Tiga Hari 14  Tropi


Wow,  tiga hari berturut-turut.  Kamis, Jumat,  Sabtu ada 14 piala yang telah didapatkan oleh siswa SMP Negeri 3 Padalarang Kabupaten Bandung Barat dalam tiga buah kompetisi yang beruntun.
"Prestasi yang lengkap, membanggakan tentunya diraih dengan proses pembinaan dan latihan. Pastinya disertai  dukungan banyak pihak termasuk orang tua siswa," demikian tanggapan kepala sekolah,  Iwan Ridwan Setiadi, S.Pd,M.Pd

Juara  pertama dan pavorit Short Movie dan juara pertama Musikalisasi Puisi dalam  kegiatan  Fitrah Insani Education Festival 2020 . Kamis 13 Pebruari 2020 SMK IT Fithrah Insani sebagai panitia telah memberikan pula  penghargaan sebagai  juara 3 Story Telling dan juara Favorit Fotografi.

Film pendek karya siswa mengambil judul "Two Sides - IT Club Present."  Sedangkan Musikalisasi Puisi  berjudul "Aku" karya Chairil Anwar.

https://youtu.be/Oz9bN_Bt1qU
(Silahkan Klik ....! Film Pendek Juara Pertama)





Tim guru  yang solid dan kompak berkerja dalam menyiapkan dan melatih siswanya. Arip Budi,  Yudi Cahyadi, Dewi Risniawati, Asti Indiani  dan Nani Yuhaeni  hingga mendapat  lima  buah tropi  dalam satu hari.






Satu hari kemudian,  Jumat 14 Pebruari 2020 Futsal SMP Negeri  3 Padalarang telah meraih juara pertama dalam kompetisi di Cahaya Bangsa Classical School (CBCS)  Kota Baru Parahyangan.  Prestasi yang gemilang ini berkat bimbingan Yulia Daniawati yang juga sebagai pelatih Hoki Kabupaten Bandung Barat.



Hari berikutnya, Sabtu 15 Pebruari 2020 dalam event  LKBB BRISAKHA  tingkat SMP Se-Jawa Barat di SMA Nasional Bandung kejuaran telah diraih.  Sugiarto  Sang Pelatih Brigade Pengibar Bendera (Brigara) SMP Negeri 3 Padalarang,   yang sudah melatih sejak 2002 menjelaskan bahwa   Brigara sudah meraih ratusan tropi dari berbagai angkatan. "Prestasi Brigara  berkat ketekunan para pelatih diantaranya  Irfan Rachmansyah, M.Rady Ramadhan, Agus Gusto, Darusman Soleh," demikian Sugiarto menjelaskan.

Kejuaran kali ini telah mendapatkan 8 buah tropi dengan kriteria sebagai berikut:
1. Juara 2 Utama Lkbb Brisakha Tingkat SMP Se-Jawa Barat
2. Juara 3 Utama Lkbb Brisakha Tingkat SMP Se-Jawa Barat
3. Juara Harapan 3 Utama Lkbb Brisakha Tingkat SMP Se-Jawa Barat
4. Juara Mula 3 Lkbb Brisakha Tingkat SMP Se-Jawa Barat
5. Juara 2 Variasi dan Formasi Lkbb Brisakha Tingkat SMP Se-Jawa Barat
6. Juara 2 Komandan Terbaik ( David ) Lkbb Brisakha Tingkat SMP Se-Jawa Barat
7. Juara 2 Pbb Dasar Terbaik Lkbb Brisakha Tingkat SMP Se-Jawa Barat
8. Juara 3 PBB Dasar Terbaik Lkbb Brisakha Tingkat SMP Se-Jawa B]arat

"Mungkin baru kali ini dalam sejarah. Tiga hari berturut turut SMP Negeri 3 Padalarang menjuarai lomba di bidang dan ajang yang berbeda. Sebanyak 14  tropi dapat diraih dengan keringat motivasi dari kerja keras yang maksimal. Semua tidak terlepas dari hasil proses pembelajaran di sekolah yang signifikan. Maju terus SMP Negeri 3 Padalarang dalam menyiapkan Indonesia maju.  Alhamdulillahirrobbil alamin," demikian kesan Arif Budi,  salah seorang guru TIK dan pelatih Literasi Digital.

