CARA MENGHADAPI SISWA  PEMBUAT MASALAH namun CERDAS.

(Biarkan mereka tumbuh Positif dan bermanfaat, jangan Biarkan mereka tumbuh suram, pesimis, pendendam atau Pembunuh)
gifted-300x162Sangat sering di sekolah ditemukan siswa yang bermasalah. Malas sekolah,  banyak ulah, menggagu teman, melawan guru, berantem. Itulah permasalah siswa yang membuat para guru sangat kebingungan.

Umumnya  guru menganggap siswa tersebut nakal karena memang siswa tersebut dikenal sebagai trouble makers. si pembuat masalah. Sudah banyak kasus siswa nakal dapat diatasi oleh guru dengan baik, namun kadang guru sangat sulit mengatasi siswa bermasalah yang berujung siswa dikembalikan pada orang tua degan pindah sekolah atau berhenti sekolah atau tetap di sekolah dengan terus menjadi si pembuat masalah.


Itulah kejadian yang umum di setiap sekolah. Bagaimna untuk menyelesaikan permasalahan siswa bermasalah di sekolah? Salah satu langkah adalah mengamati IQ siswa tentu setelah diamati latar belakang keluarganya.


Coba kita amati temasuk IQ yang mana anak dan siswa yang ada di sekitar kita
90-109         : Rata-rata
110 – 119    : Di atas rata-rata, atau pandai
120-129       : Sangat pandai
130 ke atas  : Genius


Permasalaham anak yang memiliki IQ 130 atau lebih sering kali sangat membingungkan guru. Karena prestasi pelajaran dia unggul, bahkan beberapa mata pelajaran tertentu dia sangat menguasi. kehadiran di sekolah tidak masalah. namun yang menjadi permasalahan adalah sikap dan tingkah lakunya yang tidak sama dengan siswa umumnya, 


Bicaranya sulit dihentikan, argumennya kuat, dalam berbicara selalu ingin menguasai sehingga tidak sedikit teman menjauh dan dianggap sombong akhirnya di sekolah dia sering menyendiri.
Saat belajar tidak jarang dia ngantuk atau malah sering keluar kelas dengan banyak alasan, jika ditegur guru dia malah berargumen sehingga guru menganggap siswa tersebut tidak menghargai guru dan tidak sopan.


Ya, inilah siswa pembuat masalah yang sangat membuat bingung teman dan guru di sekolah.
lalu mengapa siswa terseut bersikap demikian ?


Selayaknya guru dan orang tua mengamati dan menyelidiki segala hal tentang siswa ini, terutama IQ yang dimilikinya, yang barangkali siswa tersebut termasuk yang memiliki IQ 130 ke atas yang termasuk genius atau Super Normal. kalau benar maka seharusnya para guru dan orang tua dapat memperlakukan dia dengan tepat karena jika salah memperlakukan maka siswa tersebut akan menjadi siswa negatif, terpuruk, drouf out atau bahkan menjadi pembunuh.
Mari kita kenali lebih jauh anak yang memiliki IQ 130 atau lebih.


A. KELEBIHAN ANAK SUPERNORMAL





Anak yang memiliki IQ 130 atau lebih memiliki  kelebihan atau kekurangannya
lalu bagaimana menanganai kasus siswa Trouble macker.Yang salah satunya memiliki IQ yang tinggi, Yang banyak juga disebut ANAK SUPERNORMAL. Sebutan bagi anak-anak yang memiliki kemampuan unggul (anak super) antara ahli yang satu dan yang lainnya berbeda-beda tergantung pandangan dan disiplin ilmu yang dianutnya. Para pendidik misalnya, lebih sering menggunakan istilah anak sangat cerdas (genius); kalangan psikolog lebih senang menggunakan istilah anak yang berkemampuan istimewa (Alimin, 2005). Ahli lain menggunakan istilah anak Supernormal (Endang, M. S., 2007) ,sedangkan UU Sisdiknas No. 20/2003 istilah yang digunakan untuk menyebut anak berkemampuan unggul adalah dengan istilah anak kecerdasan luar biasa (ABLB).


