PENGETAHUAN BUKAN TUJUAN UTAMA
            DALAM PENDIDIKAN 

   TAPI SIKAP, KETERAMPILAN 

YANG SANGAT DIBUTUHKAN SISWA UNTUK MEMBENTUK KARAKTER POSITIF
PERCAYALAH....
           (Mardiah Alkaff)




Pelajaran di sekolah yang jumlahnya 12 sampai 15 jelas menuntut penambahan pengetahuan (kognitif) pada diri siswa.
Pelajaran yang banyak otomatis pekerjaan rumahpun sangat banyak. mampukah siswa mengerjakan PR di rumah yang banyak sementara sekolah sampai jam 3 sore bahkan jam 4, sampai di rumah jam 5 atau 6 sore karena pulang sekolah ada eskul atau ada pelajaran tambahan.

Akhirnya, banyak siswa  membuat status di facebook. galau dengan tugas-tugas, pusing dan stres dengan PR.
Kurikulum 2013 sudah sangat baik menuntut ada penilaian sikap dan keterampilan lebih dirinci. Sudah kami coba, menilai sikap dan keterampilan di kelas dengan mendetil. ya ..siswa lebih tertantang untuk melakukan yang terbaik ini sudah tepat.

Tapi..ternyata siswa masih bingung, panik, stress karena tugas yang dia dapatkan berasal dari banyak pelajaran..
Inilah maslahnya, sepertinya pembuat kurikulum ingin meniru dan mencontek negara lain mengembangkan sikap dan keterampilan. ya ini sudah sangat bagus..namun ternyata belum menyeluruh. Belum memperhatikan faktor jumlah mata pelajarannya. Mata pelajaran masih banyak 12 buah. Kami pernah observasi dan mengamati sekolah di Adelaide, Australia. Disana mata pelajran wajib hanya 5 macam, matematika, sains, geografi, bahasa inggris dan olah raga..sedangkan 6 mata pelajaran lainnya pilihan yang diseuaikan minat, bakat dan hobi siswa.

.Dengan demikian siswa tidak akan tertekan dan stress dengan banyak pelajaran, malah mereka bisa mengembangkan sikap, keterampilan dan karakter dalam pelajaran pilihan yang umumnya mengolah keterampilan dengan senang dan gembira. seperti memasak, seni, bela diri, musik, teater, mesin.menjahit, melukis...nah..justru yang lebih banyaknya adalah pelajaran yang mengolah sikap dan keterampilan, bukan..?

Kita lihat kembali di tanah air, tuntutan kurikulum 2013 sudah sangat baik, Kompetensi Inti dan Standar Isi yang ingin dicapai sudah sempurna dengan  menampilkan sikap dan keterampilan.

Namun masalahnya. kapan, dimana.mengunakan alat dan fasilitas apa.?
kalau jumlah jam pelajaran dan kedalaman materi masih banyak, hal yang sangat mustahil, hal yang sangat tidak mungkin sikap, keterampilan dan karakter akan terbentuk..yang ada adalah siswa yang tidak jujur, tukang nyontek, mudah mengeluh, putus asa,...mengapa..?


Karena untuk menyelesaikan tugas yang banyak, demi nilai yang ingin dicapai namun dia tak punya waktu banyak dan terlalu lelah, akhirnya siswa melaksanakan jalan pintas. copy-paste dari internet, menyontek teman atau asal saja tugas dikerjakan, ini adalah pengakuan siswa.
ya..akhirnya siswa disibukan dengan tugas dan pekerjaan yang tetap menuntut pengetahuan..

Ya..pelajaran terlalu banyak, tugas terlalu banyak, Jumlah bab dalam satu pelajaranpun terlalu padat. hal ini diluar batas kemampuan siswa, yang diharapkan siswa tumbuh dengan banyak wawasan dan pengetahuan namun kenyataannya siswa tertekan, stress dan trauma dengan sekolah,
Itulah kenyataan di lapangan.

Kapan pembentukan sikap dan keterampilan? Guru sudah pasti kewalahan juga, guru tak ada waktu untuk mengembangkan sikap dan keterampilan karena harus mengejar bahan ajar yang banyak dan padat...mungkin hanya di ektrakurikuler dan itupun  hanya satu kali dalam satu minggu, mungkinkah ini akan bisa  membentuk sikap, keterampilan dan  karakter? tentu tidak.sangat minim sekali..

Sebenarnya sudah banyak yang merasakan dan mengamati, bahwa pendidikan di tanah air tertalu menekankan pada pencapaian Pengetahuan sedangkan pencapaia sikap dan keterampilan sangat sedikit. Sudah banyak fakta yang sangat jelas, Nyontek sudah membudaya pada siswa di tanah air. Nyontek terpaksa dilakukan karena siswa tidak mampu menghapal dan mengerjakan tugas di rumah, inilah nyontek sebagai jalan pintas. Siswa tidak bisa berlalu jujur karena terpaksa untuk mempertahankan diri agar mendapat nilai ulangan yang bagus..