Penulis
Mardiah Alkaff
Padalarang 16 Pebruari 2020





SELAMAT DAN SUKSES TERUS 

TIM BRIGARA, FUTSAL, IT CLUB , ENGLISH CLUB, EKSKUL BAHASA 
YANG TERLAH MERAIH PRESTASI


Selamat untuk kalian semuanya:

A.  Musikalisasi Puisi
    1. Ziankha virginia A. (7A) 
    2. Iik Dwi Ima Wirda (8D)
    3. Puspita Agnia Hikwati Asyura (7A)
     4. Rifni Fatimah (7E)
    5. Samuel Trianto Sunardi (8C)

B. Stort Telling
   1. Risma Aulia Putri Susanto

C. Lomba Fotografi
     1. Taufik Mutaqin (9D)

D.  Short Movie
1. Dollarizki  (9C)
2. M. Aditya (9B)
3. Hanny Hartini (9A)
2.  Luqmanul Hakim, (9H)
3. Nazwa Gracelia (9E)
4. Risang Qudrotu Pratama (9D)
5. Muhaemin Nul Aziz (9D)
6. Raina sabila abdullah (8D)
7. Muhammad Alifh    Ramadhan (9D)

E. Futsal

1. M adi
2. Dandi
3. Ikhsan
4. Febrian
5. Aray
6. Dzakwan
7. Gilang
8. M Ridwan
9. Syamsul 
10. Deni
11. Yoga


Petualangan Caya dan Moli 

di  Gua Pawon.


Gambar terkait      Hasil gambar untuk animasi gambar kera   







  Hasil gambar untuk di gua pawon  

“Tunggu Moli, kakiku pegal banget, nih. Jangan tinggalkan aku dong!” pinta Caya pada sahabatnya Moli. Mereka sedang meniti tangga batu   menuju ke sebuah gua di bawah bukit kapur.  “Masa harus aku gendong, sih?” jawab monyet kecil sahabat Caya. “Ya, gak gitu juga dong,” jawab pemuda berkulit sawo matang itu  sambil cemberut.
 “Moli, kamu kentut, ya? Atau jangan-jangan, kamu  buang air besar?” tanya caya  sambil menutup hidungnya. “Walah, sembarangan, kamu menuduh aku, ya? ” seru monyet kecil sambil nyorot  
“Lah, kok ini bau banget,” jelas Caya  sambil terus berjalan ke mulut Gua Purba yang menyeramkan.
  "Makanya, jangan menuduh!  Tuh, lihat ke atas!” Monyet cerdik menunjuk atap gua..
Deg ... deg ... jantung Caya berdetak cepat, mukanya memerah. “Walah apa itu?” teriak Caya sambil mundur tiga langkah. “Weleh ... weleh, dasar manusia, kamu takut, ya?” ejek Moli sambil loncat-loncat. Caya keheranan sambil terus memandang hewan kecil yang berputar-putar di alas kepalanya. “Apa ya, burung? tapi bukan, kok bisa terbang?” bisik Caya.

Hasil gambar untuk di kelelawar dalam gua
Itu sahabat-sahabat aku, Caya.  Mereka kelelawar penghuni gua ini. Mereka baik. Bau menyengat, itu Kotoran mereka. Tapi   bermanfaat lho. Suka dijadikan pupuk.” Jelas moli sok berlagak pinter. “Tapi biasanya mereka aktifnya di malam hari. Kalau gelap mereka mencari makan, kalau siang ya, hanya di sini atau tidur di sela-sela batu itu.” Moli menjelaskan pada sahabatnya.


Puluhan kelelawar berputar-putar mengeliligi tengah gua yang ujungnya berlubang menyerupai cerobong asap.

“Nah, caya. Lubang gua yang banyak kelelawar itu, mirip cerobong asap, makanya disebut gua pawon. Pawon dalam Bahasa Sunda artiya  dapur” Kera kecil berceloteh sambil terus berjalan masuk ke dalam gua.

Ayo, dong cepat jalannya. Pinta Moli pada pemuda tampan yang suka petualang itu.
‘Awww... sakit, apa ini, gelap lagi ?” Caya berteriak. “Makanya hati-hati kawan. Ruangan ini sempit dan licin.” Jelas kera dengan pedenya.

“Awal ditemukan,  di sini banyak ala-alat dapur yang   terbuat dari batu purba. Tapi semuanya sudah disimpan di museum Geologi di Bandung.” Monyet cerdik itu memberi tahu.  

