa yang lemah.
Dan aku juga salah karena aku tidak pernah marah pada muridku.
Itulah rahasia umum.. sudah diumumkan kalau akau tidak bisa memarahi siswaku.
Sudah rahasia umum sejak aku menjadi guru, aku tidak bisa memarahi murid..
Siapa bilang aku tak bisa marah..?
coba tanyakan pada anak, orang tua dan suamiku..?
Apakah aku tak bisa marah..?
Aku manusia biasa yang punya nafsu, aku bisa marah..di rumah..
Tapi tidak untuk orang diluar rumah..
Aku juga sering dan ingin marah..namun aku selalu menahannya.
aku selalu tahan untuk tidak memarahi siswa, bukan lemah dan tidak tegas.aku selalu tahan agar tidak marah terlihat orang, karena prinsipku.
.
Marah bukan jalan keluar,
Marah bukan untuk menasehati.
Marah hanya akan membuat dendam sampai kapanpun,
Marah hanya membuat orang sakit hati.
Marah hanya akan membuat orang lain jadi buas.
Marah hanya akan merendahkan orang lain
Marah hanya akan membuat orang lain tertekan
Marah hanya akan membuat orang lain tertekan
Marah hanya akan disukai oleh syetan dan dijauhi para malaikat
Aku hanya merintih dan bersujud pada yang punya hati.
Aku hanya merintih dan mengadu padaNya..
Aku hanya membuang air mata yang penuh hormon kebencian
Ya..aku patut disalahkan..
Aku bersalah dan aneh..?
Aku selalu mendukung siswa untuk maju dengan caraku, ku temani siswa dengan penuh pengertian dan penuh motivasi tanpa nasehat..karena ku tak pernah menasehati muridku..
Hanya energi positif yang selalu aku salurkan pada mereka.
Tapi.aku patut dipersalahka karena aku tak wajar di linkunganku.
Haruskan aku ikuti, apa yang mereka sarankan..?
Haruskah aku turuti kalau aku harus merubah sikap pribadi ..?
Harsukah aku merubah kebiasan .seperti apa yang mereka inginkan..?
Haruskah aku menjauhi murid-murid tercintaku
Haruskah aku menjauhi siswa -siswa kebanggaanku..?
Aku bisa merintih , menagis dan menjerit kalau aku dipisahkan dengan mereka
Aku sempat ingin menjerit sampai lagit ke tujuh sat harus menjauhi siswa yang aku cintai.
Aku sempat katakan pada mereka. aku akan merubah sikap dan kedekan dengan kalian.
mereka serentak berteriak... jangan...Jangan...jangan pernah
ibu jangan merubah kebiasaan yang membuat kami bahagia berada dekat dengan ibu,
Ibu jangan pernah merubah kararter ibu,,
Ibu..jadilah ibu yang kami sayangi . karena ibu juga menyayangi kami.
jadilah ibu tempat curhatan kami..
jadilah ibu seperti ibu sekarang apa adanya..
Malah kami ingin banyak guru seperti ibu..
Supaya kami betah di sekolah. supaya kami bahagia berada di sekolah
Aku terdiam. terpaku, manahan kerongkogannya yang ingin berteriak. menangis dan memeluk mereka satu persatu..
Ibu..ibu jangan pernah menjuhi kami karena kami butuh ibu..
Wajah mereka memerah. merekapun ingin berteriak dan menangis jika aku menjauhinya
Aku kembali ingin menangis..karena kami sering berikrak kalau kami adalah satu keluarga yang menyayangi dan mencintai..
ya Kami patut disalahkan, karena kami aneh,dan berlebihan.
Kami terlalu lebay..
Kalau kami terlihat lebay dan berlebih di sekolah, ngobrol , bercerita sangat akrab..itu belum apa-apa
itu belum yang sebenarnya keakraban kami.
kalaulah semua tahu dan lihat bagaimana ketika kami sedang perjalanan di alam, di bukit di sungai..
Kami bagaikan teman, bercanda bersama, bermain air bersama, kehujanan, kepanansan, kekurangan makanan, cape tertawa dan berteriak bersama
ya...ya..ya.. itulah yang membuat kami bisa akrab, dan persaudaraan yang makin erat.