Sudah saatnya para pakar pendidikan, para pengatur pendidikan untuk memperhatikan permasalahan di lapangan. Sebenarnya Kurikulum 2013 sudah sangat bagus ada 4 kompetensi Inti. yaitu Ketuhanan, Sosial dan sikap, Pengetahuan dan Keterampilan. Tapi Masalah Utama di lapangan tidak cukup waktu untuk mengembangkap sikap dan keterampilan karena 2 faktor yaitu: Jumlah pelajaran wajib terlalu banyak (12) dan tiap pelajaran jumlah bab bahasan juga sangat banyak. Inilah masalahnya sehinga Pengetahuan tetap menjadi prioritas.

Padahal, pengetahuan bukan tujuan utama, tapi yang sangat penting adalah perubahan sikap positif, keterampilan yang bermanfaat untuk bekal hidup sepanjang hayat yang dibutuhkan siswa kita. karakter Positif yang sangat diperlukan oleh generasi kita..

Jika kita menjadikan perubahan sikap dan keterampilan sebagai tujuan utama, maka pengetahuan akan bisa dicapai. namun sebaliknya jika Pengetahuan dijadikan tujuan utama maka sikap dan keterampilan tidak akan tercapai.. Percayalah...


Buka..bukalah..mata lebar-lebar kenyataan di lapangan saat ini, bukalah pandangan pada siswa di sekolah yang sedang stress dan tertekan menghadapi tugas-tuga dengan sangat terpaksa.

Sebagus apapun stretegi dan metode pembelajaran yang diterapkan,  sesering diklat da pelatiha guru dilaksanakan , jika siswa tidak nyaman, jika siswa terpaksa, semua akan sia-sia saja. jadi yang paling penting adalah kesiapan, rasa aman dan nyaman siswa saat belajar tanpa penekanan dan tugas yang bertumpuk..

Semoga, mulai saat ini..banyak para pendidik menyadari pentingnya pembentukan sikap dan keterampilan dibanding pengetahuan yang akan disimpan di otak lalu dilupakan..

Semoga.. Pendidkan tanah air akan semakin maju dengan memperhatikan perkembangan sikap dan keterampilan untuk terbentuk karakter yang positif..



1 Desember 2014

Salam, untuk Kemajuan Pendidikan

Mardiah Alkaff







APA DAMPAK SISWA DAN ANAK  YANG   DIVONIS NAKAL DAN PEMBUAT MASALAH

     HINDARI PREDIKAT NAKAL DAN
        SIFAT NEGATIF PADA ANAK

Satu pemandangan yang sangat mudah didapatkan di sekolah, guru mengatakan kalau siswanya nakal, tidak sopan, bodoh. karena memang di depan semua orang siswa itu menunjukan sifat negatif, tidak bisa mengerjakan soal, sering bolos sekolah, tidak mengerjakan PR, berantem dengan teman Semua sifat negatif tersebut memang dapat terlihat jelas oleh gur dan teman.

Guru akan mengatakan siswanya malas dan nakal, karena memang siswa tersebut malas dan nakal sering memuat masalh di sekolah. sehingga persepsi negatif siswa tersebut akan menyebar dibeberapa guru dan teman-temannya. sehingga siswa mengatakan dan memvonis dirinya malas dan nakal. 

Kalau sudah banyak orang dan dirinya sendiri mengatakan siswa nakal dan malas, maka apakah siswa ini akan semangat belajar dan memiliki motivasi untuk maju?
Tentu tidak, siswa yang sudah divonis nakal dan bandel ini akan sulit memangkitkan semangat belajar. lalu bagaimana tujuan pembelajaran akan tercapai secara maksimal?  Dan sudah jelas,
 mudah memvonis  sifat negatif siswa ini akan sangat merugikan masa depan dan karakter siswa, malah akan termasuk pembunuhan karakter.
Predikat-predikat buruk memang cenderung memiliki dampak yang buruk pula. Nakal adalah predikat yang tak diinginkan oleh guru, orang tua, bahkan oleh si anak sendiri. Namun, seringkali lingkungan telah memberikan predikat itu kepada si anak: kamu anak nakal, kamu anak kurang ajar, kamu anak susah diatur, dan sebagainya. Akibatnya, si anak merasa divonis.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/09/24/23024/jangan-sebut-anak-anda-nakal/#ixzz3KKPzUPVm 
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook



Lalu bagaimana seharusnya jika disekolah menghadapi siswa naka. males. sombong. cuek, dan sejumlah predikat negatif lainnya..?
Cara pertama adalah dengan aturan disiplin yag diterapkan di sekolah, jika cara ini tidak berhasil bisa dilakukan yang lebih efektif yaitu dengan Bimbingan dan Konseling


