PENGETAHUAN BUKAN TUJUAN UTAMA
            DALAM PENDIDIKAN 

   TAPI SIKAP, KETERAMPILAN 

YANG SANGAT DIBUTUHKAN SISWA UNTUK MEMBENTUK KARAKTER POSITIF
PERCAYALAH....
           (Mardiah Alkaff)




Pelajaran di sekolah yang jumlahnya 12 sampai 15 jelas menuntut penambahan pengetahuan (kognitif) pada diri siswa.
Pelajaran yang banyak otomatis pekerjaan rumahpun sangat banyak. mampukah siswa mengerjakan PR di rumah yang banyak sementara sekolah sampai jam 3 sore bahkan jam 4, sampai di rumah jam 5 atau 6 sore karena pulang sekolah ada eskul atau ada pelajaran tambahan.

Akhirnya, banyak siswa  membuat status di facebook. galau dengan tugas-tugas, pusing dan stres dengan PR.
Kurikulum 2013 sudah sangat baik menuntut ada penilaian sikap dan keterampilan lebih dirinci. Sudah kami coba, menilai sikap dan keterampilan di kelas dengan mendetil. ya ..siswa lebih tertantang untuk melakukan yang terbaik ini sudah tepat.

Tapi..ternyata siswa masih bingung, panik, stress karena tugas yang dia dapatkan berasal dari banyak pelajaran..
Inilah maslahnya, sepertinya pembuat kurikulum ingin meniru dan mencontek negara lain mengembangkan sikap dan keterampilan. ya ini sudah sangat bagus..namun ternyata belum menyeluruh. Belum memperhatikan faktor jumlah mata pelajarannya. Mata pelajaran masih banyak 12 buah. Kami pernah observasi dan mengamati sekolah di Adelaide, Australia. Disana mata pelajran wajib hanya 5 macam, matematika, sains, geografi, bahasa inggris dan olah raga..sedangkan 6 mata pelajaran lainnya pilihan yang diseuaikan minat, bakat dan hobi siswa.

.Dengan demikian siswa tidak akan tertekan dan stress dengan banyak pelajaran, malah mereka bisa mengembangkan sikap, keterampilan dan karakter dalam pelajaran pilihan yang umumnya mengolah keterampilan dengan senang dan gembira. seperti memasak, seni, bela diri, musik, teater, mesin.menjahit, melukis...nah..justru yang lebih banyaknya adalah pelajaran yang mengolah sikap dan keterampilan, bukan..?

Kita lihat kembali di tanah air, tuntutan kurikulum 2013 sudah sangat baik, Kompetensi Inti dan Standar Isi yang ingin dicapai sudah sempurna dengan  menampilkan sikap dan keterampilan.

Namun masalahnya. kapan, dimana.mengunakan alat dan fasilitas apa.?
kalau jumlah jam pelajaran dan kedalaman materi masih banyak, hal yang sangat mustahil, hal yang sangat tidak mungkin sikap, keterampilan dan karakter akan terbentuk..yang ada adalah siswa yang tidak jujur, tukang nyontek, mudah mengeluh, putus asa,...mengapa..?


Karena untuk menyelesaikan tugas yang banyak, demi nilai yang ingin dicapai namun dia tak punya waktu banyak dan terlalu lelah, akhirnya siswa melaksanakan jalan pintas. copy-paste dari internet, menyontek teman atau asal saja tugas dikerjakan, ini adalah pengakuan siswa.
ya..akhirnya siswa disibukan dengan tugas dan pekerjaan yang tetap menuntut pengetahuan..

Ya..pelajaran terlalu banyak, tugas terlalu banyak, Jumlah bab dalam satu pelajaranpun terlalu padat. hal ini diluar batas kemampuan siswa, yang diharapkan siswa tumbuh dengan banyak wawasan dan pengetahuan namun kenyataannya siswa tertekan, stress dan trauma dengan sekolah,
Itulah kenyataan di lapangan.

Kapan pembentukan sikap dan keterampilan? Guru sudah pasti kewalahan juga, guru tak ada waktu untuk mengembangkan sikap dan keterampilan karena harus mengejar bahan ajar yang banyak dan padat...mungkin hanya di ektrakurikuler dan itupun  hanya satu kali dalam satu minggu, mungkinkah ini akan bisa  membentuk sikap, keterampilan dan  karakter? tentu tidak.sangat minim sekali..

Sebenarnya sudah banyak yang merasakan dan mengamati, bahwa pendidikan di tanah air tertalu menekankan pada pencapaian Pengetahuan sedangkan pencapaia sikap dan keterampilan sangat sedikit. Sudah banyak fakta yang sangat jelas, Nyontek sudah membudaya pada siswa di tanah air. Nyontek terpaksa dilakukan karena siswa tidak mampu menghapal dan mengerjakan tugas di rumah, inilah nyontek sebagai jalan pintas. Siswa tidak bisa berlalu jujur karena terpaksa untuk mempertahankan diri agar mendapat nilai ulangan yang bagus..

Sudah saatnya para pakar pendidikan, para pengatur pendidikan untuk memperhatikan permasalahan di lapangan. Sebenarnya Kurikulum 2013 sudah sangat bagus ada 4 kompetensi Inti. yaitu Ketuhanan, Sosial dan sikap, Pengetahuan dan Keterampilan. Tapi Masalah Utama di lapangan tidak cukup waktu untuk mengembangkap sikap dan keterampilan karena 2 faktor yaitu: Jumlah pelajaran wajib terlalu banyak (12) dan tiap pelajaran jumlah bab bahasan juga sangat banyak. Inilah masalahnya sehinga Pengetahuan tetap menjadi prioritas.

Padahal, pengetahuan bukan tujuan utama, tapi yang sangat penting adalah perubahan sikap positif, keterampilan yang bermanfaat untuk bekal hidup sepanjang hayat yang dibutuhkan siswa kita. karakter Positif yang sangat diperlukan oleh generasi kita..

Jika kita menjadikan perubahan sikap dan keterampilan sebagai tujuan utama, maka pengetahuan akan bisa dicapai. namun sebaliknya jika Pengetahuan dijadikan tujuan utama maka sikap dan keterampilan tidak akan tercapai.. Percayalah...


Buka..bukalah..mata lebar-lebar kenyataan di lapangan saat ini, bukalah pandangan pada siswa di sekolah yang sedang stress dan tertekan menghadapi tugas-tuga dengan sangat terpaksa.

Sebagus apapun stretegi dan metode pembelajaran yang diterapkan,  sesering diklat da pelatiha guru dilaksanakan , jika siswa tidak nyaman, jika siswa terpaksa, semua akan sia-sia saja. jadi yang paling penting adalah kesiapan, rasa aman dan nyaman siswa saat belajar tanpa penekanan dan tugas yang bertumpuk..

Semoga, mulai saat ini..banyak para pendidik menyadari pentingnya pembentukan sikap dan keterampilan dibanding pengetahuan yang akan disimpan di otak lalu dilupakan..

Semoga.. Pendidkan tanah air akan semakin maju dengan memperhatikan perkembangan sikap dan keterampilan untuk terbentuk karakter yang positif..



1 Desember 2014

Salam, untuk Kemajuan Pendidikan

Mardiah Alkaff







APA DAMPAK SISWA DAN ANAK  YANG   DIVONIS NAKAL DAN PEMBUAT MASALAH

     HINDARI PREDIKAT NAKAL DAN
        SIFAT NEGATIF PADA ANAK

Satu pemandangan yang sangat mudah didapatkan di sekolah, guru mengatakan kalau siswanya nakal, tidak sopan, bodoh. karena memang di depan semua orang siswa itu menunjukan sifat negatif, tidak bisa mengerjakan soal, sering bolos sekolah, tidak mengerjakan PR, berantem dengan teman Semua sifat negatif tersebut memang dapat terlihat jelas oleh gur dan teman.

