Bercerita mengenang 20 tahun yg lalu
Kakak dan adik Mentor Karisma ITB
Berkumpul kembali adik dan kakak mentor
setelah 20 tahun terpisah oleh jarak dan waktu


   SAATNYA TELAH TIBA

Dimasa daun masih hijau, buah masih racum
mengalunlah, suara ketulusan terdenngar setiap minggu
bahkan setiap hari.
Semua kesulitan dan masalah di dengarkan dengan
kesabaran dan ketulusan sang kakak tanpa bentakan.
Tak ada pilih kasih, tak ada perbedaan semua adalah adik tersayang
alunan suara adzan, merdunya suara burung terdengar merdu
mengiringi canda tawa adik dan kakak yang beralas tikar di taman hijau yang rimbun.
Kakak  yang penuh kasih dan penuh pengertian,
berganti-ganti, tak bosan mendampingi
perkembangan masa remaja.
Membuka wawasan, menanamkan setia kawan, peka perasaan, kerja sama serta
kekeluargaan dan kasih sayang
hingga tertanam dengan dalam dalam jiwa sang adik
hingga tak ada jarak jabatan dan kepangkat
yang ada, adalah persaudaraan dan ketulusan kakak dan adik

Bertahun-tahun pembiasaan dan kasih sayang tertanam hingga
melekat dalam jiwa yang sangat kuat
Hingga akhirnya...

Tibalah saatnya...
Pembiasaan ketulusan tertular pada sang siswa penerus bangsa.
Bertahun-tahun kasih sayang dan ketulusan tersampaikan  pada di bawahnya
Bertahun-tahun semua tenaga, fikiran, jiwa dipersembehkan
dengan tulus untuk membantu anak didik, tumbuh penuh
percaya diri dan kekeluargaan.
Hari demi hari, kasih sayang, pengertian, ketulusan dipersembahkan
untuk melihat anak didik bisa tersenyum dan mengembangkan sayapnya.
Ya.karena itulah ...
jasa sang kakak membentuk adik tumbuh penuh kasih

Tibalah saatnya...
Bertahun-tahun jalan menyempit dan  terhimpit tanpa banyak tahu
benang semrawut, kapas berhamburan, kertas berterbangan pada siapa
mohon dibereskan...?
Belahan jiwa tak menentu, orang terkasih butuh kasih dan ketulusan
kepada siapa mohon pertolongan..?
belahan jiwa butuh berdiri tegak, orang terkasih harus bisa hidup
Namun..
Semua sangat sulit untuk  terwujud...
hancur lebur, prahara menghadang
Pada siapa mohon dihilangkan..?

Tibalah saatnya..
Orang sekeliling datang bagai malaikat,
Orang sekeliling datang bagai sang Dewa
Senang dan bahagia jalan terbuka lebar dan tak berbatu lagi.
Namun..

Tibalah saatnya..
Sang malaikat pergi mencampakan tak peduli
Sang Dewa meninggalkan jauh menuju kutub bumi
Kembali belahan jiwa lebih terpuruk dan lebih hancur
maka kembalilah  kasih sayang dan ketulusan tergoncang hebat
Keraguan mulai muncul, akankan karma tak berlaku lagi
Tapi Keyakinan selalu ada..
DIA pasti bijaksana.
DIA tidak buta dan tidak tuli
DIA Kan membalas kasih sayang pada sang penyebar ketulusan
DIA kan menolong pada sang penyebar kasih sayang.

Hingga...
Tibalah Saatnya..
Ketulusan kan berbalas ketulusan
Kasih sayang kan berbalas kasih sayang
Keikhlasan kan berbuah keindahan

Hingga
Tibalah saatnya...
Sang malaikat kembali hadir penuh senyuman
Sang Dewa menyebarkan harum semerbak keindahan
Untuk memberi kehidupan yang penuh kasih sayang
Untuk memberi  kehidupan yang penuh hati nurani
Untuk memberi kehidupan yang penuh keindahan surgawi..

Hingga..
Tiba saatnya..
Keyakinan semakin kuat..
DIA Maha tahu segalanya
DIA Maha kasih, Maha Sayang
Semua tak luput dari penglihatanya.
Keyakinan semakin kuat
DIA selalu ada dalam hati yang tulus dan ikhlas


Rabu
20 Agustus 2014

Bersilaturahmi mengenang saat mentoring

Mantan Pembina Karisma tahun 80-90 an
Bersilaturahmi di taman Ganesha
Reuni Pembina Keluarga Remaja Islam Salman (Karisma) ITB
Tahun 2013 di Taman Ganesha

1 komentar:

BERSAMA MENCARI DAN BERBAGI INSPIRASI mengatakan...

Kegiatan Mentoring yg santai, jalinan kasih sayang dan persaudaraan, namun membuka wawasan dan menciptakan para remaja memiliki sikap, pembiasaan dan karakter hingga bisa mewarnai dan mentrasfer pada masyarakat sekitar..

Tulisan Menginspirasi

BEST PRACTISE KALISA (Katrol Lift dengan STEM) Pengalaman terbaik dalam implementasi Pembelejaran Mendalam Oleh: Mardiah SMP Negeri 3 Padala...