Inilah cara yang sama sekali tidak menggunakan bentuk sanksi apa pun, tetapi lebih mengandalkan pada terjadinya kualitas hubungan interpersonal yang saling percaya di antara konselor dan siswa yang bermasalah, sehingga setahap demi setahap siswa tersebut dapat memahami dan menerima diri dan lingkungannya, serta dapat mengarahkan diri guna tercapainya penyesuaian diri yang lebih baik. 

jadi..yang leih pentng dan lebih aman untuk perkembangan pribadi dan karakter siswa, Guru tidak mudah menfonis dan menjudmen siswa memiliki sifat negatif. tapi lakukanlah cara yang paling bijak sana, Pendekatan personal yang yang saling percaya, saling memahami, jauh daripenekanan, seperti pada; 
(https://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/07/08/penanganan-siswa-bermasalah-di-sekolah/)





Hindari Sebutan Nakal, sombong, egois dan sifat Negatif lainnya

Jika tuduhan nakal itu diberikan berulang-ulang oleh banyak orang, akan menjadikan anak yakin bahwa ia memang nakal. Bagaimanapun nakalnya si anak, pada mulanya tuduhan itu tidak menyenangkan bagi dirinya. Apalagi, jika sudah sampai menjadi bahan tertawaan, cemoohan, dan ejekan, akan sangat menggores relung hatinya yang paling dalam. Hatinya luka. Ia akan berusaha melawan tuduhan itu, namun justru dengan tindak kenakalannya yang lebih lanjut.

Hendaknya orang tua dan guru  menyadari bahwa mengingatkan kesalahan anak tidak identik dengan memberikan predikat “nakal” kepadanya. Nakal itu —di telinga siapa pun yang masih waras— senantiasa berkesan negatif. Siapa tahu, anak menjadi nakal justru lantaran diberi predikat “nakal” oleh orang tua, guru, atau lingkungannya!

Mengingatkan kesalahan anak hendaknya dengan bijak dan kasih sayang. Bagaimanapun, mereka masih kecil. Sangat mungkin melaku­kan kesalahan karena ketidaktahuan, atau karena sebab-sebab yang lain. Namun, apa pun bentuk kenakalan anak, biasanya ada penyebab yang bisa dilacak sebagai sebuah bahan evaluasi diri bagi para pendidik dan orang tua.


Sekali lagi, jangan cepat memberi predikat negatif. Hal itu akan membawa dampak psikologis yang traumatik bagi anak. Belum tentu anak yang sulit diatur itu nakal, bisa jadi justru itulah tanda-tanda kecerdasan dan kelebihannya dibandingkan anak lain. Hanya saja, orang tua biasanya tidak sabar dengan kondisi ini.

Ungkapan bijak Dorothy Law Nolte dalam syair Children Learn What They Live berikut bisa dijadikan sebagai bahan perenungan,

Bila anak sering dikritik, ia belajar mengumpat
Bila anak sering dikasari, ia belajar berkelahi

Bila anak sering diejek, ia belajar menjadi pemalu
Bila anak sering dipermalukan, ia belajar merasa bersalah

Bila anak sering dimaklumi, ia belajar menjadi sabar
Bila anak sering disemangati, ia belajar menghargai

Bila anak mendapatkan haknya, ia belajar bertindak adil
Bila anak merasa aman, ia belajar percaya

Bila anak mendapat pengakuan, ia belajar menyukai dirinya
Bila anak diterima dan diakrabi, ia akan menemukan cinta.


Cara Pandang Positif 

Hendaknya guru dan orang tua selalu memiliki cara pandang positif terhadap anak. Jika anak sulit diatur, maka ia berpikir bahwa anaknya kelebihan energi potensial yang belum tersalurkan. Maka orang tua berusaha untuk memberikan saluran bagi energi potensial anaknya yang melimpah ruah itu, dengan berbagai kegiatan yang positif. Selama ini anaknya belum mendapatkan alternatif kegiatan yang memadai untuk menyalurkan berbagai potensinya.

Dengan cara pandang positif seperti itu, orang tua tidak akan emosional dalam menghadapi ketidaktertiban anak. Orang tua akan cenderung introspeksi dalam dirinya, bukan sekadar menyalahkan anak dan memberikan klaim negatif seperti kata nakal. Orang tua akan lebih lembut dalam berinteraksi dengan anak-anak, dan berusaha untuk mencari jalan keluar terbaik. Bukan dengan kemarahan, bukan dengan kata-kata kasar, bukan dengan pemberian predikat nakal, sombong, susah diatur

“Kamu anak baik dan shalih. Tolong lebih mendengar pesan ibu ya Nak”, ungkapan ini sangat indah dan positif.