Guru akan mengatakan siswanya malas dan nakal, karena memang siswa tersebut malas dan nakal sering memuat masalh di sekolah. sehingga persepsi negatif siswa tersebut akan menyebar dibeberapa guru dan teman-temannya. sehingga siswa mengatakan dan memvonis dirinya malas dan nakal. 

Kalau sudah banyak orang dan dirinya sendiri mengatakan siswa nakal dan malas, maka apakah siswa ini akan semangat belajar dan memiliki motivasi untuk maju?
Tentu tidak, siswa yang sudah divonis nakal dan bandel ini akan sulit memangkitkan semangat belajar. lalu bagaimana tujuan pembelajaran akan tercapai secara maksimal?  Dan sudah jelas,
 mudah memvonis  sifat negatif siswa ini akan sangat merugikan masa depan dan karakter siswa, malah akan termasuk pembunuhan karakter.
Predikat-predikat buruk memang cenderung memiliki dampak yang buruk pula. Nakal adalah predikat yang tak diinginkan oleh guru, orang tua, bahkan oleh si anak sendiri. Namun, seringkali lingkungan telah memberikan predikat itu kepada si anak: kamu anak nakal, kamu anak kurang ajar, kamu anak susah diatur, dan sebagainya. Akibatnya, si anak merasa divonis.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/09/24/23024/jangan-sebut-anak-anda-nakal/#ixzz3KKPzUPVm 
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook



Lalu bagaimana seharusnya jika disekolah menghadapi siswa naka. males. sombong. cuek, dan sejumlah predikat negatif lainnya..?
Cara pertama adalah dengan aturan disiplin yag diterapkan di sekolah, jika cara ini tidak berhasil bisa dilakukan yang lebih efektif yaitu dengan Bimbingan dan Konseling


Inilah cara yang sama sekali tidak menggunakan bentuk sanksi apa pun, tetapi lebih mengandalkan pada terjadinya kualitas hubungan interpersonal yang saling percaya di antara konselor dan siswa yang bermasalah, sehingga setahap demi setahap siswa tersebut dapat memahami dan menerima diri dan lingkungannya, serta dapat mengarahkan diri guna tercapainya penyesuaian diri yang lebih baik. 

jadi..yang leih pentng dan lebih aman untuk perkembangan pribadi dan karakter siswa, Guru tidak mudah menfonis dan menjudmen siswa memiliki sifat negatif. tapi lakukanlah cara yang paling bijak sana, Pendekatan personal yang yang saling percaya, saling memahami, jauh daripenekanan, seperti pada; 
(https://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/07/08/penanganan-siswa-bermasalah-di-sekolah/)





Hindari Sebutan Nakal, sombong, egois dan sifat Negatif lainnya

Jika tuduhan nakal itu diberikan berulang-ulang oleh banyak orang, akan menjadikan anak yakin bahwa ia memang nakal. Bagaimanapun nakalnya si anak, pada mulanya tuduhan itu tidak menyenangkan bagi dirinya. Apalagi, jika sudah sampai menjadi bahan tertawaan, cemoohan, dan ejekan, akan sangat menggores relung hatinya yang paling dalam. Hatinya luka. Ia akan berusaha melawan tuduhan itu, namun justru dengan tindak kenakalannya yang lebih lanjut.

Hendaknya orang tua dan guru  menyadari bahwa mengingatkan kesalahan anak tidak identik dengan memberikan predikat “nakal” kepadanya. Nakal itu —di telinga siapa pun yang masih waras— senantiasa berkesan negatif. Siapa tahu, anak menjadi nakal justru lantaran diberi predikat “nakal” oleh orang tua, guru, atau lingkungannya!

Mengingatkan kesalahan anak hendaknya dengan bijak dan kasih sayang. Bagaimanapun, mereka masih kecil. Sangat mungkin melaku­kan kesalahan karena ketidaktahuan, atau karena sebab-sebab yang lain. Namun, apa pun bentuk kenakalan anak, biasanya ada penyebab yang bisa dilacak sebagai sebuah bahan evaluasi diri bagi para pendidik dan orang tua.


Sekali lagi, jangan cepat memberi predikat negatif. Hal itu akan membawa dampak psikologis yang traumatik bagi anak. Belum tentu anak yang sulit diatur itu nakal, bisa jadi justru itulah tanda-tanda kecerdasan dan kelebihannya dibandingkan anak lain. Hanya saja, orang tua biasanya tidak sabar dengan kondisi ini.

Ungkapan bijak Dorothy Law Nolte dalam syair Children Learn What They Live berikut bisa dijadikan sebagai bahan perenungan,

Bila anak sering dikritik, ia belajar mengumpat
Bila anak sering dikasari, ia belajar berkelahi

Bila anak sering diejek, ia belajar menjadi pemalu
Bila anak sering dipermalukan, ia belajar merasa bersalah

Bila anak sering dimaklumi, ia belajar menjadi sabar
Bila anak sering disemangati, ia belajar menghargai

Bila anak mendapatkan haknya, ia belajar bertindak adil
Bila anak merasa aman, ia belajar percaya

Bila anak mendapat pengakuan, ia belajar menyukai dirinya
Bila anak diterima dan diakrabi, ia akan menemukan cinta.


Cara Pandang Positif 

Hendaknya guru dan orang tua selalu memiliki cara pandang positif terhadap anak. Jika anak sulit diatur, maka ia berpikir bahwa anaknya kelebihan energi potensial yang belum tersalurkan. Maka orang tua berusaha untuk memberikan saluran bagi energi potensial anaknya yang melimpah ruah itu, dengan berbagai kegiatan yang positif. Selama ini anaknya belum mendapatkan alternatif kegiatan yang memadai untuk menyalurkan berbagai potensinya.

Dengan cara pandang positif seperti itu, orang tua tidak akan emosional dalam menghadapi ketidaktertiban anak. Orang tua akan cenderung introspeksi dalam dirinya, bukan sekadar menyalahkan anak dan memberikan klaim negatif seperti kata nakal. Orang tua akan lebih lembut dalam berinteraksi dengan anak-anak, dan berusaha untuk mencari jalan keluar terbaik. Bukan dengan kemarahan, bukan dengan kata-kata kasar, bukan dengan pemberian predikat nakal, sombong, susah diatur

“Kamu anak baik dan shalih. Tolong lebih mendengar pesan ibu ya Nak”, ungkapan ini sangat indah dan positif.

“Bapak bangga punya anak kamu. Ibu bangga punya murid seprti kamu. Banyak potensi kamu miliki. Jangan ulangi lagi perbuatanmu ini ya Nak”, ungkap seorang bapak atau guru  ketika ketahuan anaknya atau siswanya memiliki sifat negatif

Semoga kita mampu menjadi orang tua dan guru  yang bijak dalam membimbing, mendidik dan mengarahkan tumbuh kembang anak-anak kita. Hentikan sebutan nakal untuk mendidik anak-anak.



