PENGETAHUAN BUKAN TUJUAN UTAMA
DALAM PENDIDIKAN
TAPI SIKAP, KETERAMPILAN
YANG SANGAT DIBUTUHKAN SISWA UNTUK MEMBENTUK KARAKTER POSITIF
PERCAYALAH....
(Mardiah Alkaff)
Pelajaran di sekolah yang jumlahnya 12 sampai 15 jelas menuntut penambahan pengetahuan (kognitif) pada diri siswa.
Pelajaran yang banyak otomatis pekerjaan rumahpun sangat banyak. mampukah siswa mengerjakan PR di rumah yang banyak sementara sekolah sampai jam 3 sore bahkan jam 4, sampai di rumah jam 5 atau 6 sore karena pulang sekolah ada eskul atau ada pelajaran tambahan.
Akhirnya, banyak siswa membuat status di facebook. galau dengan tugas-tugas, pusing dan stres dengan PR.
Kurikulum 2013 sudah sangat baik menuntut ada penilaian sikap dan keterampilan lebih dirinci. Sudah kami coba, menilai sikap dan keterampilan di kelas dengan mendetil. ya ..siswa lebih tertantang untuk melakukan yang terbaik ini sudah tepat.
Tapi..ternyata siswa masih bingung, panik, stress karena tugas yang dia dapatkan berasal dari banyak pelajaran..
Inilah maslahnya, sepertinya pembuat kurikulum ingin meniru dan mencontek negara lain mengembangkan sikap dan keterampilan. ya ini sudah sangat bagus..namun ternyata belum menyeluruh. Belum memperhatikan faktor jumlah mata pelajarannya. Mata pelajaran masih banyak 12 buah. Kami pernah observasi dan mengamati sekolah di Adelaide, Australia. Disana mata pelajran wajib hanya 5 macam, matematika, sains, geografi, bahasa inggris dan olah raga..sedangkan 6 mata pelajaran lainnya pilihan yang diseuaikan minat, bakat dan hobi siswa.
.Dengan demikian siswa tidak akan tertekan dan stress dengan banyak pelajaran, malah mereka bisa mengembangkan sikap, keterampilan dan karakter dalam pelajaran pilihan yang umumnya mengolah keterampilan dengan senang dan gembira. seperti memasak, seni, bela diri, musik, teater, mesin.menjahit, melukis...nah..justru yang lebih banyaknya adalah pelajaran yang mengolah sikap dan keterampilan, bukan..?
Kita lihat kembali di tanah air, tuntutan kurikulum 2013 sudah sangat baik, Kompetensi Inti dan Standar Isi yang ingin dicapai sudah sempurna dengan menampilkan sikap dan keterampilan.
Namun masalahnya. kapan, dimana.mengunakan alat dan fasilitas apa.?
kalau jumlah jam pelajaran dan kedalaman materi masih banyak, hal yang sangat mustahil, hal yang sangat tidak mungkin sikap, keterampilan dan karakter akan terbentuk..yang ada adalah siswa yang tidak jujur, tukang nyontek, mudah mengeluh, putus asa,...mengapa..?

Karena untuk menyelesaikan tugas yang banyak, demi nilai yang ingin dicapai namun dia tak punya waktu banyak dan terlalu lelah, akhirnya siswa melaksanakan jalan pintas. copy-paste dari internet, menyontek teman atau asal saja tugas dikerjakan, ini adalah pengakuan siswa.
ya..akhirnya siswa disibukan dengan tugas dan pekerjaan yang tetap menuntut pengetahuan..
Ya..pelajaran terlalu banyak, tugas terlalu banyak, Jumlah bab dalam satu pelajaranpun terlalu padat. hal ini diluar batas kemampuan siswa, yang diharapkan siswa tumbuh dengan banyak wawasan dan pengetahuan namun kenyataannya siswa tertekan, stress dan trauma dengan sekolah,
Itulah kenyataan di lapangan.
Kapan pembentukan sikap dan keterampilan? Guru sudah pasti kewalahan juga, guru tak ada waktu untuk mengembangkan sikap dan keterampilan karena harus mengejar bahan ajar yang banyak dan padat...mungkin hanya di ektrakurikuler dan itupun hanya satu kali dalam satu minggu, mungkinkah ini akan bisa membentuk sikap, keterampilan dan karakter? tentu tidak.sangat minim sekali..
Sebenarnya sudah banyak yang merasakan dan mengamati, bahwa pendidikan di tanah air tertalu menekankan pada pencapaian Pengetahuan sedangkan pencapaia sikap dan keterampilan sangat sedikit. Sudah banyak fakta yang sangat jelas, Nyontek sudah membudaya pada siswa di tanah air. Nyontek terpaksa dilakukan karena siswa tidak mampu menghapal dan mengerjakan tugas di rumah, inilah nyontek sebagai jalan pintas. Siswa tidak bisa berlalu jujur karena terpaksa untuk mempertahankan diri agar mendapat nilai ulangan yang bagus..
Sudah saatnya para pakar pendidikan, para pengatur pendidikan untuk memperhatikan permasalahan di lapangan. Sebenarnya Kurikulum 2013 sudah sangat bagus ada 4 kompetensi Inti. yaitu Ketuhanan, Sosial dan sikap, Pengetahuan dan Keterampilan. Tapi Masalah Utama di lapangan tidak cukup waktu untuk mengembangkap sikap dan keterampilan karena 2 faktor yaitu: Jumlah pelajaran wajib terlalu banyak (12) dan tiap pelajaran jumlah bab bahasan juga sangat banyak. Inilah masalahnya sehinga Pengetahuan tetap menjadi prioritas.
Padahal, pengetahuan bukan tujuan utama, tapi yang sangat penting adalah perubahan sikap positif, keterampilan yang bermanfaat untuk bekal hidup sepanjang hayat yang dibutuhkan siswa kita. karakter Positif yang sangat diperlukan oleh generasi kita..
Jika kita menjadikan perubahan sikap dan keterampilan sebagai tujuan utama, maka pengetahuan akan bisa dicapai. namun sebaliknya jika Pengetahuan dijadikan tujuan utama maka sikap dan keterampilan tidak akan tercapai.. Percayalah...
Buka..bukalah..mata lebar-lebar kenyataan di lapangan saat ini, bukalah pandangan pada siswa di sekolah yang sedang stress dan tertekan menghadapi tugas-tuga dengan sangat terpaksa.
Sebagus apapun stretegi dan metode pembelajaran yang diterapkan, sesering diklat da pelatiha guru dilaksanakan , jika siswa tidak nyaman, jika siswa terpaksa, semua akan sia-sia saja. jadi yang paling penting adalah kesiapan, rasa aman dan nyaman siswa saat belajar tanpa penekanan dan tugas yang bertumpuk..
Semoga, mulai saat ini..banyak para pendidik menyadari pentingnya pembentukan sikap dan keterampilan dibanding pengetahuan yang akan disimpan di otak lalu dilupakan..
Semoga.. Pendidkan tanah air akan semakin maju dengan memperhatikan perkembangan sikap dan keterampilan untuk terbentuk karakter yang positif..
1 Desember 2014
Salam, untuk Kemajuan Pendidikan
Mardiah Alkaff