“Bapak bangga punya anak kamu. Ibu bangga punya murid seprti kamu. Banyak potensi kamu miliki. Jangan ulangi lagi perbuatanmu ini ya Nak”, ungkap seorang bapak atau guru  ketika ketahuan anaknya atau siswanya memiliki sifat negatif

Semoga kita mampu menjadi orang tua dan guru  yang bijak dalam membimbing, mendidik dan mengarahkan tumbuh kembang anak-anak kita. Hentikan sebutan nakal untuk mendidik anak-anak.



Semoga, orang tua dan Guru dapat mendapingi anak dan siswanya dengan penuh bijaksana dan tanggung jawab, tanpa emosi dan permushan, namun dengan menananmkan rasa CINTA dan PERSAHABATAN yang tulus dan sejati, penuh Nurani yang pastinya akan menghasilkan bunga indah yang erseri yang dapt memberi harum dan menghasilkan buah yang sangat manis,

Semoga...
Salam
 Greetings of love and friendship

Mardiah Alkaff. 28 Nop 2014













CARA MEMBANGUN KESUKSESAN YANG PENUH MANFAAT DALAM MAHA KARYA

(Sedikit Bicara banyak Bekerja)

"Seorang mukmin yang kuat Lebih baik dan lebih disukai Allah daripada seorang mukmin yang lemah dalam segala kebaikan. Peliharalah segala yang menguntngkan kamu dan Mohonlah Pertolongan Allah, dan jangan lemah semangat (patah hati)," (HR.Muslim)

Pekerjaan yang kita lakukan sehari-hari akan terasa biasa saja karena merupakan rutininas dan kewajiban yang harus dilakukan. Dan akan terasa diam di tempat dan ada pada satu titik yang tidak maju dan tidak mundur. Namun sebaliknya banyak orang kreatif yang memiliki ide dan gagasan baru yang tentunya sangat brilian.

Lalu  apakah orang kretif itu bisa sukses dan menghasilkan mahakarya? belum tentu juga
karena gagasan dan ide yang dihasilkan oleh orang kreatif  akan  bisa menggetarkan dunia jika diiringi  konsistensi atau tepatnya aksi. Memang  gagasan besar itu penting namun eksekusi yang hebat jauh lebih penting.

Selanjutnya, dunia akan mengenal anda orang hebat dan sukses, bukan dari gagasannya tapi karena karya, pekerjaan dan bukti nyata yang berwujud.

Inilah yang membedakan antara orang yang banyak berbicara dengan yang banyak bekerja. Itulah sebabnya Allah SWT sangat menghormati orang yang bekerja, bukan yang banyak bicara. seperti Firmanya, " Katakanlah, bekerjalah kamu maka Allah dan Rasulnya serta orang-orang yang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu" (QS.At-Taubah: 105)

Lalu Kyai H. Ahmad dahlan berkata, " Sedikit Bicara, banyak bekerja". dan Imam Al-Auza`i mengatakan" Orang mukmin itu sedikit bicaranya dan banyak bekerja, sedangkan orang munafik itu banyak bicaranya dan sedikit bekerjanya".

Untuk mewuudkan banyak bekerja dan sedikit bicara sebenarnya sangat mudah, Tunjukan pada dunia Gagsan anda dalam  Mega Karyamu.
 Seperti apa dan bagaimana kita membuat gagasan yang punya daya Ledak yang menuntun anda pada kesuksesan ?

Tentunya tidak bisa sekaligus jadi, perlu persiapan yang terencana, kesiapan fisik, mental, emosi, pengetahuan. Disamping itu banyak hal penting yang harus diperhatikan agar kita bisa mewujudkan Maha karya yang luar biasa sebagai tanda kita orang yang sukses,

Diantaranya:
1.Kenali terlebih dahulu kapasitas internal kita, kemampuan  dasar kita.  Apa yang bisa dan biasa kita lakukan.  Bisa  berupa kesukan dan hobi,  yang bisa jadi ini adalah kompetensi inti anda.

2.Perlu menghormati kegagalan, karena kegagalan adalah sukses yang tertunda, Terima apa adanya kegagan anda,  lapangkanlah dada anda seraya mengatakan " Saya memang gagal, tapi saya akan bangkit.

3. Membangkitkan Energi kehancuran, Jika anda telah merasakan kepahitan yang sangat maka seluruh perenungan yang dalam, jerih payah, gagasan, pengalaman.motivasi , keberanian dan ruhiyah menjadi satu energi sendiri. Energi yang sangat besar, yang jika anda berhasil mengendalikannya maka anda akan menjadi tidak terbendung. Inilah Energi Expertise.