Semoga, orang tua dan Guru dapat mendapingi anak dan siswanya dengan penuh bijaksana dan tanggung jawab, tanpa emosi dan permushan, namun dengan menananmkan rasa CINTA dan PERSAHABATAN yang tulus dan sejati, penuh Nurani yang pastinya akan menghasilkan bunga indah yang erseri yang dapt memberi harum dan menghasilkan buah yang sangat manis,

Semoga...
Salam
 Greetings of love and friendship

Mardiah Alkaff. 28 Nop 2014













CARA MEMBANGUN KESUKSESAN YANG PENUH MANFAAT DALAM MAHA KARYA

(Sedikit Bicara banyak Bekerja)

"Seorang mukmin yang kuat Lebih baik dan lebih disukai Allah daripada seorang mukmin yang lemah dalam segala kebaikan. Peliharalah segala yang menguntngkan kamu dan Mohonlah Pertolongan Allah, dan jangan lemah semangat (patah hati)," (HR.Muslim)

Pekerjaan yang kita lakukan sehari-hari akan terasa biasa saja karena merupakan rutininas dan kewajiban yang harus dilakukan. Dan akan terasa diam di tempat dan ada pada satu titik yang tidak maju dan tidak mundur. Namun sebaliknya banyak orang kreatif yang memiliki ide dan gagasan baru yang tentunya sangat brilian.

Lalu  apakah orang kretif itu bisa sukses dan menghasilkan mahakarya? belum tentu juga
karena gagasan dan ide yang dihasilkan oleh orang kreatif  akan  bisa menggetarkan dunia jika diiringi  konsistensi atau tepatnya aksi. Memang  gagasan besar itu penting namun eksekusi yang hebat jauh lebih penting.

Selanjutnya, dunia akan mengenal anda orang hebat dan sukses, bukan dari gagasannya tapi karena karya, pekerjaan dan bukti nyata yang berwujud.

Inilah yang membedakan antara orang yang banyak berbicara dengan yang banyak bekerja. Itulah sebabnya Allah SWT sangat menghormati orang yang bekerja, bukan yang banyak bicara. seperti Firmanya, " Katakanlah, bekerjalah kamu maka Allah dan Rasulnya serta orang-orang yang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu" (QS.At-Taubah: 105)

Lalu Kyai H. Ahmad dahlan berkata, " Sedikit Bicara, banyak bekerja". dan Imam Al-Auza`i mengatakan" Orang mukmin itu sedikit bicaranya dan banyak bekerja, sedangkan orang munafik itu banyak bicaranya dan sedikit bekerjanya".

Untuk mewuudkan banyak bekerja dan sedikit bicara sebenarnya sangat mudah, Tunjukan pada dunia Gagsan anda dalam  Mega Karyamu.
 Seperti apa dan bagaimana kita membuat gagasan yang punya daya Ledak yang menuntun anda pada kesuksesan ?

Tentunya tidak bisa sekaligus jadi, perlu persiapan yang terencana, kesiapan fisik, mental, emosi, pengetahuan. Disamping itu banyak hal penting yang harus diperhatikan agar kita bisa mewujudkan Maha karya yang luar biasa sebagai tanda kita orang yang sukses,

Diantaranya:
1.Kenali terlebih dahulu kapasitas internal kita, kemampuan  dasar kita.  Apa yang bisa dan biasa kita lakukan.  Bisa  berupa kesukan dan hobi,  yang bisa jadi ini adalah kompetensi inti anda.

2.Perlu menghormati kegagalan, karena kegagalan adalah sukses yang tertunda, Terima apa adanya kegagan anda,  lapangkanlah dada anda seraya mengatakan " Saya memang gagal, tapi saya akan bangkit.

3. Membangkitkan Energi kehancuran, Jika anda telah merasakan kepahitan yang sangat maka seluruh perenungan yang dalam, jerih payah, gagasan, pengalaman.motivasi , keberanian dan ruhiyah menjadi satu energi sendiri. Energi yang sangat besar, yang jika anda berhasil mengendalikannya maka anda akan menjadi tidak terbendung. Inilah Energi Expertise.

4. Keberanian. Tunjukan keberanian kita karena tak ada yang tidak bisa kalau belum dicoba

5. Daya tahan, seberapa jauh anda memiliki ketahanan dan kekuatan dalam  menghadapi Ujian

6. Bermain dengan resiko. Ternyata bermain dengan resiko itu menantang sekaligus menyenangkan. Ia akan mempercepat pertumbhan jiwa dan kematangan emosi.

6. Nikmatilah masalah,  karena bersama kesulitan pasti ada kemudahan. Peganglah prinsip bahwa Masalah itu ibarat olah raga dan ibarat jamu bagi kesehatan. Ia terkadang pahit tapi menjadikan diri kita sehat. Marilah kita bermain di atas masalah, Jangan sampai justru masalah mempermainkan kita.

7. Orang-orang Besar di dunia ini tidaklah serta merta menjadi orang besar, tetapi mereka melewati berbagai proses, aral dan ujian.

8. Pemimpin besar memiliki firasat yang tajam, dengan firasat yang tajam itu, kita mampu membedakan mana yang asli dan mana yang imitasi, mana penipu dan mana penghianat.

Inilah beberapa tips agar kita bisa membuktikan bahwa semua kemampuan dan energi yang kita miliki dapat  mengisi kehidupan  yang sangat singkat dengan hidup penuh manfaat dan penuh berkah untuk sekeliling kita. Kita bisa saja berumur pendek namun nama kita, bisa berumur panjang dengan karya kita selalu dimanfaatkan oleh generasi mendatang.

Dan yang terpenting,

TIDAK ADA KESUKSESKAN YANG DAPAT DIRAIH SENDIRIAN. NAMUN KESUKSESAN AKAN DIRAIH DALAM KEBERSAMAAN.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat seperti yang penulisa rasakan sangat memberi dorongan dan motivasi agar  terus semangat berkarya tanpa ada kata jemu dan menyerah selama masih ada energi.

Manfaat tlisan ini berasal dari Buku yang sangat special : Dahsyatnya Energi Jiwa" ~ Surga, Tahta, Harta, dan dunia di Tangan Anda" Karya Reza M. Syarief dan Ahmad Husaini. Penerbit Qultum Media, jakarta juli 2010

25 Nopember 2014

Salam
Full Love

Mardiah Alkaff



CARA MENGHADAPI SISWA  PEMBUAT MASALAH namun CERDAS.

(Biarkan mereka tumbuh Positif dan bermanfaat, jangan Biarkan mereka tumbuh suram, pesimis, pendendam atau Pembunuh)
gifted-300x162Sangat sering di sekolah ditemukan siswa yang bermasalah. Malas sekolah,  banyak ulah, menggagu teman, melawan guru, berantem. Itulah permasalah siswa yang membuat para guru sangat kebingungan.

Umumnya  guru menganggap siswa tersebut nakal karena memang siswa tersebut dikenal sebagai trouble makers. si pembuat masalah. Sudah banyak kasus siswa nakal dapat diatasi oleh guru dengan baik, namun kadang guru sangat sulit mengatasi siswa bermasalah yang berujung siswa dikembalikan pada orang tua degan pindah sekolah atau berhenti sekolah atau tetap di sekolah dengan terus menjadi si pembuat masalah.


Itulah kejadian yang umum di setiap sekolah. Bagaimna untuk menyelesaikan permasalahan siswa bermasalah di sekolah? Salah satu langkah adalah mengamati IQ siswa tentu setelah diamati latar belakang keluarganya.