Adapun kelebihan Anak Super Normal adalah:

1. Kemampuan di atas rata-rata (above average) 
    Ditandai dengan kemampuan abstraksi yang cepat, daya ingat tinggi, tidak mudah                                lupa, daya imajinasinya tinggi dan mempunyai daya penalaran yang luas terhadap  
    pemecahan suatu  masalah.
 2. Kreatifitas (creativity)   Dia mampu menciptakan sesuatu dari hasil pengetahuannya. Juga                    ditandai dengn                       kemampuan            mengungkapkan gagasan baru dalam                          memecahkan                masalah          dan kemampuan dalam                   menghubungkan unsur-          unsur baru yang telah ada.
 3. Tanggung  jawab terhadap tugas (task commitment).           
     Ditandai dengan kemampuan menyelesaikan tugas yang telah menjadi tanggung jawabnya. Ia              memiliki kepribadian yang ulet, tekun, dan tidak mudah menyerah pada keadaan serta mampu            mencari terobosan yang memungkinkan untuk dikembangkan dalam mengembangkan                          kehidupan mendatang.
4.Segi fisik          
    Terlihat sehat, enerjik, tidak mudah lelah, dan seakan tidak mau diam dalam rangka mencari               hal baru yang dikerjakan, psikomotoriknya lebih fleksibel dan cepat dalam menerima tigas-                tugas yang diberikan
 5.Segi mental intelektual         

    Usia mentalnya lebih tinggi dari anak sebayanya, pemahamannya cepat dan kuat, senang                       menanggapi soal-soal yang mengandung pemecahan masalah dan pantang menyerah.
6.Segi sosial         

  Anak supernormal lebih senang bergaul dengan anak-anak yang berusia di atasnya, senang                  bergabung dengan kelompok yang mengandung memecahkan masalah, suka memimpin dalam            setiap event kegiatan, fleksibel, dalam bergaul, dan memiliki jaringan yang luas dengan teman-            temannya.

 7. Segi emosional         
Mempunyai kepercayaan diri yang kuat, peka terhadap berbagai hal yang ada di sekitarnya,                suka dengan hal-hal yang baru, memiliki keteguhan hati, tidak cengeng, dan menatap dunia               dengan optimistik. (Munandar, SCU, 2003).

C. CIRI NEGATIF ANAK SUPERNORMAL    

 Anak supernorml juga memiliki ciri negetif yang sering sering membuat teman dan guru tidak            menyukainya.
  1. Anak cenderung egois, memntingkan diri sendiri.
  2. Tidak peka terhadap keadaan sekelilingnya.
  3. Memiliki temperamen tinggi
  4. Mudah marah apabila menghadapi masalah yang kurang sesuai dengan suasana hatinya.
  5. Terlalu reaktif.
  6. Kadang sulit mengadakan hubungan (relasi) dengan teman sebayanya.
  7. Kepribadian kurang stabil.


D. APA MAKNANYA? GIFTED CHILDREN, SUPERIOR CATEGORY.


Dengan IQ 130 lebih, seorang anak biasanya dikategorikan superior, genius, gifted. Tetapi, perlu digaris bawahi dari pengertian ini.
National Association for Gifted Children, merekomendasikann keputusan Marland Report to Congress 1972 tentang definisi gifted :
Students, children, or youth who gove evidence of high echievement capability in areas such as intellectual, creative, artistic, or leadership capacity, or in specific academic fields, and who need services and activities not ordinarily provided by the school in order to fully develop those capabilities.


IQ 130, yang hanya mencerminkan kondisi pas-pasan dari seseorang, akan menjadi ancaman bagi individu tersebut. Bedasarkan penelitian, anak dengan IQ130 ke atas seringkali menjadi anak yang mudah patah semangat, malas, enggan bergaul, enggan menjalin relasi baik dengan guru. Akibatnya, prestasi mereka sama saja dengan anak dengan IQ 100. Individu macam ini, tidak akan terdeteksi sebagai gifted , sebab IQ tingginya tidak memberikan cerminan yang spesifik dan istimewa.
Maka kita sebagai orangtua dan guru, justru harus bekerja ekstra keras, ekstra hati-hati, ekstra luarbiasa merawat anak ber IQ 130 sebab dalam banyak kasus, anak-anak ini menjadi anak-anak yang rawan masalah.Ya..anak yang banyak masalah.


