WARNA NIRWANA
Nirwana katanya sebuah misteri.
Banyak orang yang tak memahami alurnya.
Katanya harus direncakan agar langkah di depan menjadi cemerlang.
Jika mengalir apa adanya, asa tidak akan maksimal.
Namun orang sangat mengharapkan, di depan akan bertemu pintu cahaya penuh bunga.
Itu harapan banyak orang yang memiliki asa.
Siapa pun mereka ....
Tentu inginnya selalu bisa tertawa dan melangkah di jalan aspal tanpa batu tajam.
Semua orang selalu menginginkan yang diharapkan bisa nyata.
Namun, alam tidak selalu menyetujuinya.
Namun, alam tidak selalu menyetujuinya.
Yang ada, selalu saja di depan mata ada kerikil, bahkan batu terjal.
Di depan, selalu saja ada awan panas dari kawah gunung.
Mengapa harus ada?
Padahal ... maunya di jalan setapak itu tidak becek dan tidak berlumpur.
Tapi, hujan tidak bisa ditahan, panas mentari tidak bisa ditiup.
Padahal ... maunya di jalan setapak itu tidak becek dan tidak berlumpur.
Tapi, hujan tidak bisa ditahan, panas mentari tidak bisa ditiup.
Jalan setapak harus tetap dipijak walau batu gamping harus diinjak tanpa sendal.
Inginnya terbang, namun sayang,
sayap sedang dipinjam burung merpati.
Harapan tetap ingin bisa tertawa dan tersenyum.
Atau bahkan menertawai kera yang meloncat di dahan yang hampir patah.
Ya, memang bisa tertawa lepas bersama angin semilir di wajah yang berkilau.
Bisa satu hari, dua hari atau hanya seminggu saja.
Setelah itu ....?
Karena tidak harus terlena dalam harum bunga mawar dan melati.
Karena besok, angin kencang akan memeras keringat.
Karena lusa, terik matahari akan menekan air untuk membasahi pipi.
Berapa lama harum kesturi akan menjadi sahabat kalbu?
Tidak ada yang tahu.
Tidak ada yang tahu.
Tapi mungkin cicak yang bersembunyi di balik dinding sedang menertawai.
Jadi, setelah harum melati,
bersiaplah jantung akan berdetak lebih cepat.
Pikiran akan berputar menembus alam khayalan yang hitam kelam.
Hati akan terpukul genderang perang.
Langkah akan lunglai terkulai di atas tanah berlumpur.
Selimut akan menjadi sahabat yang menghangatkan kegelisahan.
Pipi akan panas oleh tetesan mutiara hati.
Sampai kapan akan terus begini?
Untuk apa semua harus beulang tanpa henti?
Entahlah ....
Mungkin hanya nyamuk yang mengintari telinga,
akan memberikan bisikan misteri alam maya.
Yang jelas ....
Kaki harus tetap meninggalkan jejak bijak.
Asa harus tetap melayang mengintari awan.
Sampai kapan?
Sampai huruf bertemu titik.
Mardiah Alkaff
Jum`at 18 Maret 2022
21.40
Tidak ada komentar:
Posting Komentar