4. Keberanian. Tunjukan keberanian kita karena tak ada yang tidak bisa kalau belum dicoba

5. Daya tahan, seberapa jauh anda memiliki ketahanan dan kekuatan dalam  menghadapi Ujian

6. Bermain dengan resiko. Ternyata bermain dengan resiko itu menantang sekaligus menyenangkan. Ia akan mempercepat pertumbhan jiwa dan kematangan emosi.

6. Nikmatilah masalah,  karena bersama kesulitan pasti ada kemudahan. Peganglah prinsip bahwa Masalah itu ibarat olah raga dan ibarat jamu bagi kesehatan. Ia terkadang pahit tapi menjadikan diri kita sehat. Marilah kita bermain di atas masalah, Jangan sampai justru masalah mempermainkan kita.

7. Orang-orang Besar di dunia ini tidaklah serta merta menjadi orang besar, tetapi mereka melewati berbagai proses, aral dan ujian.

8. Pemimpin besar memiliki firasat yang tajam, dengan firasat yang tajam itu, kita mampu membedakan mana yang asli dan mana yang imitasi, mana penipu dan mana penghianat.

Inilah beberapa tips agar kita bisa membuktikan bahwa semua kemampuan dan energi yang kita miliki dapat  mengisi kehidupan  yang sangat singkat dengan hidup penuh manfaat dan penuh berkah untuk sekeliling kita. Kita bisa saja berumur pendek namun nama kita, bisa berumur panjang dengan karya kita selalu dimanfaatkan oleh generasi mendatang.

Dan yang terpenting,

TIDAK ADA KESUKSESKAN YANG DAPAT DIRAIH SENDIRIAN. NAMUN KESUKSESAN AKAN DIRAIH DALAM KEBERSAMAAN.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat seperti yang penulisa rasakan sangat memberi dorongan dan motivasi agar  terus semangat berkarya tanpa ada kata jemu dan menyerah selama masih ada energi.

Manfaat tlisan ini berasal dari Buku yang sangat special : Dahsyatnya Energi Jiwa" ~ Surga, Tahta, Harta, dan dunia di Tangan Anda" Karya Reza M. Syarief dan Ahmad Husaini. Penerbit Qultum Media, jakarta juli 2010

25 Nopember 2014

Salam
Full Love

Mardiah Alkaff



CARA MENGHADAPI SISWA  PEMBUAT MASALAH namun CERDAS.

(Biarkan mereka tumbuh Positif dan bermanfaat, jangan Biarkan mereka tumbuh suram, pesimis, pendendam atau Pembunuh)
gifted-300x162Sangat sering di sekolah ditemukan siswa yang bermasalah. Malas sekolah,  banyak ulah, menggagu teman, melawan guru, berantem. Itulah permasalah siswa yang membuat para guru sangat kebingungan.

Umumnya  guru menganggap siswa tersebut nakal karena memang siswa tersebut dikenal sebagai trouble makers. si pembuat masalah. Sudah banyak kasus siswa nakal dapat diatasi oleh guru dengan baik, namun kadang guru sangat sulit mengatasi siswa bermasalah yang berujung siswa dikembalikan pada orang tua degan pindah sekolah atau berhenti sekolah atau tetap di sekolah dengan terus menjadi si pembuat masalah.


Itulah kejadian yang umum di setiap sekolah. Bagaimna untuk menyelesaikan permasalahan siswa bermasalah di sekolah? Salah satu langkah adalah mengamati IQ siswa tentu setelah diamati latar belakang keluarganya.


Coba kita amati temasuk IQ yang mana anak dan siswa yang ada di sekitar kita
90-109         : Rata-rata
110 – 119    : Di atas rata-rata, atau pandai
120-129       : Sangat pandai
130 ke atas  : Genius


Permasalaham anak yang memiliki IQ 130 atau lebih sering kali sangat membingungkan guru. Karena prestasi pelajaran dia unggul, bahkan beberapa mata pelajaran tertentu dia sangat menguasi. kehadiran di sekolah tidak masalah. namun yang menjadi permasalahan adalah sikap dan tingkah lakunya yang tidak sama dengan siswa umumnya, 


Bicaranya sulit dihentikan, argumennya kuat, dalam berbicara selalu ingin menguasai sehingga tidak sedikit teman menjauh dan dianggap sombong akhirnya di sekolah dia sering menyendiri.
Saat belajar tidak jarang dia ngantuk atau malah sering keluar kelas dengan banyak alasan, jika ditegur guru dia malah berargumen sehingga guru menganggap siswa tersebut tidak menghargai guru dan tidak sopan.


Ya, inilah siswa pembuat masalah yang sangat membuat bingung teman dan guru di sekolah.
lalu mengapa siswa terseut bersikap demikian ?