“Ayo sahabatku, kita lanjutkan.   Di dalam lebih segar karena banyak pohon dan atapnya terbuka,” jelas kera.  “Hati-hati, jalannya licin.  Tuh, kan banyak air yang menetes dari atap gua, itu stalagtit.  Karena ini bukit kapur, zaman purba ini dialiri air, karena daerah ini adalah dasar lautan.” Tambah Moli seperti profesor aja.

“Sto, stop ...  istirahat!”  pinta pemuda tampan itu.  “Ya, udah kita duduk  di atas batu yang paling tinngi itu,” Moli menunjuk batu di tengah gua.
Kedua sahabat itu melepas lelah sambil  menikmati buah-buahan.


Hasil gambar untuk animasi gambar monyet

“Batu yang kita duduki ini, tempat pemantauan ketua suku penghuni gua ini. Tapi. Sekarang ini dijaga oleh kawan-kawan ku. Tuh, lihat!  Mereka sedang bahagia melihat kita.”  Moli  menunjuk puluhan monyet yang sedang bercengkrama di atas pohon dalam gua.

Hai,  kawan-kawan. Kalian penunggu gua ini, kan? Teriak Moli.  “Benar Moli, sahut monyet yang paling besar dari atas pohon. “Caya, coba kita jalan sedikit saja. Lihat ke bawah!” pinta  monyet yang bawel.

“Wow..., apa tuh? Seperti   Tulang-tulang?” pemuda berambut sebahu itu keheran.


Hasil gambar untuk di gua pawon

“Ya, benar, itu adalah tulang manusia  yang sudah membatu. Kita menyebutnya fosil manusia purba yang merupakan nenek moyang bangsa manusia. Telah ditemukan oleh   Balai Arkeologi Bandung pada 2002” Kera cerdas itu menjelaskan pada sahabatnya.



“Ah, kamu, Moli, sok tahu lagi. Sejak tadi kamu terus menjelaskan tentang sejarah gua ini,” seru pemuda berbaju pangsi.


Gambar terkait
“Alaah, mak. Kamu ini lupa ya? aku kan, Si Moli, Moyet Literasi.  Aku banyak tahu, karena  suka membaca seperti anak-anak yang lain.  Aku sering masuk perpustakaan kalau lagi sepi. Hi...hi..hi...  Karena aku juga ingin pinter sepeti kalian.” Celoteh kera sambil memegang ekornya yang melambai ke tanah.

“Ha ha ha,” kedua sahabat itu tertawa bahagia.  “Waduh, sudah mendung nih,  Kita pulang yuk!” Ajak Caya  Mereka berdua, kembali masuk dalam gua Pawon. Dengan  hati-hati mereka menyusuri dalam gua yang sangat gelap dipenuhi  stalagtit dan stalagmit. Hingga tiba di mulut gua paling luar. 

Kedua sahabat itu berencana melanjutkan petualangan berikutnya.



Salam Petualangan
Salam Literasi

Mardiah Alkaff
Padalarang 8 januari 2020






























Speech To Text  

Merubah Suara menjadi Tulisan



 Reviu Buku dari "Rumah Belajar" Kemendikbud


Disusun Oleh:
Mardiah, M.Pd
SMP 3 Padalarang




Hasil gambar untuk gambar buku ipa kelas 8 semester 1


Peserta Virtual Conditional Training (VCT)
Bacth  5 Jabar 6.1-3



A. Reviuw Buku Pertama




Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Baiklah Pada kesempatan ini saya Mardiah dari SMP Negeri 3 Padalarang sebagai peserta dari VCT   6.1-5 Jawa Barat  tahun 2019 akan menyajikan sebuah review buku yang diambil dari "Rumah Belajar" Kemendikbud.

Bukunya berjudul Ilmu Pengetahuan Alam semester 1 untuk 8, yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun 2017.

Kelebihan buku ini ada 6 poin. Pertama, dari sampulnya sangat menarik, warnanya jelas dan cerah.  Kedua, konten gambar sudah menandakan isi buku.  Yang ketiga,  isi materi pelajaran sudah sesuai dengan silabus.  Yang keempat,  penyusunan materi sudah menggambarkan adanya IPA terpadu antara teori sains,   manusia hewan dan tumbuhan. Yang kelima, rumus yang disajikan sudah sangat sederhana sehingga siswa mudah memahami isinya.  Yang keenam,  sederhana sehingga siswa mudah mengikuti.