Salahkah..kami...?
salahkah..aku..?
ya..kami patut disalahkan karena kami tak seperti orang lain..
Karena kami memang berbeda..
Karena aku memang aneh..
Saksikan pada semuanya...
kalau kami menikmati semuanya.
Kalau kami bisa berkarya dan berkatifitas positif bersama
Kami bisa berekperimen membuat youghur bersama, kami bisa membuat telur asin toge, tape bersama-sama.
kami bisa berlatih berkebun menanan jagung bersama, mengolah tanah, mencangkul bersama
Kami bisa menimati keindahan alam ciptaan yang Maha bersama..
kami bisa merasakan dinginnya air hujan dan panasnya mata air bersama-sama.
Kami merasakan sejuknya air sungai dan kotonya lumpur bersama-sama
Itulah kami..
Salah kah..kami..?
ya kami patut disalahkan karena kami berbeda dengan yang lain..
Sebenarnya saat ini kami sedang ragu melangkah dan, berkarya,
menjalin kasih sayang dan persaudaarn
Karena kami memang salah, karena kami sangat lebaaay...
Kami sedang tidak bebas , kami sedang mencari jati diri kami yang sempat jatuh..
Jatuh..jatuh..ke lubang yang sangat dalam
Kami sedang bangkit kembali setelah kami terpuruk sampai ke dasar bumi..
kami sedang membangkitkan kepercayan diri setelah persaudaraa kami diuji untuk terpisahkan.
walau merasa bersalah selalu hadir disaat kami sedang bercanda bersama
Merasa bersalah itu selalu melintas disaat kami membuat action yang berarti..
keraguan akan percaya diri itu masih ada karena sempat berada di titik paling bawah
Ketakuatan masih selalu hadir karena kami sempat salah dan dipersalahkan
Namun, kamipun menyadari dan telah disadarkan..
semua yang membuat kami jatuh
positif thinking pilihan lebih baik dan lebih bijaksana
semua yang membuat terpuruk , kami akan menganggapnya sebagai cambuk untuk lebih tahan banting dan kuat keyakinan,
kami akan tetap maju. dan terus maju untuk kebaikan
Walau banyak yang tidak suka kami
Kami akan tetap berkarya walau kami banyak yang tak memahami
Karena semua kebaikan itu, pasti ada penentangnya
Jangankan aku, Presiden saja banyak yang membencinya
Jagankan Presiden, Nabi saja banyak yang melawannya
jangankan Nabi. Allah saja banyak pembencinya
Apalagi aku..aku...ya aku yang hanya setitik debu di alam raya.
Apalah artnya aku dihadapan manusia
Kami tak punya musuh. siapa yang memusuhiku mereka bukan musuhku.
Biarlah mereka memusuhiku, tapi kami tetap tak punya musuh.
Kami tetap tak kan pernah memusuhi siapapun
Kami cinta damai. cinta persahabatan dan cinta persaudaraan
ya..kami menganggap semua dunia adalah sahabat kami, walau mereka tak bersahabat.
Saksikanlah, wahai angin gunung yg mendesir lembut disaat kami mendakimu.
Saksikanlah wahai pepohonan yang memberikan kesejukan disaat kami meghampirimu
Saksikanlah wahai air sungai yang dingin disaat kami bermain denganmu
Kalau kami lebih mencintai berkarya yang positif untuk keberkahan sesama manusia
Kalau kami lebih mencintai persahabat daripada permusuhan
kalau kami lebih menyayangi sesama daripada persaingan
kalau kami lebih bangga menularkan energi positif daripada penghinaan.
Karena kami diciptakan untuk memberi kebaikan semesta alam, bukan hanya manusia
ya semesta alam
Karena kami akan selalu. ..always..
Cinta Sesama. Cinta Alam dan Cinta Allah
Salam Penuh tulus
dari Hati Nurani yang paling Dalam..
Sabtu, 31 Agustus 2014
| Salam Ketulusan Mardiah Alkaff |