SOSIALISASI PROFIL PELAJAR PANCASILA

MELALUI JABAR MASAGI

Sosialisai Implementasi  Profil Pelajar Melalui Pendekar (Pendidikan Karakter) Jabar Masagi” merupakan tema webinar   yang dilakukan oleh Agen Penguat Karakter (APK) Kemdikbudristek Wilayah Jawa Barat.   Dengan difasilitasi oleh Dinas Pendidikan (Disdik)  Bidang  GTK  Provinsi Jawa Barat,  bekerja sama dengan Tim Jabar Masagi yang  telah dilakukan pada Kamis 2 September 2021.

Kegiatan yang dipandu oleh Moderator Pebi Sukamdani dari Puspeka Kemndikbudristek dan pembawa cara Raden Yulia Ramdani, APK Jabar. Dengan difasilitasi Zoom Meeting oleh Tikomdik Disdik Provinsi Jabar dilakukan pada  pukul 13.00 sampai 16,30. Webinar yang   dihadiri  sekitar 600 peserta yang terdiri dari Kepala Cabang Dinas (KCD) 1 sampai 13, Pengawas Sekolah,  Kepala Sekolah dan Guru yang ada di Jawa Barat.  Peserta   hadir juga dari berbagai provinsi   seperti dari Sumatera utara, Kalimantan, Jawa Tengah dan Provinsi lainnya.  

Diawali dengan Laporan   Pelaksanaan yang  disampaikan oleh  Andayani Ratnawati,S.Pd,M.M Kasie Kesejahkteraan Bidang Guru  dan Tenaga Kependidikan (GTK) Provinsi Jawa Barat. Beliau  menyampaikan bahwa Visi Pendidikan Indonesia adalah mewujudkan Indonesia maju dan berdaulat, madiri dan berpepribadian melalui terciptanya Profil Pelajar Pancasila.   Pupspeka telah membentuk Agen Penguat Karakter yang terdiri dari guru dan kepala sekolah dedikatif, inavatif dan inspiraif dari setiap Provinsi  termasuk Jawa barat.  Sosialisasi ini merupakan bentuk kerja sama antara GTK dan APK dengan tujuan untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang berpusat pada kebahagiaan dengan panduan Kurikulum Jabar Masagi.

Kepala Dinas Provinsi Jawa Barat   yang diwakili oleh Kepala Bidang  GTK Disdik Provinsi Jabar  Drs. H. Asep Suhanggan, M.MPd telah membuka  sosialisai sekaligus memamparkan tentang pentingnya  pembentukan karakter bagi kemajuan Pendidikan. Beliau menyampaikan bahwa  pendidikan merupakan   katalisatar pembangunan suatu bangsa. Sedangkan sekolah merupakan miniatur peradaban suatu bangsa yang di dalamnya terkandung budaya yang memiliki karakter. Keberhasilan suatu bangsa merupakan cerminan keberhasilan dari karakter. Karakter didapatkan dari  Pendidikan. Sedangkan pendidikan formal merupakan  yang paling    strategis dalam  membangun karakater. Sasarannya adalah   memberikan hak anak untuk mendapatkan pendidikan terbaik. Dengan adanya program Sekolah Penggerak dalam mewujudkan visi dan misi Pendidikan yang didalamnya terdapat  nilai  Profil Pelajar Pancasila.  

Asep Suhanggan lebih jauh menjelaskan bahwa Profil Pelajar Pancasila memiliki 6 nilai yang melandasi siswa berprestasi.   Saat mewujudkannya   terlebih dahulu harus adanya guru   dedikasi, inovasi, inspirasi dan kreatif. Dalam membangun Pendidikan  saat ini tidak hanya  mengejar ranah  kognitif namun membangun karakter yang harus dikedepankan. Maka sejak launching 2020   pendikan karakter melalui Jabar Masagi telah digulirkan di Jawa Barat. Dan   Profil Pelajar Pancasila sangat berkaitan erat dengan nilai-nilai  yang terkandung dalam muatan budaya lokal masyarakat Jabar yang bisa diterapkan di berbagai jenjang pendidikan.  