Kekurangan dari buku ini tidak terlalu banyak, hanya  ada 3 poin  yang dapat  saya sampaikan. Pertama, bahasanya masih terlalu sangat baku sehingga siswa perlu berpikir lama untuk memahaminya.  yang kedua, latihan soal masih mengacu secara umum pada pengetahuan saja. yang ketiga, evaluasi sikap dan keterampilan masih kurang.

Sekian review buku yang saya sampaikan. Terima kasih.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh lagu wabarakatuh.

(Untuk lebih jelas bisa dilihat video tutorial bagaimana Merubah Suara menjadi tulisan)






2. Review Buku Kedua


Hasil gambar untuk gambar buku hidup rukun tematik terpadu kurikulum 2013
                                

Baiklah Pada kesempatan ini Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Perkenalkan saya Mardiah dari SMP Negeri 3 Padalarang peserta vCT  5 Jawa Barat 6.1 kelompok tiga.  

kali ini saya memilih sebuah buku untuk di review yang berasal dari rumah belajar Kemendikbud yang berjudul Hidup Rukun. Saya tertarik dengan ini karena judulnya sangat sederhana.  Maknanya dalam buku ini merupakan buku tematik. Buku tematik terpadu kurikulum 2013 untuk guru SD dan MI kelas 2.  Hak cipta dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2017.

Kelebihan buku ini banyak sekali ada beberapa.  Pertama,  buku ini merupakan panduan bagi pendidikan dasar yang harus dimiliki oleh anak-anak di kelas rendah.  Kemudian, kelebihan yang lain ini adalah judulnya sangat sederhana namun maknanya sangat dalam dan sangat penting sehingga ada daya tarik untuk mengetahui isinya.

Kelebihan yang ketiga adalah sampulnya sangat sederhana dan ringan sehingga sangat  menarik untuk dibaca.  Kelebihan yang keempat huruf yang digunakan dalam buku ini tidak kaku namun santai dan tidak resmi, sehingga tenang untuk membacanya. Huruf ini menggunakan jenis komik. 

Kelebihan lainnya, adalah isi buku ini sangat variatif untuk membina hidup rukun disajikan dalam pelajaran yang sangat menarik misalnya bernyanyi bercerita diskusi bermain kegiatan bersama orang tua dan lain-lain. 

Kelebihan lainnya buku ini adalah latihan dan penugasan nya sudah mengarah pada sikap keterampilan, tidak terfokus pada pengetahuan saja. Dari banyaknya kelebihan itu hanya sedikit sekali kekurangan dari buku ini yang saya amati.  Pertama. perpaduan antara kegiatan 1 dan kegiatan lainnya kurang terlihat adanya benang merah tapi hanya sedikit saja kekurangan.  Gambar dan ilustrasinya itu kurang banyak, hanya sedikit . 

Ketiga, bahasa yang digunakan Sudah santai namun masih terdapat kekakuan namun secara umum buku ini sangat menarik baik dari judul isi ataupun pemilihan huruf yang digunakan demikian review yang saya lakukan dari buku ini.

Sekian dan terima kasih.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

  

Untuk leboh jelasya, bisa dilat dlam link ini: 






      







Padalaraang 
11 September 2019

Mardiah Alkaff
08122017090 / mardisyakir@gmail.com



BOTRAM  ITU BELAJAR KARAKTER LHO!



     

"Botram adalah istilah untuk Makan Bersama di Jawa Barat"


"Aku dulu bu, aku yang ini, ah..ibu".  Siswa anggota Science Club, menyodorkan  nasi beralas kertas untuk minta bagian rendang.

 Makan bersama dilapangan sekolah. Walau harus berebut nasi, berbagi ayam,  menarik kerupuk dan sambel. Diakhiri berebut minuman gelas.

 Aku hanya bisa tersenyum haru dan bangga.Mengapa?
 Adik-adik  patungan uang dan beras satu gelas untuk membahagiakan kakak kelasnya. Dikelola oleh ketua angkatan, diam-diam sang adik menyediakan kado istimewa buat sang kakak  yang akan melanjutkan ke SMA.  Artinya, kakak akan meninggalkan adik di SMP. Sedih dong, pastinya sih. Mereka akan kehilangan karena sudah  akrab saat  kakak  membimbing dan melatih   selama dua tahun.