Coba kita amati temasuk IQ yang mana anak dan siswa yang ada di sekitar kita
90-109         : Rata-rata
110 – 119    : Di atas rata-rata, atau pandai
120-129       : Sangat pandai
130 ke atas  : Genius


Permasalaham anak yang memiliki IQ 130 atau lebih sering kali sangat membingungkan guru. Karena prestasi pelajaran dia unggul, bahkan beberapa mata pelajaran tertentu dia sangat menguasi. kehadiran di sekolah tidak masalah. namun yang menjadi permasalahan adalah sikap dan tingkah lakunya yang tidak sama dengan siswa umumnya, 


Bicaranya sulit dihentikan, argumennya kuat, dalam berbicara selalu ingin menguasai sehingga tidak sedikit teman menjauh dan dianggap sombong akhirnya di sekolah dia sering menyendiri.
Saat belajar tidak jarang dia ngantuk atau malah sering keluar kelas dengan banyak alasan, jika ditegur guru dia malah berargumen sehingga guru menganggap siswa tersebut tidak menghargai guru dan tidak sopan.


Ya, inilah siswa pembuat masalah yang sangat membuat bingung teman dan guru di sekolah.
lalu mengapa siswa terseut bersikap demikian ?


Selayaknya guru dan orang tua mengamati dan menyelidiki segala hal tentang siswa ini, terutama IQ yang dimilikinya, yang barangkali siswa tersebut termasuk yang memiliki IQ 130 ke atas yang termasuk genius atau Super Normal. kalau benar maka seharusnya para guru dan orang tua dapat memperlakukan dia dengan tepat karena jika salah memperlakukan maka siswa tersebut akan menjadi siswa negatif, terpuruk, drouf out atau bahkan menjadi pembunuh.
Mari kita kenali lebih jauh anak yang memiliki IQ 130 atau lebih.


A. KELEBIHAN ANAK SUPERNORMAL





Anak yang memiliki IQ 130 atau lebih memiliki  kelebihan atau kekurangannya
lalu bagaimana menanganai kasus siswa Trouble macker.Yang salah satunya memiliki IQ yang tinggi, Yang banyak juga disebut ANAK SUPERNORMAL. Sebutan bagi anak-anak yang memiliki kemampuan unggul (anak super) antara ahli yang satu dan yang lainnya berbeda-beda tergantung pandangan dan disiplin ilmu yang dianutnya. Para pendidik misalnya, lebih sering menggunakan istilah anak sangat cerdas (genius); kalangan psikolog lebih senang menggunakan istilah anak yang berkemampuan istimewa (Alimin, 2005). Ahli lain menggunakan istilah anak Supernormal (Endang, M. S., 2007) ,sedangkan UU Sisdiknas No. 20/2003 istilah yang digunakan untuk menyebut anak berkemampuan unggul adalah dengan istilah anak kecerdasan luar biasa (ABLB).


Adapun kelebihan Anak Super Normal adalah:

1. Kemampuan di atas rata-rata (above average) 
    Ditandai dengan kemampuan abstraksi yang cepat, daya ingat tinggi, tidak mudah                                lupa, daya imajinasinya tinggi dan mempunyai daya penalaran yang luas terhadap  
    pemecahan suatu  masalah.
 2. Kreatifitas (creativity)   Dia mampu menciptakan sesuatu dari hasil pengetahuannya. Juga                    ditandai dengn                       kemampuan            mengungkapkan gagasan baru dalam                          memecahkan                masalah          dan kemampuan dalam                   menghubungkan unsur-          unsur baru yang telah ada.
 3. Tanggung  jawab terhadap tugas (task commitment).           
     Ditandai dengan kemampuan menyelesaikan tugas yang telah menjadi tanggung jawabnya. Ia              memiliki kepribadian yang ulet, tekun, dan tidak mudah menyerah pada keadaan serta mampu            mencari terobosan yang memungkinkan untuk dikembangkan dalam mengembangkan                          kehidupan mendatang.
4.Segi fisik          
    Terlihat sehat, enerjik, tidak mudah lelah, dan seakan tidak mau diam dalam rangka mencari               hal baru yang dikerjakan, psikomotoriknya lebih fleksibel dan cepat dalam menerima tigas-                tugas yang diberikan
 5.Segi mental intelektual         

    Usia mentalnya lebih tinggi dari anak sebayanya, pemahamannya cepat dan kuat, senang                       menanggapi soal-soal yang mengandung pemecahan masalah dan pantang menyerah.
6.Segi sosial         

  Anak supernormal lebih senang bergaul dengan anak-anak yang berusia di atasnya, senang                  bergabung dengan kelompok yang mengandung memecahkan masalah, suka memimpin dalam            setiap event kegiatan, fleksibel, dalam bergaul, dan memiliki jaringan yang luas dengan teman-            temannya.

 7. Segi emosional         
Mempunyai kepercayaan diri yang kuat, peka terhadap berbagai hal yang ada di sekitarnya,                suka dengan hal-hal yang baru, memiliki keteguhan hati, tidak cengeng, dan menatap dunia               dengan optimistik. (Munandar, SCU, 2003).

C. CIRI NEGATIF ANAK SUPERNORMAL    

 Anak supernorml juga memiliki ciri negetif yang sering sering membuat teman dan guru tidak            menyukainya.
  1. Anak cenderung egois, memntingkan diri sendiri.
  2. Tidak peka terhadap keadaan sekelilingnya.
  3. Memiliki temperamen tinggi
  4. Mudah marah apabila menghadapi masalah yang kurang sesuai dengan suasana hatinya.
  5. Terlalu reaktif.
  6. Kadang sulit mengadakan hubungan (relasi) dengan teman sebayanya.
  7. Kepribadian kurang stabil.


D. APA MAKNANYA? GIFTED CHILDREN, SUPERIOR CATEGORY.


Dengan IQ 130 lebih, seorang anak biasanya dikategorikan superior, genius, gifted. Tetapi, perlu digaris bawahi dari pengertian ini.
National Association for Gifted Children, merekomendasikann keputusan Marland Report to Congress 1972 tentang definisi gifted :
Students, children, or youth who gove evidence of high echievement capability in areas such as intellectual, creative, artistic, or leadership capacity, or in specific academic fields, and who need services and activities not ordinarily provided by the school in order to fully develop those capabilities.


IQ 130, yang hanya mencerminkan kondisi pas-pasan dari seseorang, akan menjadi ancaman bagi individu tersebut. Bedasarkan penelitian, anak dengan IQ130 ke atas seringkali menjadi anak yang mudah patah semangat, malas, enggan bergaul, enggan menjalin relasi baik dengan guru. Akibatnya, prestasi mereka sama saja dengan anak dengan IQ 100. Individu macam ini, tidak akan terdeteksi sebagai gifted , sebab IQ tingginya tidak memberikan cerminan yang spesifik dan istimewa.
Maka kita sebagai orangtua dan guru, justru harus bekerja ekstra keras, ekstra hati-hati, ekstra luarbiasa merawat anak ber IQ 130 sebab dalam banyak kasus, anak-anak ini menjadi anak-anak yang rawan masalah.Ya..anak yang banyak masalah.


Freak 130! Inilah anak yang sering tidur di kelas, sering keluar kelas, enggan mendengarkan guru, meremehkan pelajaran, meremehkan teman-teman, merasa lingkungan menyudutkan dan tidak dapat mengikuti kecepatan alur berpikir mereka. Inilah anak trouble maker sebab sangat suka membantah dan punya cirri khas : lack of social competence! Anak 130 biasanya –malangnya- minim kompetensi sosial sehingga mereka acuh tak acuh, egois, mau menang sendiri.


Semakin remaja, kompetensi sosial yang kurang ini bisa menjadi ajang kekerasan, atau ajang self destructive. Putus asa, cepat menyerah, adalah cirri yang biasa menempel si 130 ini.
Maka, anda akan melihat orang-orang dengan IQ superios, genius atau gifted sangat mahir sebagai penjahat, mahir memanipulasi atau justru terpuruk dalam jurang kehancuran


Angka 130 masih harus terus didalami, bagaimana bakat dan minatnya. Bagaimana daya dukung orangtua dan fasilitas yang tersedia. Bagaimana kesiapan lingkungan dan sekolah untuk membentuk anak dengan IQ 130 lebih. Dan, apakah pemerintah melindungi tunas-tunas bangsa unggul macam ini?