Selayaknya guru dan orang tua mengamati dan menyelidiki segala hal tentang siswa ini, terutama IQ yang dimilikinya, yang barangkali siswa tersebut termasuk yang memiliki IQ 130 ke atas yang termasuk genius atau Super Normal. kalau benar maka seharusnya para guru dan orang tua dapat memperlakukan dia dengan tepat karena jika salah memperlakukan maka siswa tersebut akan menjadi siswa negatif, terpuruk, drouf out atau bahkan menjadi pembunuh.
Mari kita kenali lebih jauh anak yang memiliki IQ 130 atau lebih.


A. KELEBIHAN ANAK SUPERNORMAL





Anak yang memiliki IQ 130 atau lebih memiliki  kelebihan atau kekurangannya
lalu bagaimana menanganai kasus siswa Trouble macker.Yang salah satunya memiliki IQ yang tinggi, Yang banyak juga disebut ANAK SUPERNORMAL. Sebutan bagi anak-anak yang memiliki kemampuan unggul (anak super) antara ahli yang satu dan yang lainnya berbeda-beda tergantung pandangan dan disiplin ilmu yang dianutnya. Para pendidik misalnya, lebih sering menggunakan istilah anak sangat cerdas (genius); kalangan psikolog lebih senang menggunakan istilah anak yang berkemampuan istimewa (Alimin, 2005). Ahli lain menggunakan istilah anak Supernormal (Endang, M. S., 2007) ,sedangkan UU Sisdiknas No. 20/2003 istilah yang digunakan untuk menyebut anak berkemampuan unggul adalah dengan istilah anak kecerdasan luar biasa (ABLB).


Adapun kelebihan Anak Super Normal adalah:

1. Kemampuan di atas rata-rata (above average) 
    Ditandai dengan kemampuan abstraksi yang cepat, daya ingat tinggi, tidak mudah                                lupa, daya imajinasinya tinggi dan mempunyai daya penalaran yang luas terhadap  
    pemecahan suatu  masalah.
 2. Kreatifitas (creativity)   Dia mampu menciptakan sesuatu dari hasil pengetahuannya. Juga                    ditandai dengn                       kemampuan            mengungkapkan gagasan baru dalam                          memecahkan                masalah          dan kemampuan dalam                   menghubungkan unsur-          unsur baru yang telah ada.
 3. Tanggung  jawab terhadap tugas (task commitment).           
     Ditandai dengan kemampuan menyelesaikan tugas yang telah menjadi tanggung jawabnya. Ia              memiliki kepribadian yang ulet, tekun, dan tidak mudah menyerah pada keadaan serta mampu            mencari terobosan yang memungkinkan untuk dikembangkan dalam mengembangkan                          kehidupan mendatang.
4.Segi fisik          
    Terlihat sehat, enerjik, tidak mudah lelah, dan seakan tidak mau diam dalam rangka mencari               hal baru yang dikerjakan, psikomotoriknya lebih fleksibel dan cepat dalam menerima tigas-                tugas yang diberikan
 5.Segi mental intelektual         

    Usia mentalnya lebih tinggi dari anak sebayanya, pemahamannya cepat dan kuat, senang                       menanggapi soal-soal yang mengandung pemecahan masalah dan pantang menyerah.
6.Segi sosial         

  Anak supernormal lebih senang bergaul dengan anak-anak yang berusia di atasnya, senang                  bergabung dengan kelompok yang mengandung memecahkan masalah, suka memimpin dalam            setiap event kegiatan, fleksibel, dalam bergaul, dan memiliki jaringan yang luas dengan teman-            temannya.

 7. Segi emosional         
Mempunyai kepercayaan diri yang kuat, peka terhadap berbagai hal yang ada di sekitarnya,                suka dengan hal-hal yang baru, memiliki keteguhan hati, tidak cengeng, dan menatap dunia               dengan optimistik. (Munandar, SCU, 2003).

C. CIRI NEGATIF ANAK SUPERNORMAL    

 Anak supernorml juga memiliki ciri negetif yang sering sering membuat teman dan guru tidak            menyukainya.
  1. Anak cenderung egois, memntingkan diri sendiri.
  2. Tidak peka terhadap keadaan sekelilingnya.
  3. Memiliki temperamen tinggi
  4. Mudah marah apabila menghadapi masalah yang kurang sesuai dengan suasana hatinya.
  5. Terlalu reaktif.
  6. Kadang sulit mengadakan hubungan (relasi) dengan teman sebayanya.
  7. Kepribadian kurang stabil.


D. APA MAKNANYA? GIFTED CHILDREN, SUPERIOR CATEGORY.


Dengan IQ 130 lebih, seorang anak biasanya dikategorikan superior, genius, gifted. Tetapi, perlu digaris bawahi dari pengertian ini.
National Association for Gifted Children, merekomendasikann keputusan Marland Report to Congress 1972 tentang definisi gifted :
Students, children, or youth who gove evidence of high echievement capability in areas such as intellectual, creative, artistic, or leadership capacity, or in specific academic fields, and who need services and activities not ordinarily provided by the school in order to fully develop those capabilities.