 Aku sebagai pembina,  sangat bahagia walau harus memasak semua makanan untuk mereka.
Berbagi dan makan bersama, yang biasa disebut botram, membuat mereka sangat bahagia.Walau kebagian sedikit. Walau harus satu alas bertiga, walau harus  menarik daging ayam. Namun semua wajah  penuh tawa dan gembira

Hanya beralas kertas nasi, duduk di lantai  melingkar, namun kepuasaan terpancar dari aura wajah yang ceria. Pembelajaran kebersamaan, saling berbagi telah mengajarkan banyak  karakter yang dilalui dengan kebahagian.

  Aku tak pernah merasa bosan dan lelah. Kegiatan ini rutin dilakukan dalam akhir semester. Bahkan siswa  akan menagih botram jika aku lupa.

 Tak perlu merasa lelah, walau aku harus belanja ayam 9 kilo lalu memasak di rumah. Menyiapkan nasi untuk 130 orang. Tidak mengeluh karena terobati  saat melihat mereka makan melingkar di lapang dengan canda tawa. Saat itu timbul kebahagiaan seorang ibu yang melihat anaknya makan lahap.

 Mungkin di rumah masing-masing, menu makanan lebih enak, duduk di meja makan, piring bagus dan menarik. Saat ini,   serba sederhana namun dilakukan bersama teman, adik dan kakak kelas.

 Apalagi para alumni memandu   outbond permainan berkelompok. Satu kelompok diikat dengan rapia yang anggotanya campuran kelas 7, 8 dan 9.

  Kembali aku hanya bisa haru dan bangga. Alumni yang dulu pun  adalah siswa  SMP, kini telah mampu menjadi pemimpin.  Bisa mengarahkan adik-adiknya agar  bekerja sama dalam menyelesaikan permasalahan.

Dari kegiatan ini sangat terlihat  jelas bahwa pembelajaran karakter bisa dilakukan dengan  menyenangkan dalam suasana yang santai.

Patungan, makan bersama, berbagi, bermain kelompok membimbing, mengatur acara  semua dilakukan dengan tanggung jawab dan sesuai kemampuannya.

Perencanaan dan pelaksanaan semua dilakuka oleh siswa. Guru hanya mengarahkan dan membantu.



 Inilah pembelajaran berakter. Sederhana, namun belajar langsung pada satu kegiatan nyata.
Tidaklah sulit menumbuhkan karakter positif bagi siswa. Asalkan guru kreatif mencari bentuk dan strategi, semua akan dicapai dalam kebersamaan dan suasana yang bahagia penuh kesan positif.

 Salam Belajar Berkarakter dalam kebahagiaan.

Padalarang, 27 Mei 2017
Melepaskan Science Club. 010.




SEMAKIN KEBAL


Mereka yang menganggap aku orang lugu tak punya perasaan
dan tidak peka terhadap sekitar.
Mereka yang menganggapku orang ambisi 
dan selalu banyak aksi tak tahu diri.
Mereka yang menganggapku pembuat kesalahan
dan selalu salah.

Biarlah itu pikiran mereka yang hanya mampu
 melihat permukaan laut berombak dan berangin kencang, 
tapi tidak pernah menyelami dalamnya lautan.
Biarlah mereka hanya mampu melihat pucuk daun pohon beringin 
yang akarnya tidak pernah mereka gali.

Biarlah mereka hanya sebagian kecil dari rasa sakitku. 
Sedangkan aku telah melewati rasa sakit yang lebih parah dari itu semua.
Aku mampu tertawa dihadapan mereka.
 Aku sering tersenyum dan bahagia dihadapan banyak orang.
Tapi mereka tidak akan pernah tahu ketika aku sendiri di tengah malam. 
Senjataku hanya tangisan.
Sahabat ku adalah Rintihan .

Biarlah mereka memandangku dengan sudut mata. 
Biarlah hanya noda hitam dan kesalahan yang mereka pandang tentang diriku.
Biarlah mereka sibuk dengan pembicaraan buruk tentang diriku.

Namun tahukah kamu..?
Ternyata pandangan negatif mereka sangat berharga untuk kemandirian jiwaku. 
Mereka telah menguji jati diriku.

