SEMAKIN KEBAL


Mereka yang menganggap aku orang lugu tak punya perasaan
dan tidak peka terhadap sekitar.
Mereka yang menganggapku orang ambisi 
dan selalu banyak aksi tak tahu diri.
Mereka yang menganggapku pembuat kesalahan
dan selalu salah.

Biarlah itu pikiran mereka yang hanya mampu
 melihat permukaan laut berombak dan berangin kencang, 
tapi tidak pernah menyelami dalamnya lautan.
Biarlah mereka hanya mampu melihat pucuk daun pohon beringin 
yang akarnya tidak pernah mereka gali.

Biarlah mereka hanya sebagian kecil dari rasa sakitku. 
Sedangkan aku telah melewati rasa sakit yang lebih parah dari itu semua.
Aku mampu tertawa dihadapan mereka.
 Aku sering tersenyum dan bahagia dihadapan banyak orang.
Tapi mereka tidak akan pernah tahu ketika aku sendiri di tengah malam. 
Senjataku hanya tangisan.
Sahabat ku adalah Rintihan .

Biarlah mereka memandangku dengan sudut mata. 
Biarlah hanya noda hitam dan kesalahan yang mereka pandang tentang diriku.
Biarlah mereka sibuk dengan pembicaraan buruk tentang diriku.

Namun tahukah kamu..?
Ternyata pandangan negatif mereka sangat berharga untuk kemandirian jiwaku. 
Mereka telah menguji jati diriku.

Karena mereka kini aku mampu melihat dengan mata batinku.
Karena mereka kini aku mampu melihat dengan hati bukan pakai otak.
Mereka membuat aku peka dengan sorot mata dan gerakan kecil tubuh.

Karena mereka aku mampu merasakan energi negatif dan positif 
yang menyebar dalam ruangan yang pnuh orang
Rasa sakit karena mereka 
membuat aku tahan dan kebal terhadap angin kencang yang lebih dahsyat.

Biarlah topan menerjang dengan ganas
 namun tak akan mampu merobohkan pohon kelapa yang kuat akarnya.

Pohon kelapa akan tetap kuat, 
semakin tinggi dan berbuah lebat yang penuh manfaat.

Saksikan wahai dunia pasti semua akan indah pada saatnya.

Padalarang. 9-9-2016
M.alkaff


Tulisan Menginspirasi

BEST PRACTISE KALISA (Katrol Lift dengan STEM) Pengalaman terbaik dalam implementasi Pembelejaran Mendalam Oleh: Mardiah SMP Negeri 3 Padala...