E. LIHATLAH KISAH MENAKJUBKAN DAN MENGIRIS HATI

William James Sidis, seorang lelaki yang konon, memiliki IQ tertinggi di dunia, 254. Sumber lain menyebutkan IQ nya mungkin mencapai rentang hampir 300! Ia seorang Yahudi Ukraina. Ayahnya, Boris Sidis, Ph.D,M.D, seorang genius pula, menguasai 27 bahasa sementara William James Sidis menguasai 40 bahasa! Ibunya, Sarah Mandelbaum Sidis, M.D, lulusan Boston University. William James Sidis lulus bachelor of arts di usia 16 tahun, cum laude. Ia masuk Harvard di usia 11 tahun. Pada usia 8 tahun, Sidis mengarang buku Book of Vendergood yang mencakup bahasa Latin, Yunani, Jerman, Perancis.


WJ Sidis hidup selibat dan beranggapan tak ada seorang perempuan yang pantas untuknya.
Kehidupan William James Sidis menjadi polemic abadi hingga kini di kalangan pendidik, psikolog, media. Para pendidik menganggap ambisi Boris dan Sarah untuk menyekolahkan WJ Sidis di usia muda di jenjang sangat tinggi sebagai salah satu pencetus gangguan mentalnya. Sekalipun WJ Sidis mampu mengajar 3 kelas matematika sekaligus : trigonometri, geometri Euclidean, geometri non Euclidean. WJ Sidis juga dijuluki, peridromophile, orang yang tergila-gila mempelajari system transportasi; kehidupan sosial Sidis tak berkembang baik.


Media, turut menyumbang keterpurukan Sidis dengan selalu mengagungkannya, memujanya sehingga ia makin terisolir sebagai individu normal. Para psikolog terus meneliti kecerdasan Sidis, mengatakan bahwa inteligensi memang diturunkan , disisi lain menjadi pisau yang mencabik kehidupan seseorang bila tak diimbangi kompetensi sosial.
WJ Sidis meninggal di usia muda 46 tahun karena pendarahan otak. Hubungan dengan orangtuanya tak harmonis. Sebuah kisah menyebutkan, Boris meminta maaf atas semua kesalahannya. WJ Sidis hingga akhir hidupnya beranggapan, ayahnya telah merampas setiap kebahagiaan kehidupan. Meski Boris Sidis menyesali apa yang tidak diharapkan dalam pencapaian sang putra, WJ Sidis tampaknya tak mudah memaafkan orangtuanya.
Jumlah Anak GiftedDi Amerika, populasi anak gifted sekitar 3 juta anak, atau 5-7% dari populasi (catatan 1972). Kemungkinan hal itu akan lebih berkembang lagi. Di Indonesia belum ada data yang pasti.



F. APA YANG HARUS DILAKUKAN

NAGC menyebutkan, no one perfect programe for teaching gifted student. Tetapi, pelayanan yang kontinum (continuum services) harus dilakukan pihak-pihak terkait untuk anak-anak ini.
Pelayanan kontinum atau berkesinambungan ini harus melibatkan administrator, guru, orangtua dan murid dalam menu edukasi yang penuh penghargaan. Macam layanan dapat berupa:
• Akomodasi di kelas regular
• Tugas paruh waktu di kelas regular atau special
• Grup full time dengan anak-anak dengan kecakapan yang sama
• Akselerasi
• Pendaftaran ganda minat, dll
• Layanan yang disesuaikan lokal siswa , disini saya pikir, content religi dan sosial dapat dimasukkan seperti program menghafal Quran dll


Perlu kembali diingatkan bahwa guru, orangtua harus menjadi tim yang proaktif dan solid dalam menangani anak-anak gifted. Guru harus terus mengikuti pelatihan yang akan meningkatkan kecakapan dalam mengelola anak-anak gifted, begitupun orangtua harus lebih kooperatif memandang masalah dan solusi. System pembelajaran harus menjadi magnet bagi anak-anak ini.



G. EKTRIM KANAN ATAU EKTRIM KIRI?

Pemerintah saat ini menghimbau sekolah inklusi untuk memasukkan dua orang anak ABK yang sesuai dengan kemampuan sekolah dalam kelas pembelajaran. Banyak sekali yayasan bagi anak-anak dengan kondisi ekstrim kiri (suatu letak yang berada di sisi kiri kurva normal), dan orang rata-rata merasa iba dan berbelas kasih kepada anak-anak “ekstrim kiri”.


Anak-anak ekstrik kanan, di Indonesia belum mendapatkan tempat yang sesuai.
Boleh jadi, mereka bahkan tak menuai belas kasih tetapi menuai caci maki akibat perilaku mereka yang meresahkan
. Ya, terkadang sebagai orangtua atau guru, rasanya kesal dan marah sekali menghadapi anak sok tahu, pemalas, enggan memperhatikan dan punya hubungan buruk dengan teman-teman. Padahal, si menyebalkan itu ternyata anak gifted yang haus akan arahan.
Usai mengikuti ICP Hesos- international conference on psychology in health, education, social, organization setting, rasanya mimpi saya bertambah banyak 


Jika kita sangat peduli pada anak yang memiliki kemampuan super ini, sudah selayaknya mereka dibimbing secara khusus dalam sekolah khusus agar kemampuannya dapat berkembang dengan baik dan dapat bermanfaat untuk kehidupan nyata. yang tentunya  Sekolah yang ramah, yang memahami bahwa dibalik keunggulan inteligensi mereka yang luarbiasa, dibalik ketidak pekaan terhadap sesama, dibalik kompetensi sosial yang payah, ada sikap luarbiasa yang ada pada anak-anak 130 ini : mereka cepat belajar, cepat menangkap. Sentuhan hati untuk mereka, semoga membuat anak-anak special ini tidak menjadi trouble maker lagi, tetapi anak-anak dengan kompetensi sosial yang lebih baik, siap menjadi pemimpin dan pencari solusi.

Semoga..

Tulisan ini dapat menjadi jalan keluar bagi orang tua dan sekolah yang memiliki siswa supernormal, siswa Gifted , sehingga orang tua dan guru tidak merasakan kebingungan, tidak menekan, tidak membenci lagi malah dapat menyayangi,membantu siswa Supernormal untuk mengembangkan segala kemampuan yang  telah diberikan oleh sang MAHA PENCIPTA.

Sehingga keberadan siswa Gifted di sekolah tidak merasa cemas, tertekan, terasingkan.
Sehingga siswa gifted dapat terhindar dari masa depan yang suram, sadis, pendendam atau bahkan pembunuh.


Semoga kita bisa berbuat bijaksana menerima segala keadaan, kelebihan dan kekurangan ana dan siswa kita. Karena segala kebaikan yang kita tanam maka akan tumbuh kebaikan pula, Namun jika menanam keburukan maka keburukan pula yang akan kita raih.

Karena dimanapun dan kapanpun Hidup itu adalah Alamiah..