Karena mereka kini aku mampu melihat dengan mata batinku.
Karena mereka kini aku mampu melihat dengan hati bukan pakai otak.
Mereka membuat aku peka dengan sorot mata dan gerakan kecil tubuh.

Karena mereka aku mampu merasakan energi negatif dan positif 
yang menyebar dalam ruangan yang pnuh orang
Rasa sakit karena mereka 
membuat aku tahan dan kebal terhadap angin kencang yang lebih dahsyat.

Biarlah topan menerjang dengan ganas
 namun tak akan mampu merobohkan pohon kelapa yang kuat akarnya.

Pohon kelapa akan tetap kuat, 
semakin tinggi dan berbuah lebat yang penuh manfaat.

Saksikan wahai dunia pasti semua akan indah pada saatnya.

Padalarang. 9-9-2016
M.alkaff



                                ALAM  KRITIS DAN  GERSANG
                      MEMBUAT SISWA KUAT DAN TANGGUH

                                              (Mardiah Alkaff)


                   








Minggu pagi  25 Oktober 2015 anggota Science Club  SMP Negeri  Padalaarang hadir  satu persatudilapang parkir sekolah. Tepat pukul  07.00 hampir semua anggota baru angkatan 11 sudah berkumpuldengan berpakain seragam olah rahga.. Kakak angkatan kekas 8 dan 9 denga berpakaiseragam orange dan hijau membimbing adik-adiknya



Kelas 9 sebagai panitia dengan ketua panitia Steven Yehelsken Gultom.  Seksi acara Pamela Ratu Kintan membimbing merapihkan anggota baru menjadi 7 kelompok.  Sedangkan  kelas 8 (SC angkatan 10)  berbagris seusai penjaga pos menjadi 5 kelompok. Di depan anggota baru, berbaris anggota  senior mulai angkatan 1 sampai 8 yang saat ini  suduh bersekolah di SMA, Kuliah ataupun bekerja,

Ya inilah gambaran kepemimpinan dengan pembagian tugas dan peran di Ektrakurikuler Scienc club.  dalam  kegiatan Pelantikan dan pengesahan anggota baru SC yang dilaksanakan satu tahun sau kali yang bertempat di alam. Untuk kali ini berlokasi di Gunung Hawu  Padalarang yang termasuk batuan kapur, kawasan Kars Citatah.

Tepat pukul 07.30 penjaga pos yang dipimpin sang ketua panitia dan ketua umum SC angkatan 9 (Fachrul Dena)  berangkat di awal dengan tujuan untuk menentukan lokasi  pos yang akan dilalui oleh semua peserta.
Kami sebagai pembina bersama alumni memberangkatkan satu persatu kelompok dengan berseling 10 menit.

Pukul 08.00 semua peserta udah meninggalkan sekolah untuk menuju alam dengan hiking menuju Cipadang Manah. sawah kering, lumpur, tanah retak yang fininshnya di tebing Hawu Padalarang.

Awal menginjak alam, sejauh mata memandang hanya sawah kering dan tanah retak pemandangan yg kami lihat. Di ujung sawah tampaklah sebuah bukit kapur yang sudah terkupas setengahnya tanpa pohon dan berwarna putih
Ya bukit sedang luka, mengangang daging dan kulitnya yang sudah terkelupas.
Inilah pemandangan yang membuat kamipun merintih sedih karena harus menikmati alam yang rusak, mengering dan tandus.

Semua anggota Science Club beserta Team Rescue, bisa istirahat sejenak di pos. Sambil menunngu, kami berbincang melepas kangen dengan alumni yang sudah 8 tahun yang lalu meninggalkan SMP yang baru saja Lulus dari Politeknik Bandung Jurusan Energi yaitu Hani Aprianti. Dia anggota SC pertama  yang sepuluh tahun  lalu tahun  2005 merintis eskul SC dengan penuh perjuangan dan tantangan.

