BEST PRACTISE
KALISA (Katrol Lift dengan STEM)
Pengalaman terbaik dalam implementasi Pembelejaran Mendalam
Oleh: Mardiah SMP Negeri 3 Padalarang
A.Situasi (Latar Belakang)
- Kemampuan anak Indonesia masih rendah dalam bidang Literasi Numerasi
- Metode STEM belum maksimal dilakukan oleh guru IPA di SMP
- PJBL sebuah metode yang masih jarang dilakukan di SMP Negeri
- Banyak sekolah yang berhasil menjadikan PJBL sebagai test sumatif.
- Murid masih rendah dalam prinsip Pembelejaran mendalam terutama berkesadaran sebelum aktivitas
B. Tujuan
- Meningkatkan kemampuan literasi numerasi murid SMP Kelas 9
- Memaksimalkan penggunakan metode STEM bagi murid SMP
- Membiasakan penggunakan metode PJBL
- Memahami mengapa PJBL dapat menggantikan sumatif
- Mengaplikasikan prinsip pembelejaran mendalam terutama berkesadaran sebelaum melakukan aktivitas belajar
C. Aktivitas (Action)
1. Persiapan
- Guru menyiapkan video tutorial dari Youtube atau medsos lainnya membuat prototype Lift dari kardus (barang bekas) dengan prinsip kerja katrol (pesawat sederhana).
- Guru meyakinkan bahwa muridnya sudah memahami langkah-langkah belajar dengan STE
- Murid sudah memiliki kelompok berjumlah 4-6 orang yang dipilihnya sediri
- Guru menugaskan kelompok untuk membawa HP, kardus, lem tembak, tali kasur, gunting, penggaris, pinsil, HP setiap orang/kelompok, kertas polio bergaris yang harus dibawa saat pembelajaran dilakukan.
2.
Pelaksanaan
- Murid berada dalam kleompoknya masing-masing dan sudah menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.
- Guru menuliskan di papan tulis atau layar tentang judul, tujuan dan langkah penting dalam belajar menggunakan STEM.
- Guru menjelaskan bahwa murid untuk melakukan langkah-langkah merancang sesuai video totorial yang dipilih untuk membuat lif dengan prinsip katrol sesuai selera.
- Guru menjelaskan bahwa setiap kelompok membuat laporan kegiatan sesuai langkah yang ada di papan tulis dengan metoda STEM
- .Menjelasakan agar setiap anggota kelompok berbagi tugas
- Murid melakukan kegiatan dengan diberi batasan waktu selam 90 menit.
3. Penutup
- Setaip kelompok yang sudah selesai berkumpul di depan guru untuk presentasi hasil dengan menjelaskan prinsip kerja sesuai STEM
- Guru menanyakan refleksi tentang perasaan, kesan setelah berhasil merancang prototype lift dari kardus bekas. Dan menanyakan langkah berikutnya.
- .Dalam memaksimalkan matematikanya, guru menugasakan murid dalam kelompok untuk menghitung luas kardus bekas yang digunakan. Dan dikerjakan di pertemuan berikutnya.
Assesmen:
- Formatif awal; berkesadaran saat menjelasakan tujuan belajar
- Formatif dalam pembelajaran: Guru mengamati setiap murid dalam kelompok tentang DPL yang ingin dicapai yaitu kolaborasi, kreatifitas dan kritis.
- Sumatif: kemampuan murid menjelasakan urutan STEM yang berhubungan dengan karay yang dibuatnya.
HASIL;
- Murid menghasilkan prototype Lift dengan prinsip kerja katrol menggunakan bahan bekas yang dilakukan secara kelompok. Dengan panduan dari internet dan video yang mereka sendiri. Dalam proses mereka melalui tahap STEM dilakukan secara kolaborasi dalam kelompok yang mereka pilih.
- Prinsip belajar; Bekesadaran, Bermakna dan Mengembirakan muncul selama proses belajar
- Pengalaman belajar: Memahami, Mengaplikas dan Merefleksi muncul selama proses belajar
- Dimensi kreatifitas, kritis dan kolaborasi tergali selama melakukan kegiatan belajar.