Jabar Masagi merupakan  program pendidikan karakter yang berbasis budaya Jawa Barat   yang menumbuhkan niti surti, niti harti, niti bakti dan niti bukti sehingga  dapat terwujud masa depan Jawa Barat yang beriman, berkarakter sehat dan cerdas. Tujuan program adalah untuk menumbuhkan kebagjaan siswa sehingga dapat  meningkatkan  prestasi dan kesuksesan di masa yang akan datang, demikian Dra. Wida Sagita,M.Pd dari Tim Jabar Masagi menuturkan.

Lebih jauh, Wida Sagita menguraikan bahwa niti surti adalah belajar merasakan, empati dan menjaga keharmonisan hidup.   Niti harti adalah belajar mengetahui, mengembangkan akal, meningkatkan  pengetahaun,  mengolah  kecerdasan.  Niti bukti   merupakan mengamalkan  apa yang dimiliki  untuk  kebermanfaatan bersama hingga hidup bermakna. Dalam membangun manusia, marayarakat Jabar juga menganut adanya  silih asah, silih asih dan silih wawangin. Untuk Pendidikan anak ada filosofi  cager, bageur  pinter , hingga terwujud  manusia yang masagi yaitu manusia yang sempurna,

Acara puncak adalah Pemaparan  Profil Pelajar Pancasila, Puspeka dan APK yang disampaiakan oleh Agus Mohamad Solihin, SE., M.Pd.  Analis Kebijakan Ahli Madya dari  Pusat Penguatan Karakter Setjen Kemendikbudristek. Beliau mneyampaikan bahwa Profil Pelajar Pancasila berlandasakan pada visi dan misi Presiden 2020-2024 yaitu “Terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat, mandiri dan kepribadian berlandaskan gotong -royong”.  Juga mengambil salah satu poin dari Nawa Cita yaitu   “Peningkatan kualitas manusia Indonesia, Salah satu yang menjadi konsen adalah Pembanbgunan SDM.

Agus Mohamad Solihin lebih jauh menjelaskan bahwa Profil Pelajar Pancasila berlandaskan  pada tujuh  Agenda pembangunan, diantaranya adalah  meningkatakan  SDM yang berkualita dan berdaya saing serta Revolusi mental dan pembangunan Budaya.  Sedangkan dalam Pidato Presiden 14 Agustus 2020 diuraikan kan  bahwa “Nilai-nilai luhur Pancasila, Negera Kesatuan Repbublik Indonesi, Persatuan dan Kesatuan Nasional, tidak bisa dipertukarkan dengan  apapun juga. Kita tidak bisa memberikan ruang sedikitpun kepada siapun yang menggoyahkannya”. Sedangkan  Kemdikbudristek  merumuskan bahwa “SDM Unggul adalah Pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan perilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasaila.” Sehingga dalam mewujudkan SDM unggul  tidak hanya untuk  pelajar PAUD  sampai Perguruan Tinggi,  tapi berlaku pada kita semua yang belajar sampai akhir hayat. Akhirnya,   Puspeka menentukan semboyan :Cerdas berkarakter”.

Agus Mohamad Solihin, lebih jauh memaparkan bahwa Profil pelajar Pancasila lahir sesuai yang disampaikan  Mendikbud Nadiem makarim pada 10 desember 2020 bahwa “Semua perubahan yang kita lakukan di sistem Pendidikan kita akan berdampak pada yang Namanya Profil Pelajar pancasaila”.  Sedangkan Strategi pencapaianya dilakukan secara bertahap yaitu membuat orang sadar, paham, bergabung dan melakukan. Dan untuk mewujudkan perubahan harus dilaksanakan melalui beberapa Langkah. Pertama dengan diajarkan, dibiasakan, dilatih konsisten, menjadi kebiasaan, menjadai karater dan akhirnya menjadi budaya hingga adanya  keteladanan. Profil Pelajar Pancasila mengandaung 6 poin yaitu berketuahan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis,  dan kreatuf.  Dalam mewujudkan Profil pelajar pancasaila Kemdikbudristek memiliki perangkat diataranya adanya Agen Penguat Karater (APK) yang telah dibentuk di semua provinsi di Indonesia.

