BOTRAM ITU BELAJAR KARAKTER LHO!
"Botram adalah istilah untuk Makan Bersama di Jawa Barat"
"Aku dulu bu, aku yang ini, ah..ibu". Siswa anggota Science Club, menyodorkan nasi beralas kertas untuk minta bagian rendang.Makan bersama dilapangan sekolah. Walau harus berebut nasi, berbagi ayam, menarik kerupuk dan sambel. Diakhiri berebut minuman gelas.
Aku hanya bisa tersenyum haru dan bangga.Mengapa?
Adik-adik patungan uang dan beras satu gelas untuk membahagiakan kakak kelasnya. Dikelola oleh ketua angkatan, diam-diam sang adik menyediakan kado istimewa buat sang kakak yang akan melanjutkan ke SMA. Artinya, kakak akan meninggalkan adik di SMP. Sedih dong, pastinya sih. Mereka akan kehilangan karena sudah akrab saat kakak membimbing dan melatih selama dua tahun.
Aku sebagai pembina, sangat bahagia walau harus memasak semua makanan untuk mereka.
Berbagi dan makan bersama, yang biasa disebut botram, membuat mereka sangat bahagia.Walau kebagian sedikit. Walau harus satu alas bertiga, walau harus menarik daging ayam. Namun semua wajah penuh tawa dan gembira
Hanya beralas kertas nasi, duduk di lantai melingkar, namun kepuasaan terpancar dari aura wajah yang ceria. Pembelajaran kebersamaan, saling berbagi telah mengajarkan banyak karakter yang dilalui dengan kebahagian.Aku tak pernah merasa bosan dan lelah. Kegiatan ini rutin dilakukan dalam akhir semester. Bahkan siswa akan menagih botram jika aku lupa.
Tak perlu merasa lelah, walau aku harus belanja ayam 9 kilo lalu memasak di rumah. Menyiapkan nasi untuk 130 orang. Tidak mengeluh karena terobati saat melihat mereka makan melingkar di lapang dengan canda tawa. Saat itu timbul kebahagiaan seorang ibu yang melihat anaknya makan lahap.
Mungkin di rumah masing-masing, menu makanan lebih enak, duduk di meja makan, piring bagus dan menarik. Saat ini, serba sederhana namun dilakukan bersama teman, adik dan kakak kelas.
Apalagi para alumni memandu outbond permainan berkelompok. Satu kelompok diikat dengan rapia yang anggotanya campuran kelas 7, 8 dan 9.
Kembali aku hanya bisa haru dan bangga. Alumni yang dulu pun adalah siswa SMP, kini telah mampu menjadi pemimpin. Bisa mengarahkan adik-adiknya agar bekerja sama dalam menyelesaikan permasalahan.
Dari kegiatan ini sangat terlihat jelas bahwa pembelajaran karakter bisa dilakukan dengan menyenangkan dalam suasana yang santai.Patungan, makan bersama, berbagi, bermain kelompok membimbing, mengatur acara semua dilakukan dengan tanggung jawab dan sesuai kemampuannya.
Perencanaan dan pelaksanaan semua dilakuka oleh siswa. Guru hanya mengarahkan dan membantu.
Inilah pembelajaran berakter. Sederhana, namun belajar langsung pada satu kegiatan nyata.
Tidaklah sulit menumbuhkan karakter positif bagi siswa. Asalkan guru kreatif mencari bentuk dan strategi, semua akan dicapai dalam kebersamaan dan suasana yang bahagia penuh kesan positif.
Salam Belajar Berkarakter dalam kebahagiaan.
Padalarang, 27 Mei 2017
Melepaskan Science Club. 010.