IQ 130, yang hanya mencerminkan kondisi pas-pasan dari seseorang, akan menjadi ancaman bagi individu tersebut. Bedasarkan penelitian, anak dengan IQ130 ke atas seringkali menjadi anak yang mudah patah semangat, malas, enggan bergaul, enggan menjalin relasi baik dengan guru. Akibatnya, prestasi mereka sama saja dengan anak dengan IQ 100. Individu macam ini, tidak akan terdeteksi sebagai gifted , sebab IQ tingginya tidak memberikan cerminan yang spesifik dan istimewa.
Maka kita sebagai orangtua dan guru, justru harus bekerja ekstra keras, ekstra hati-hati, ekstra luarbiasa merawat anak ber IQ 130 sebab dalam banyak kasus, anak-anak ini menjadi anak-anak yang rawan masalah.Ya..anak yang banyak masalah.


Freak 130! Inilah anak yang sering tidur di kelas, sering keluar kelas, enggan mendengarkan guru, meremehkan pelajaran, meremehkan teman-teman, merasa lingkungan menyudutkan dan tidak dapat mengikuti kecepatan alur berpikir mereka. Inilah anak trouble maker sebab sangat suka membantah dan punya cirri khas : lack of social competence! Anak 130 biasanya –malangnya- minim kompetensi sosial sehingga mereka acuh tak acuh, egois, mau menang sendiri.


Semakin remaja, kompetensi sosial yang kurang ini bisa menjadi ajang kekerasan, atau ajang self destructive. Putus asa, cepat menyerah, adalah cirri yang biasa menempel si 130 ini.
Maka, anda akan melihat orang-orang dengan IQ superios, genius atau gifted sangat mahir sebagai penjahat, mahir memanipulasi atau justru terpuruk dalam jurang kehancuran


Angka 130 masih harus terus didalami, bagaimana bakat dan minatnya. Bagaimana daya dukung orangtua dan fasilitas yang tersedia. Bagaimana kesiapan lingkungan dan sekolah untuk membentuk anak dengan IQ 130 lebih. Dan, apakah pemerintah melindungi tunas-tunas bangsa unggul macam ini?





E. LIHATLAH KISAH MENAKJUBKAN DAN MENGIRIS HATI

William James Sidis, seorang lelaki yang konon, memiliki IQ tertinggi di dunia, 254. Sumber lain menyebutkan IQ nya mungkin mencapai rentang hampir 300! Ia seorang Yahudi Ukraina. Ayahnya, Boris Sidis, Ph.D,M.D, seorang genius pula, menguasai 27 bahasa sementara William James Sidis menguasai 40 bahasa! Ibunya, Sarah Mandelbaum Sidis, M.D, lulusan Boston University. William James Sidis lulus bachelor of arts di usia 16 tahun, cum laude. Ia masuk Harvard di usia 11 tahun. Pada usia 8 tahun, Sidis mengarang buku Book of Vendergood yang mencakup bahasa Latin, Yunani, Jerman, Perancis.


WJ Sidis hidup selibat dan beranggapan tak ada seorang perempuan yang pantas untuknya.
Kehidupan William James Sidis menjadi polemic abadi hingga kini di kalangan pendidik, psikolog, media. Para pendidik menganggap ambisi Boris dan Sarah untuk menyekolahkan WJ Sidis di usia muda di jenjang sangat tinggi sebagai salah satu pencetus gangguan mentalnya. Sekalipun WJ Sidis mampu mengajar 3 kelas matematika sekaligus : trigonometri, geometri Euclidean, geometri non Euclidean. WJ Sidis juga dijuluki, peridromophile, orang yang tergila-gila mempelajari system transportasi; kehidupan sosial Sidis tak berkembang baik.


Media, turut menyumbang keterpurukan Sidis dengan selalu mengagungkannya, memujanya sehingga ia makin terisolir sebagai individu normal. Para psikolog terus meneliti kecerdasan Sidis, mengatakan bahwa inteligensi memang diturunkan , disisi lain menjadi pisau yang mencabik kehidupan seseorang bila tak diimbangi kompetensi sosial.
WJ Sidis meninggal di usia muda 46 tahun karena pendarahan otak. Hubungan dengan orangtuanya tak harmonis. Sebuah kisah menyebutkan, Boris meminta maaf atas semua kesalahannya. WJ Sidis hingga akhir hidupnya beranggapan, ayahnya telah merampas setiap kebahagiaan kehidupan. Meski Boris Sidis menyesali apa yang tidak diharapkan dalam pencapaian sang putra, WJ Sidis tampaknya tak mudah memaafkan orangtuanya.
Jumlah Anak GiftedDi Amerika, populasi anak gifted sekitar 3 juta anak, atau 5-7% dari populasi (catatan 1972). Kemungkinan hal itu akan lebih berkembang lagi. Di Indonesia belum ada data yang pasti.