Salam Perdamaian penuh LOVE
Mardiah Alkaff
23 Nop 2014






 CARA MENGGENGGAM JIWA REMAJA DI SEKOLAH
                               (Mardiah Alkaff)







Menjadi seorang guru dua puluh lima tahun
Sudah  banyak mengamati karakter, sifat, kebiasaan siswa
Sudah banyak seni dan cara untuk pendekatan pada remaja pubertas
Mereka sangat unik dan khas
Seratus siswa maka seratus pula ciri dan sifatnya


Dulu waktu masih baru mendampingi dan bergaul dengan remaja
Kita masih idealis..aku guru kamu murid
Batasku denganmu sangat jelas
kalian harus mendengarkan dan menuruti apa yang aku katakan
Aku mengajar maka kalian harus menurut dan mendengar lalu kerjakan
Itulah gayaku menghadapi remaja sepuluh atau limabelas  tahun yang lalu





Namun saat ini, dengan mengalir secara alami tanpa rekayasa
Dengan berbagi, mengamati dan pengalaman semua ada perubahan
Hati dan fikiran menjadi lebih peka dan sensitif akan hati dan emosi remaja
Aku jadi sangat menikmati bergaul dan mengamati bagaimana emosi dan kejiwaan remaja.
Pertumbuh fisik sudah sangat jelas mereka tumbuh, hanya tinggi badan yang bisa kita amati dari luar

Dari dalam itu sangat sulit, namun ternyata psykologis atau tingkah laku remaja bisa kita amati.
Dengan apa kita tahu hati, fikiran dan emosi remaja?

Bagaimana kita akan tahu perkembangan emosi, sikap. wawasan kalau hanya diliat dari luar saja.
Bagaimana kita tahu perkemangan emosi, keinginan kalau hanya mengamati saat di kelas.
Sangat tidak mungkin, imposible


Dimana kita akan tahu remaja secara utuh..?
Di kelas saat mereka belajar yang dibatasi waktu dengan materi padat?
no, no. saat di kelas kita hanya punya waktu mengajar dan belajar, sedikit bisa tahu hati mereka
Di kelas guru dan murid dibatasi oleh status aku dan kamu berbeda.
lalu dimanakah kita bisa mengamati dan mendampingi pertumbuhan masa remaja?

Jawabnnya di luar kelas, di halaman sekolah atau di alam bebas
ya di luar kelas kita bisa masuk pada dunia remaja, saat istirahat
Banyak waktu santai di luar kelas tanpa batas dinding dan waktu
kita akan tahu seutuhnya phykologis remaja
Pertumbuhannya atau permasalahannya.

Denga cara apa kita tahu wawasan mereka. Apakahcara berfikirnya
dilihat, diamati dan dipandang oleh kita?

Tentu tidak.

Aku telah mencoba masuk cukup dalam pada dunianya tapi tidak di kelas saat belajar mengajar karena dibatasi waktu dan dinding

Aku mencoba menjadi teman dan sahabat siswa
Di luar kelas aku simpan dulu statusku sebagai guru,
Aku adalah teman, sahabat atau orang tua mereka

Apa yang terjadi...?
Sunggu luar biasa, sungguh banyak kejaiban yang bisa di dapat
keajaiban ya, benar suatu kejaiban yang memperkaya hati dan jiwaku

Di luar kelas aku bisa mengamati perkembangan jiwa dan psykologis siswa seutuhnya
Sehingga jika kutemukan siswa yang sangat aneh, kotroversi, siswa tak wajar
Aku harus dan dituntut belajar memahami mengapa mereka seperti itu.
Aku harus menguras tenaga dan fikiranku untuk tahu, mengapa siswaku aneh dan tak sama dengan yang lain.
Sehingga, apapun kondisi siswa, semuanya dianggap hal yang wajar saja.

Hikmahnya, adalah aku tak mudah menfonis siswa langsung melihat dari luar
Hikmahnya aku tak mudah menganggap siswa itu bodoh, siswa itu nakal, tak sopan, sombong dan sejumlah sifat negatif lainnya yang sering dijadikan cap negatif bagi siswa.

Padahal cap negatif guru tentang siswa akan membekas lama bahkan akan mempengaruhi pekembangan jiwa di masa yang akan datang/
Siswa akan memikirkan dan mencap negatif juga tentang dirinya.
Saya adalah bodoh, saya tak bisa karena kata gurunya juga saya tak bisa dan bodoh.
Ya, itulah bahaya negatif guru terlalu mudah memfonis negatif siswa.
Seringkah, kata negatif terlontar dari guru untuk siswa?

Ya sangat sering dan bukan suatu hal yang sulit ditemukan.
Tapi sebenarnya itu kurang tepat, lalu yang benarnya apa?
Kata positif dan motivasi yang dibutuhkan untuk mendapingi perkembangan remaja.


Niat guru sangat mulia menginginkan siswa menjadi terbaik dan tidak melakukan kesalahan

Namun, sering kali kita melakuka tindakan pada siswa sesuai dengan kemampuan dan porsi kita
Guru mengatakan, bahwa kamu salah, perbuatanmu tidak pantas jangan dilakukan lagi dan setumpuk nasihat, apalagi disampaikan dengan nada keras.

Mengertikah siswa dengan kata-kata itu?

Tidak.. No..No..dengan cara formal apalagi di ruang tertentu dengan banyak orang, serasa siswa terdakwa.
Mereka akan merasa aku telah dipersalahkan, padahal dia sendiri juga tidak tahu kesalahannya
tapi langsung mendapat kata salah.
Siswa akan merasa tertekan sama seperti ular yang  jika tak nyaman dan terancam maka dia akan mengeluarkan racunnya.

Jadi sangat alamiah,  siswa terancam maka diapun akan melawan, buas. Diam karena takut tapi di luar sana, dia akan melawan dengan caranya sendiri, mengumpat, dendam, benci, tak respon atau mogok, tidak sedikit siswa tidak suka pelajaran karena tak respon pada pengajarnya.
ya. itulah hidup yang alamiah..

Ya inilah tindakan guru yang umum dan mudah ditemukan di sekolah  tanah air sejak lama bahkan lebih farah lagi, pendidikan lama, jika guru menghukum kesalahan siswa dengan fisik. Hal ini akan membekas sangat lama dalam hati dan jiwanya.

Apa yang terjadi dengan siswa yang dipersalahkan?
Sudah pasti dia juga akan menyelahkan dirinya sendiri, minder, putus asa dan tidak jarang mengurung diri atau lepas kontrol mencari kesenangan di warnet atau tempat nongkrong lainnya.

Itu adalah fenomena nyata di dunia pendidikan tanah air.
Inilah cara yang sudah umum dan terbiasa di Indonesia.

Dengan kondisi seperti ini, apakah tujuan pendidikan akan tercapai,
Apakah sikap dan keterampilan dapat tercapai dengan suasa hati dan mental siswa yang sudah rapuh dan terperosok?

Sangat tidak mungkin.
Sehebat apapun metode pembelajaran. sebagus apapun strategi pembelajaran kalau siswanya sudah
tidak percaya diri, kalau siswanya sudah tidak percaya guru
Apakah tujuan dapat tercapai?
Tidak mungkin..


Lalu, bagaimana menyelesaikan masalah dan problema siswa pubertas?

Sesuaikan dengan karakter, ciri dan sifat remaja ABG
karena masa pubertas adalah masa yang rawan, peralihan antara anak-anak dan dewasa
yang masih labil, masih mencari identitas, masih mencoba, egois, sensitif., tidak mau dipersalahankan, gengsinya tinggi, merasa benar.
itulah ciri remaja yang umumnya membingungkan guru dan orang tua
Sehingga cara penanganan dan pendekatannyapun perlu teknis yang khusus dan penuh toleransi.

