TAMAN BACA WISATA BATU PURBA(TBM Stone Garden)
Taman Baca di bukit kapur bertabur fosil sudah lahir. Berdiri 1 Januari 2017, atas prakarsa peraih Guru Inspiratif Jawa Barat Een Sukaesih Award 2017, Mardiah guru SMP Negeri 3 Padalarang Kabupaten Bandung
Barat. Taman Baca Wisata ini merupakan salah
satu inpsiratifnya yang mendapat dukungan dari ketua Pokdarwis Stone Garden, Sukmayadi
Suwerna, SH.
Taman Baca Wisata Literasi berdiri di atas lahan Wisata Stone Garden, berukur 2x3 meter. Masyarakat
mengerjakananya secara gotong royong. Dengan sumbangan dari berbagai kalangan, kini telah memiliki sekitar 500 buah buku. Berupa cerita anak. novel remaja, ensiklopedi dan ilmu
pengetahuan.
Sejak
berdiri tahun 2014, Stone Garden yang
berada di Desa Gunung Masigit kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat, banyak dikunjungi wisatawan lokal dan
mancanegara. Ratusan batu purba berhias fosil hewan laut membuat bukit kapur bagai
taman batu dengan panorama yang sangat indah. Sehingga para pengunjung datang
untuk berfoto, prawedding, bahkan sering digunakan untuk shooting iklat atau
film.
Bukit di
atas Gua Pawon yang ditemukan fosil manusia purba, merupakan
bukti sejarah kalau daerah ini,
30 juta tahun yang lalu merupakan dasar lautan. Karena inisiatif warga RW 09, Karang Taruran dan
tokoh masyarakat maka terbentuklah
kelompok Sadar Wisata Stone Garden. Dengan dukungan Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bandung
Barat, Pokdarwis terus mengembangkan sayapnya hingga September 2017 pernah
mendapat penghargaan sebagai Pokdarwis
terbaik Nasional.
Awal pendirian taman baca ini merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat dalam membantu SDM
yang beralih fungsi. Pada awalnya, anggota Pokdarwis adalah sebagai petani dan
penambang kapur, kini memiliki tugas sebagai
pemelihara , pelindung dan tuan rumah yang baik bagi pengunjung. Sehingga perlu meningkatkan
kualitas dengan usaha yang sadar dan terencana.
Maka
pendidikan luar Sekolah akan tampil
dalam mewujudkannya. Seperti menurut Nurul Hayati dalam penelitianya (2015) menjelaskan
bahwa Pendidikan
nonformal berperan dalam meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia, salah satunya
yaitu melalui program Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang telah berdiri pada
setiap daerah. Taman bacaan masya-rakat hendaknya berupaya untuk
mendaya-gunakan sumber-sumber, baik personal maupun material, secara efektif
dan efisien guna menunjang tercapainya tujuan pen-didikan Indonesia. Dalam hal
ini mencer-daskan bangsa dan negara dan tidak melihat stratifikasi sosial
masyarakat. Oleh karena itu, pendidikan sesungguhnya telah meng-akomodir
seluruh masyarakat tanpa meliha statifikasi sosialnya.

Dalam mewujudkan Pemberdayaan Masyarakat
(Empowerment), Taman Baca Wisata Stone Garden. telah
melakukan tantangan membaca dari
pemimpin. Leader`s Reading Challenge (LRC)
yang merupakan adopsi dari kegiatan literasi di Australia Selatan yaitu Premier
Reading Challenge (PRC) membaca, membuat reviu,
presentasi-diskusi buku dan menyusun
pohon literasi, telah berjalan sejak bulan januari 2018. Dengan penantang dari
ketua Pokdawis, kelompok Literasi Stone Garden telah mampu membaca buku minimal
4 buah selama satu bulan. Pada
kenyataannya ada yang mampu membaca lebih yaitu 6 atau 32 buku, sehingga sudah
100 buah buku yang telah dibaca oleh Pokdarwis. Sebenarnya buku yang telah
dibaca lebih dari itu, karena banyak
masyarakat secara spontan membaca untuk mengisi kekosongan waktu dan menghilangkan
jenuh saat bekerja.
Pengunjung pun. telah banyak yang membaca di kawasan wisata. Pendidian Anak Usia Dini (PAUD), anak-anak pengelola, atau dari desa sekitar, kini meminjam buku dari TBM. Anak-anak desa yang biasanya main tanpa arah,
kini bisa menikmati hiburan cerita dari bacaan. Hampir setiap hari selalu ada yang meminjam baik dibawa ke rumah
atau membaca di tempat wisata sambul menikmati keindahan bukit bertabur fosil.
Banyak anak desa yang harus berjalan 3KM
sengaja datang untuk membaca dan meminjam buku.
Tidak sedikit mahasiswa yang
sedang KKN membantu mengelola TBM ini.
Sumbangan buku terus berdatangan, dari mahasiswa, pengarang, simpatisan, ilmuwan
bahkan penerbit. Seperti dari UNPAD,
Badan Geologi Nasional, IKIP Siliwangi Bandunng, Yayasan Litara dan yang
lainnya.
Bagimana peluang TBM di Wisata taman batu purba ini? Tentu akan
lebih berkembang, karena wisata Stone
Garden selain objek wisata keindahan
pesona, berfugsi juga sebagai laboratorium berbagai keilmuan. Kepurbakalan
(arkeolgi), Geologi, Pendidikan luar Sekolah dan Pemberdayaan Masyarakat. Sehingga harapan ke depan, Taman baca bisa sebagai tempat menyimpan berbagai buku ilmiah termasuk
sejarah terbentuknnya Cekungan Bandung Purba.
Harapan ke depan, Taman Baca ini pun, bisa bermanfat bagi siswa sekolah yang
melakukan wisata literasi. Sambil berwisata dan berpetualang di alam, siswa
bisa melakukan pembiasaan membaca 15 menit, membuat tulisan atau puisi tentang perjalan dan keindahan alam Stone Garden.
“Hadirnya TBM, sebagai anugerah
yang sagat luar biasa. Membuat tak jenuh di lokasi wisata. Kami mendapat ilmu pengetahuian dan wawasan yang sagat luas.
Kehadiran buku, telah memicu saya untuk belajar menulis alam Stone Garden.” Itulah kebahagian Nida
Gandari (52 tahun) anggotan Pokdawis yang telah membaca 32 buah selama ada taman bacaan di tempat
bekerjanya.

“Sangat bangga di wisata ada buku
dan taman baca. Namun perlu membangun kebiasan
membaca yang lebih optimal agar pemuda
dan anak-anak memiliki budaya baca dan tanggung
tanggung-jawab. Sehingga mereka mampu menjadi penerus untuk mengelola Wisata
Pasir Pawon.” Begitu harapan Yadi Sumpena SH sebagai ketua Pokdarwis Stone
Garden.
“