F. APA YANG HARUS DILAKUKAN

NAGC menyebutkan, no one perfect programe for teaching gifted student. Tetapi, pelayanan yang kontinum (continuum services) harus dilakukan pihak-pihak terkait untuk anak-anak ini.
Pelayanan kontinum atau berkesinambungan ini harus melibatkan administrator, guru, orangtua dan murid dalam menu edukasi yang penuh penghargaan. Macam layanan dapat berupa:
• Akomodasi di kelas regular
• Tugas paruh waktu di kelas regular atau special
• Grup full time dengan anak-anak dengan kecakapan yang sama
• Akselerasi
• Pendaftaran ganda minat, dll
• Layanan yang disesuaikan lokal siswa , disini saya pikir, content religi dan sosial dapat dimasukkan seperti program menghafal Quran dll


Perlu kembali diingatkan bahwa guru, orangtua harus menjadi tim yang proaktif dan solid dalam menangani anak-anak gifted. Guru harus terus mengikuti pelatihan yang akan meningkatkan kecakapan dalam mengelola anak-anak gifted, begitupun orangtua harus lebih kooperatif memandang masalah dan solusi. System pembelajaran harus menjadi magnet bagi anak-anak ini.



G. EKTRIM KANAN ATAU EKTRIM KIRI?

Pemerintah saat ini menghimbau sekolah inklusi untuk memasukkan dua orang anak ABK yang sesuai dengan kemampuan sekolah dalam kelas pembelajaran. Banyak sekali yayasan bagi anak-anak dengan kondisi ekstrim kiri (suatu letak yang berada di sisi kiri kurva normal), dan orang rata-rata merasa iba dan berbelas kasih kepada anak-anak “ekstrim kiri”.


Anak-anak ekstrik kanan, di Indonesia belum mendapatkan tempat yang sesuai.
Boleh jadi, mereka bahkan tak menuai belas kasih tetapi menuai caci maki akibat perilaku mereka yang meresahkan
. Ya, terkadang sebagai orangtua atau guru, rasanya kesal dan marah sekali menghadapi anak sok tahu, pemalas, enggan memperhatikan dan punya hubungan buruk dengan teman-teman. Padahal, si menyebalkan itu ternyata anak gifted yang haus akan arahan.
Usai mengikuti ICP Hesos- international conference on psychology in health, education, social, organization setting, rasanya mimpi saya bertambah banyak 


Jika kita sangat peduli pada anak yang memiliki kemampuan super ini, sudah selayaknya mereka dibimbing secara khusus dalam sekolah khusus agar kemampuannya dapat berkembang dengan baik dan dapat bermanfaat untuk kehidupan nyata. yang tentunya  Sekolah yang ramah, yang memahami bahwa dibalik keunggulan inteligensi mereka yang luarbiasa, dibalik ketidak pekaan terhadap sesama, dibalik kompetensi sosial yang payah, ada sikap luarbiasa yang ada pada anak-anak 130 ini : mereka cepat belajar, cepat menangkap. Sentuhan hati untuk mereka, semoga membuat anak-anak special ini tidak menjadi trouble maker lagi, tetapi anak-anak dengan kompetensi sosial yang lebih baik, siap menjadi pemimpin dan pencari solusi.

Semoga..

Tulisan ini dapat menjadi jalan keluar bagi orang tua dan sekolah yang memiliki siswa supernormal, siswa Gifted , sehingga orang tua dan guru tidak merasakan kebingungan, tidak menekan, tidak membenci lagi malah dapat menyayangi,membantu siswa Supernormal untuk mengembangkan segala kemampuan yang  telah diberikan oleh sang MAHA PENCIPTA.

Sehingga keberadan siswa Gifted di sekolah tidak merasa cemas, tertekan, terasingkan.
Sehingga siswa gifted dapat terhindar dari masa depan yang suram, sadis, pendendam atau bahkan pembunuh.


Semoga kita bisa berbuat bijaksana menerima segala keadaan, kelebihan dan kekurangan ana dan siswa kita. Karena segala kebaikan yang kita tanam maka akan tumbuh kebaikan pula, Namun jika menanam keburukan maka keburukan pula yang akan kita raih.

Karena dimanapun dan kapanpun Hidup itu adalah Alamiah..


Salam Perdamaian penuh LOVE
Mardiah Alkaff
23 Nop 2014





Tulisan Menginspirasi

BEST PRACTISE KALISA (Katrol Lift dengan STEM) Pengalaman terbaik dalam implementasi Pembelejaran Mendalam Oleh: Mardiah SMP Negeri 3 Padala...