Akulah guru dan kalian adalah siswa yang harus patuh, status..?
No, itu sangat jelas membuat benteng, dinding yang tebal antara guru dan siswa

lalu..seperti apa untuk melakukan pendekatan remaja

Jadilah sahabat, jadilah teman remaja
Buatlah remaja nyaman ada di sisi kita
Masuklah pada dunia mereka

bersifat demokratis, terbuka, hargai pendapat dan keberadan mereka
Jika mereka salah, jangan langsung disalahkan, namun..
Tuntunlah mereka menemukan kesalahannya sendiri dengan metode MA
MA. ya  Mendengar Aktif sampai siswa tahu kesalahannya,  sampai tahu cara penanggulangganya sendiri. dengan bertanya bagaimana, mengapa, lalu..

Bukannya langsung difonis salah
Karena mereka juga punya hati dan nurani yang alamiah
Bersabar terhadap perubahan yang kita harapkan, tidak perlu cepat karena butuh waktu.
Terima semua kelebihan dan kekurangan remaja


Ketika kita bersama mereka, jadilah pendengar fikiran dan hati mereka

Dengarkan suara hatinya yang masih polos dan lugu.
Dengarkan jalan fikiranya yang masih berubah-rubah
Simpatilah pada permasalahan yang sedang dihadapinya.

Dengan pendekatan seperti ini sangat yakin akan muncul suatu keajaiban ya
                                                       KEAJAIBAN YANG LUAR BIASA.

Kita akan dinanti kehadirannya oleh mereka. Mereka akan  merasa nyaman dekat dengan kita
Mereka akan menunjukkan manja dan polos seperti pada orang tuanya
Mereka akan sangat peduli dan simpati pada gurunya.

Dan yang terpenting adalah mereka akan patuh, menurut dan respon dengan apa yang kita sampaikan dan harapkan.

Mereka menghormati kita bukan karena takut
Mereka menganggap kita orang tua bukan karena status dan jabatan
Tapi mereka menghormati kita karena hati, ya HATI dan EMOSI POSITIF
Mereka menghormati kita karena kasih sayang yang telah terjalin
Mereka akan menghormati kita karena kitapun menghormati mereka

Karena ingat..
Hidup ini alamiah.Menanan jagung maka tumbuh jagung
Menanam padi tumbuh padi
Maka menanam kebaikan dan kasih sayang pada siswa
Maka merekapun pasti akan membalas kasih sayang dan kebaikan bukan keburukan.


Dan jangan pernah bilang pada siswa, kalau kamu harus patuh dan hormat pada guru.
Jangan pernah menegur dan menyalahkan  siswa mengapa kamu tidak hormat pada guru

Jangan pernah katakan pada siswa mengapa kamu tidak mencariku malah mencari yang lain.
Sungguh memalukan sekali jika ada guru yang berkata demikian.

Siswa itu sangat cerdas walau mereka tidak berkata
karena hati nrani dan persaan merekalah yang  berbicara

Malah Mereka akan balik bertanya
Mengapa aku tidak mau mencarimu wahai guruku
mengapa aku tidak merindukanmu wahai guruku
Padahal  aku sangat ingin dekat denganmu, merindukan dan mencarimu,
 tapi mengapa guruku bukan yang aku cari..?
kebutuhanku adalah semua guru aku rindukan, tapi mengapa tidak.

Itulah suara hati siswa tapi mereka tidak Berkata.
hanya diam karena takut..

Mereka tidak perlu diajari itu..
Lakukan dulu oleh guru bagaimana cara menghormati orang lain.
Berikan contoh dulu oleh guru bagamana cara menyayangi orang lain
Pasti mereka akan meniru karena guru adalah tauladan.

Karena ingat pepatah I hear, I forget, Jika saya mendengar pasti lupa.
I see. I rememmeber, Jika saya lihat maka saya ingat.
dan yang lebih sempurna. I do, I understand jika saya lakukan maka saya memahami.

Ya itulah hidup yang alamiah.

Beri contoh supaya mereka melihat atau lakukanlah pada mereka agar mereka memahami arti kasih sayang,
Hormat dan taat. tidak perlu banyak bicara dan nasihat karena itu hanya akan di dengar dan pasti akan terlupakan..itu alamiah bukan?

Jadi cara mendapingi dan menggenggam hati dan jiwa siswa adalah dengan cara yang alami
Dihormati karena disayangi
Bukannya dihormati karena di takuti
hadirkan seluruh hati dengan positif,
Lihatlah seluruh potensi dan hal positifnya. Simpan dan perbaiki hal negatifnya dengan cara bijak dan penuh kasih sayang dan toleransi.

Sangat yakin, jika cara ini dilakukan maka kitapun akan mersa nyaman dan selalu gembira bersama mereka dengan ciri dan sifat khas mereka.
Kita akan selalu merindukan celotehan dan bawelan mereka sedang butuh perhatian


Tidak mustahil, jika mereka sudah dewasa kelak,
 maka mereka akan sangat merindukan dan ingat dengan kita, gurunya.
Bukankah  itu yang kita harapkan?
Mencari kawan dan saudara sebanyak-banyak

Selamat mencoba, Selamat mempraktekan strategi pendekatan pada siswa dengan cara ALAMIAH yang BIJAK penuh HATI dan KASIH SAYANG.

Agar Tujuan pembelajaran dalam sikap, keterampilan serta pengetahuan dapat tercapai.


Sekedar berbagi pengalaman

Salam penuh CINTA dan Penuh Hati Nurani

                      Mardiah Alkaf


               Padalarang, 6 Nop 2014







PANTAI PANGANDARAN 
TEMPAT MEMANJAKAN KELUARGA

(Mardiah Alkaff)




Kegiatan rutin harian, sekolah, belajar  juga mengajar sangat membuat jenuh dan penat.
Mengikuti kegiatan rekreasi bersama teman guru dengan mengajak keluarga sungguh suatu kesempatan yang sangat dinanti oleh anak-anak

Ke pantai..ya..pantai yang sangat jarang dikunjungi karena letaknya cukup jauh dari Padalarang, Kab. Bandung Barat. Tempat rutin untuk menghilangkan kejenuhan biasanya  bukit dan gunung yang udaranya sejuk karena sekitarnya kebun, hutan sungai. Pantai Pangandaran, suasana sangat berbeda, suara ombak, air pantai yang asin,  ombak yang datang dan pergi di pantai yang membuat seru suasana serasa kita berkejaran dengan air. Itulah suasana yang berbeda.

Pantai pangandaran merupakan pantai selatan yang ombaknya sangat besar dan berbahaya. Tapi, ada satu bagian pantai yang cukup aman untuk dijaidkan tempat bermain dan berenang, pantai pananjung.

Pangandaran..itulah pantai indah yang beberapa tahun yang lalu pernah disapu bersih oleh badai sunami bersama aceh dan daerah lainnya di Indonesia. Disini banyak bangunan yang hancur, ribuan orang meninggal. tempat indah berantakan..
Sungguh tidak disangka..setelah pangandaran disapu sunami, saat kami datang kembali beberapa kali paska sunami, setiap kedatangan, selalu ada perubahan dan kemajuan dalam pembangunan hotel, penginapan , penjual baju, souvenir dan makanan yang menjamur.

Pangandaran saat ini, paska sunami ternyata lebih indah, lebih ramai dan lebih banyak hotel dan pedagang. Bahkan permainan keliling yang dulu hanya sepeda, sekarang ada sepeda mobil yang bisa ditumpangi sampai 6 orang dengan hiasan lampu warna-warni.
Jalan sekitar pangandaranpun mendapat perbaikan.