Freak 130! Inilah anak yang sering tidur di kelas, sering keluar kelas, enggan mendengarkan guru, meremehkan pelajaran, meremehkan teman-teman, merasa lingkungan menyudutkan dan tidak dapat mengikuti kecepatan alur berpikir mereka. Inilah anak trouble maker sebab sangat suka membantah dan punya cirri khas : lack of social competence! Anak 130 biasanya –malangnya- minim kompetensi sosial sehingga mereka acuh tak acuh, egois, mau menang sendiri.


Semakin remaja, kompetensi sosial yang kurang ini bisa menjadi ajang kekerasan, atau ajang self destructive. Putus asa, cepat menyerah, adalah cirri yang biasa menempel si 130 ini.
Maka, anda akan melihat orang-orang dengan IQ superios, genius atau gifted sangat mahir sebagai penjahat, mahir memanipulasi atau justru terpuruk dalam jurang kehancuran


Angka 130 masih harus terus didalami, bagaimana bakat dan minatnya. Bagaimana daya dukung orangtua dan fasilitas yang tersedia. Bagaimana kesiapan lingkungan dan sekolah untuk membentuk anak dengan IQ 130 lebih. Dan, apakah pemerintah melindungi tunas-tunas bangsa unggul macam ini?





E. LIHATLAH KISAH MENAKJUBKAN DAN MENGIRIS HATI

William James Sidis, seorang lelaki yang konon, memiliki IQ tertinggi di dunia, 254. Sumber lain menyebutkan IQ nya mungkin mencapai rentang hampir 300! Ia seorang Yahudi Ukraina. Ayahnya, Boris Sidis, Ph.D,M.D, seorang genius pula, menguasai 27 bahasa sementara William James Sidis menguasai 40 bahasa! Ibunya, Sarah Mandelbaum Sidis, M.D, lulusan Boston University. William James Sidis lulus bachelor of arts di usia 16 tahun, cum laude. Ia masuk Harvard di usia 11 tahun. Pada usia 8 tahun, Sidis mengarang buku Book of Vendergood yang mencakup bahasa Latin, Yunani, Jerman, Perancis.


WJ Sidis hidup selibat dan beranggapan tak ada seorang perempuan yang pantas untuknya.
Kehidupan William James Sidis menjadi polemic abadi hingga kini di kalangan pendidik, psikolog, media. Para pendidik menganggap ambisi Boris dan Sarah untuk menyekolahkan WJ Sidis di usia muda di jenjang sangat tinggi sebagai salah satu pencetus gangguan mentalnya. Sekalipun WJ Sidis mampu mengajar 3 kelas matematika sekaligus : trigonometri, geometri Euclidean, geometri non Euclidean. WJ Sidis juga dijuluki, peridromophile, orang yang tergila-gila mempelajari system transportasi; kehidupan sosial Sidis tak berkembang baik.


Media, turut menyumbang keterpurukan Sidis dengan selalu mengagungkannya, memujanya sehingga ia makin terisolir sebagai individu normal. Para psikolog terus meneliti kecerdasan Sidis, mengatakan bahwa inteligensi memang diturunkan , disisi lain menjadi pisau yang mencabik kehidupan seseorang bila tak diimbangi kompetensi sosial.
WJ Sidis meninggal di usia muda 46 tahun karena pendarahan otak. Hubungan dengan orangtuanya tak harmonis. Sebuah kisah menyebutkan, Boris meminta maaf atas semua kesalahannya. WJ Sidis hingga akhir hidupnya beranggapan, ayahnya telah merampas setiap kebahagiaan kehidupan. Meski Boris Sidis menyesali apa yang tidak diharapkan dalam pencapaian sang putra, WJ Sidis tampaknya tak mudah memaafkan orangtuanya.
Jumlah Anak GiftedDi Amerika, populasi anak gifted sekitar 3 juta anak, atau 5-7% dari populasi (catatan 1972). Kemungkinan hal itu akan lebih berkembang lagi. Di Indonesia belum ada data yang pasti.