Menjelang sore peserta sosialisai masih bertahan cukup banyak. Moderator, Pebi Sukamdani, memperkenalkan 11 APK  wilayah Jawa Barat. Agen Penguat Karakter (APK)  tersebut  adalah   Wawan,M.Pd Kepala SLB Cicendo Bandung sebagai Koordinator APK Jabar, Dede Suryana,S,Pd,M,M Guru SDS Bhayangkara sebagai Ketua APK Jabar, Caecillia Retno Widiyanti,M.PD Kepala SMA Regina Pacis Bogor (Wakil Ketua APK), Mardiah,M.Pd Guru SMP Negeri  3 Padalarang (Sekretaris), Diana Shanty,S.Pd Guru SLBS Putra Hanjuang Garut (Sekretaris), Endang Wahyu Widiasari,M.Pd SMP Negeri  4 Cikalong ( Bendahara), Hj. Iis Nuraeni,M.Pd Kepala SMP Negeri  2 Cirebon (Bendahara), Hj. Raden Yulia Ramdani,ST, S,Sn,M.Pd  Guru SMK Negeri  1 Cimahi (Tim IT),   Eri Teguh Kurniawan Suyatna,S,Si Guru SMPN 1 Ciasem Subang (Tim IT),  Yopi Yuliana Guru SLB Bina Mandiri Garut (Tim IT) dan . Flibianto,S.Pd Guru SLBN Surade (Tim IT) 

Pada sesi terakhir, Agen Penguat Karakter (APK) Jabar   menyampaikan empat  buah best practise yang merupakan praktik baik membangun karakter sesuai Profil Pelajar Pancasila di sekolahnya. “Membangun karya Inovatif di Masa Pandemi” di SMA Pacis Bogor oleh Cecilia Retno. Mardiah menjelasakan tentan “Alam adalah guru professional yang nembangun karajter semopurna. Sedangkan Endang Wahyu widiasari memaparkan praktik baik penerapan Profil pelajara Pancasila dalam pembelajaran, di sekolah, dan masyaarakat dan terakhir adalah penerapan Profil pelajar Pancasila  di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri  Cicendo yang disampaikan oleh  Wawan, Koordinator APK Jabar.

Sosialisasi  diakhir dengan pembangian door prize berupa buku karya tentang  membangun karakter sesuai Profil Pelajar Pancasila yang ditulis oleh praktisi  Pendidikan di Kabupaten Bandung Barat, dan juga buku Karya Mardiah (APK Jabar) tentang membangun karakter siswa melalui alam dan lingkungannya, berjudul Tantangan Tebing Masigit.

“Pada  acara ini,  saya jadi mengetahui apa itu yang dinamakan Profil Pelajar Pancasila. Diantaranya kita bisa memahami bahwa untuk mewujudkannya dapat dipraktikan dalam kehidupan sehari-hari.  Misalnya siswa melaksanakan ibadah sesuai agama yang dianutnya, ikut  bergotong-royong melaksanakan piket harian di sekolah, menjenguk teman yang sakit, menjaga lingkungan sekolah, memanfaatkan lahan yang terbengkalai di sekolah. Sehingga, hal yang dianggap kecil, namun suatu saat akan mampu membentuk karakter siswa di masa depannya.” Demikian Neneng R. Agustini, salah satu peserta webinar.

Peserta lainnya, Nani Yuhaeni, Guru SMP Negeri 3 Padalarang mengungkapkan bahwa setelah mengikut sosialisasi ini,  banyak menambah wawasan tentang   Profil Pelajar Pancasila dan bagaimana penerapannya.   Awalnya  masih abu-abu, kini  mulai terbuka dan memahaminya. Sehingga ingin segera menerapkannya untuk mencapai siswa lebih baik, yang cerdas dan berkarakter.


Salam Cedas Berkarakter

Mardiah Alkaff

Bandung Barat

8 September 2021












 

 

 

 

Tulisan Menginspirasi

BEST PRACTISE KALISA (Katrol Lift dengan STEM) Pengalaman terbaik dalam implementasi Pembelejaran Mendalam Oleh: Mardiah SMP Negeri 3 Padala...