Seperti biasa, pagi-pagi pedagang nasi wuduk dan nasi kuning datang mengantar ke penginapan, jadi kami tidak sulit untuk mencari sarapan pagi. bahkan bubur ayam sangat banyak tersebar.
Untuk makan siangpun sangat mudah didapatkan, baso, nasi padang, nasi tegal banyak dipinggir pantai. Bahkan  lotek, pecel, tahu bulat dan beraneka makanan ringan lainnya. Untuk makanan tidak perlu bekal dari rumah cukup bawa uang dan kita akan mudah memilih makan yang disukai.

Jika ingin makan seafood yang segar langsung santap panas2 kita bisa naik beca dari pantai Pananjung menuju pasar pelelangan ikan, dengan ongkos 15rb. Disitu banyak restoran seafood yang harganya terjangkau walau harganya lebih dari pasar tradisional, namun. makanan cepat saji.


Berkumpul bersama keluarga makan malam atau makan siang di retoran seafood, sangat menyenangkan karena membuat gembira dan memanjakan anak-anak sambil menimati pantai.  Karena banyak rumah makan menghadap langsung ke pantai pantai Pangandaran . Wow....indahnya pemandangan pantai sambil menikmati ikan, udang, kepiting dengan nasi panas dan es jeruk. Terlihat wajah anak-anak sangat gembira, sungguh senang walau dompet kian menipis asalkan anak bisa menikmati suasana yang menyenangkan.



Disamping pasar pelelangan terdapat hutan lindung yang dipenuhi hewan terutama kera yang siap menghampiri pengujung meminta makanan, banyak gua dan pohon tua. Jalan ke dalam..terdapat pantai pasir putih, yang sangat indah dengan terumbu karang bervariasi, ikan tanaman pantai terlihat jelas, Menuju pantai pasir putih bisa menggunakan perahu dari pantai panajung.


Yang membuat betah bermain dan melepaskan lelah untuk kami bersama anak-anak adalah bermain ombak di pantai pananjung di pagi hari sambil melihat sun raise juga sore hari menikmati sun seat.
pagi dan sore semua pegunjung pasti tumpah dan berkumpul di pantai, ini wajib dilakukan tidak boleh ditinggalkan, karena kegiatan nilah yang paling berkesan dan mengasyikan. apalagi bermain ombak sambil menggunakan selancar yang disewa 10 ribu tanpa batas waktu. Bermain air pantai yang penuh ombak bisa lupa waktu. Dua jam masih kurang. pagi dimulai jam 6, selesai jam 8 masih belum cukup.

Oleh-oleh yang bisa kita bawa adalah ikan asin jambal roti yang khas Pangandaran, mulai dari harga yang murah sampai yang super. Berbagai seafood yang sudah digoreng krispipun sekarang sudah bisa dibawa bekal. kalau ingin bawa oleh-oleh seafood udang, kepiting, cumi yang sudah dimasakpun bisa, asalkan saat dibawa, plastiknya dibuka sehingga sampai di rumah kita bisa menikmati seafood siap saji. Oleh-oleh berbagai baju batik sangat banyak tersedia. asalkan dompet tebal semua bisa dinikmat

Pangandaran,  ya pantai Pangandaran di Kabupaten Ciamis Jawa Barat, yang tidak pernah bosan untuk dikunjungi walau sudah sepuluh kali lebih mengunjungi pantai ini, ada panggilan yang terus untuk mengajak kami mengunjunginya kembali. Karena belum ada saingan di Jawa barat pantai yang luas yang dilengkapi pejual seafood dan makanan lainnya yang cepat saji.

Pantai pangandaran, tunggu kami akan datang kembali menikmati keindahaanmu, karena alam diciptakan untuk kami nikmati sebagai anugrah dari yang MAHA PENGASIH

Trimkasih buat Panitia Pelaksana
Bu. H. Ade Kartini, B Dewi, dkk...



Bandung, 18-19 Oktober 2014,
 Keluarga Ahmad Ba`abud
HIKMAH MENGAJAR IPA TERPADU
                ( Mardiah Alkaff)






Saat membahas Hk.Newton III, Aksi-reaksi, Hk. Newton I inersia (kelembaman).
300 tahun Newton merangkum gejala alam namun sampai saat ini, kita msh memikirkan kekuasaanNya yg msh tersembunyi.. sedikit-demi sedikit terungkap dalam membahas IPA terpadu di SMP,

DIA menciptakan alam Raya ini, sangat teratur dan sgt sederhana,
Semua yg ada di alam baik manusia, hewan, tumbuhan, berlaku aksi-reaksi,dan kelembaman,
Satu lg yg baru terungkap.
Mengapa matahari, bumi dan planet lainnya, selalu beredar pada porosnya, tak pernah bertabrakan.?

Karena bumi dan matahari masing-masing punya kekuatan untuk saling tarik-menarik, Namun saat ini gaya yg dimiliki msh seimbang sehingga percepat =0,


Namun jika suatu saat gaya tarik bumi (gravitasi) sudah berkurang, maka bumi akan tertarik ke matahari, percayakah anak-anak..?

sangat sederhana, dan bisa dibuktikan..
Maka, diperagakan oleh 2 siswa di depan kelas yg tangannya, saling tarik-menarik dengan gaya sama, maka kedua siswa akan tetap berdiri dan tidak jatuh. Itulah bumi dan matahari saat ini, yg msh beredar dengan teratur..
Peragaan tarik menarik tangan diulang dgn gaya full yg dimiliki siswa, ada satu siswa yg tertarik dan jatuh,
mengapa kamu jatuh nak dan bisa ditarik temanmu..?
karena temanku lebih kuat dan aku lebih lemah,
Itulah..suatu saat bumi akan melemah dan tertarik ke matahari.
weiiis,,ngeri..teriak anak.anak, benarkah..?

apa yg menyebabkan kekuatan bumi melemah..?
siswa dgn spontan menjawab.   "manusia...",
lho..kok manusia..?
ya, manusia yang menggali dasar bumi untuk gas, spt lumpur lapindo, minyak bumi di ambil terus, gunung kapur ditambang dan bukit pasir dikikis habis, lapisan ozon menipis, pemanasan global, Green House efect.
Ya,  manusia yg setiap saat merusak alam ini, untuk dimakan dan digerogoti.

Masa gunung batu dan gunung pasir dimakan. manusia, nak.?
Iya dong..dijual dulu. lalu dibelikan makana dan masuk ke perut.
Lalu...? apa yg terjadi jika kekuatan bumi melemah dan tertarik pd kekuatan yg lebih besar yaitu matahari.
Ingat..permukaan matahari, 6000 derjat celsius. kuatkah bumi bertahan.? .
No..No..itulah kehancuran bumi, kiamat kah..?.




Jadi siapakah yg menyebabkan bumi hancur berkeping-keping..?

Allah...kah...?

No..no..siswa menjawab..manusialah yg menyebabkan bumi lemah energinya lalu tertarik kematahari dan hancur, Sesuaikah dengan Hukum Newton..?
ya..ya..

Maka, jika sudah demikian kemana kita akan lari, pada siapakah kita akan mohon pertolongan..
ke bumi sebelah mana kita akan bersembunyi..
Siswa tertegun..


Hanya.yg punya alam yg dpt menolong kita.
Hanya DIA yg melindungi kita..
Jadi..dekatilah DIA..Jadilah kekasihnya..
Siswa..berfikir..

Inilah salah Himah..belajar IPA terpadu sesuai Kurikulm 2013.
Semoga Hikmah lain bisa terungkap..

Tulisan Menginspirasi

BEST PRACTISE KALISA (Katrol Lift dengan STEM) Pengalaman terbaik dalam implementasi Pembelejaran Mendalam Oleh: Mardiah SMP Negeri 3 Padala...