F. APA YANG HARUS DILAKUKAN

NAGC menyebutkan, no one perfect programe for teaching gifted student. Tetapi, pelayanan yang kontinum (continuum services) harus dilakukan pihak-pihak terkait untuk anak-anak ini.
Pelayanan kontinum atau berkesinambungan ini harus melibatkan administrator, guru, orangtua dan murid dalam menu edukasi yang penuh penghargaan. Macam layanan dapat berupa:
• Akomodasi di kelas regular
• Tugas paruh waktu di kelas regular atau special
• Grup full time dengan anak-anak dengan kecakapan yang sama
• Akselerasi
• Pendaftaran ganda minat, dll
• Layanan yang disesuaikan lokal siswa , disini saya pikir, content religi dan sosial dapat dimasukkan seperti program menghafal Quran dll


Perlu kembali diingatkan bahwa guru, orangtua harus menjadi tim yang proaktif dan solid dalam menangani anak-anak gifted. Guru harus terus mengikuti pelatihan yang akan meningkatkan kecakapan dalam mengelola anak-anak gifted, begitupun orangtua harus lebih kooperatif memandang masalah dan solusi. System pembelajaran harus menjadi magnet bagi anak-anak ini.



G. EKTRIM KANAN ATAU EKTRIM KIRI?

Pemerintah saat ini menghimbau sekolah inklusi untuk memasukkan dua orang anak ABK yang sesuai dengan kemampuan sekolah dalam kelas pembelajaran. Banyak sekali yayasan bagi anak-anak dengan kondisi ekstrim kiri (suatu letak yang berada di sisi kiri kurva normal), dan orang rata-rata merasa iba dan berbelas kasih kepada anak-anak “ekstrim kiri”.


Anak-anak ekstrik kanan, di Indonesia belum mendapatkan tempat yang sesuai.
Boleh jadi, mereka bahkan tak menuai belas kasih tetapi menuai caci maki akibat perilaku mereka yang meresahkan
. Ya, terkadang sebagai orangtua atau guru, rasanya kesal dan marah sekali menghadapi anak sok tahu, pemalas, enggan memperhatikan dan punya hubungan buruk dengan teman-teman. Padahal, si menyebalkan itu ternyata anak gifted yang haus akan arahan.
Usai mengikuti ICP Hesos- international conference on psychology in health, education, social, organization setting, rasanya mimpi saya bertambah banyak 


Jika kita sangat peduli pada anak yang memiliki kemampuan super ini, sudah selayaknya mereka dibimbing secara khusus dalam sekolah khusus agar kemampuannya dapat berkembang dengan baik dan dapat bermanfaat untuk kehidupan nyata. yang tentunya  Sekolah yang ramah, yang memahami bahwa dibalik keunggulan inteligensi mereka yang luarbiasa, dibalik ketidak pekaan terhadap sesama, dibalik kompetensi sosial yang payah, ada sikap luarbiasa yang ada pada anak-anak 130 ini : mereka cepat belajar, cepat menangkap. Sentuhan hati untuk mereka, semoga membuat anak-anak special ini tidak menjadi trouble maker lagi, tetapi anak-anak dengan kompetensi sosial yang lebih baik, siap menjadi pemimpin dan pencari solusi.

Semoga..

Tulisan ini dapat menjadi jalan keluar bagi orang tua dan sekolah yang memiliki siswa supernormal, siswa Gifted , sehingga orang tua dan guru tidak merasakan kebingungan, tidak menekan, tidak membenci lagi malah dapat menyayangi,membantu siswa Supernormal untuk mengembangkan segala kemampuan yang  telah diberikan oleh sang MAHA PENCIPTA.

Sehingga keberadan siswa Gifted di sekolah tidak merasa cemas, tertekan, terasingkan.
Sehingga siswa gifted dapat terhindar dari masa depan yang suram, sadis, pendendam atau bahkan pembunuh.


Semoga kita bisa berbuat bijaksana menerima segala keadaan, kelebihan dan kekurangan ana dan siswa kita. Karena segala kebaikan yang kita tanam maka akan tumbuh kebaikan pula, Namun jika menanam keburukan maka keburukan pula yang akan kita raih.

Karena dimanapun dan kapanpun Hidup itu adalah Alamiah..


Salam Perdamaian penuh LOVE
Mardiah Alkaff
23 Nop 2014





1 komentar:

BERSAMA MENCARI DAN BERBAGI INSPIRASI mengatakan...

Perlakukan siswa supernormal sesuai keadaannya, baik kelebihan dan kekurangannya, agar tumbuh positif dan bermanfaat, jangan biarkan dia tumbuh menjadi anak yang suram, pesimis,, pendendam atau pembunuh..

Tulisan Menginspirasi

BEST PRACTISE KALISA (Katrol Lift dengan STEM) Pengalaman terbaik dalam implementasi Pembelejaran Mendalam Oleh: Mardiah SMP Negeri 3 Padala...