Telpon berdering, ketua umum SC angkatan 7 ( Agus Maulana) meminta izin kalau anggota baru SC boleh berjalan melalui sawah berlumpur,
Tentu kami  mengizinkan, karena ini adalah perjalannan menguji mental yang akan berbeda dengan sebelumnya yang  tanpa bentakan, tanpa marah-marah, tanpa penekanan. dan tanpa bulying.
Ya.. biarkan alam yang megujinya.
Biarkan alam yang akan memberi pelajaran kekuatan jiwa dan fisik anggota SC.
Saat ini, uji mental tidak perlu lagi oleh kakak kelas.
Dengan nada wajar  halus dan canda di pos 3 anggota baru menyusuri sawah berlumpur sehingga celana dan sepatu kotor.
Ya inilah pembelajaran berharga untuk remaja yang tidak boleh rewel dan cengeng jika kena kotor.
inilah latihan kalau anggota SC berani kotor
Tapi nampak pada anggota baru wajah berseri tanpa dendam pada kakak kelasnya.
"ayo.. SC berani kotor, SC tidak takut kotor" semakin tampak wajah berseri di wajahnya.

Saya kembali melanjutkan perjalanan menyusul kelompok 3 dan 4 yang sudah duluan menuju pos 4.
Jalan yang harus harus kami lalui adalah  sawah yang sudah mengering dan retak. Inilah akibat dari kemarau panjang.
Coba apa yang menyebabkan bumi semakin panas an kemarau lama?
Disela istirahat saya mengajukan pertanyaan pada anggota SC.

Ini akibat ulah manusia. Pemanasn Global (Global warming), suhu bumi meningkat tinggi, kemarau cukup lama. ini adalah dampak dari Green  House Efect karena asap kendaraan bermotor, pabrik, kebakaran hutan sehingga di atmosfeer gas rumah kaca semaki menumpuk.

Perjalanan kami lanjutnya dengan cepat untuk menyusul kelompok 2.
di akhir Pos 5, jalanan mulai menanjak,  bukit kecil disampingnya ada selokan.
Sungguh berbeda dengan satu tahun yang lalu.
Selokan tanpa air, pohon di bukit mengering, rumput  dijalanan  tidak nampak.
Jalan menaik di  bukit kapur,  cukup melelahkan karena panas terik
Hanya 5 menit kami harus mendaki, tibalah kami di puncak bukit kapur.

Sungguh aneh pemandangan disini, seperti  tempat asing yang baru kami singgahi,
padahala kami sering ke sini. Hanya dinding batu yang berlubang di tengah sebagai tanda  bahwa ini adalah tempat biasa kami kunjungi, Tebing Hawu kars Citatah

Lalu...apa yang berbeda?
Ya.Sangat berbeda.
Pohon dan tumbuhan sekitar tempat kami berteduh telah menghilang karena mengering, hanya ranting dan pohon mengering yang tersisa

Sehingga pemandangan tampak luas.
pohon bambu hanya  batangnya saja..
Sehinga tidak ada tempat berteduh untuk kami.
Hanya beberapa pohon yang bisa kami duduk di bawahnya padahal jumlah kami hampir 200 orang. Padahal ini adalah tempat tujuan akhir  kami.
Sungguh.aneh dan berbeda karena kemarau yag sangat panjang.

Namun agak ke atas dibawag tebing.nampak ada saung bambu..
Dimanakah pemuda Citatah pemandu kami yang sedang menunggu untuk membimbing.
ya. di saung  itulah mereka menunngu kami.
Agak sulit mendaki bukit untuk menuju saung namun untunglah  tidak tinggi.
Saya bersama pembina lainnya ibu Rini Wulan menju saung.

Alhamdulillah disini kami bisa istirahat sejenak..
Dengan ngobrol beserta  pemuda penunggu tebing Hawu yang banyak diantaranya mantan   muridku di SMP. Kami bisa  bercerita tentang kawasan Gunung Hawu, panjat tebing dan akibat kemarau di daerah ini. Kami juga merencakana mengifus tanaman untuk memberi air agar  mengurangi  kekeringan.

Dari atas tanpak pemandangan lebih luas lagi, namun tetap saja tanaman mengering.
 Rumput menghilang dan cuaca sangat panas,  sehingga kami sangat kekurangan air minum..
Dengan makanan cemilan yang ada kami bisa berbagi.

Setelah semua anggota sampai disini, tujuan akhir maka kami  semua beristirahat sambil makan yang di bawa dari rumah.  Hanya duduk ditanah berteduh matahari langsung harus kami jalani bersama. Hanya  ada pohon beberapa saja. Di depan kami ada tebing hawu yang sedang di daki oleh beberapa pemuda . Olah raga  panjat tebing, Rock clambing. Beberapa anggota sc mencoba panjat tebing dengan perlatan lengkap dipandu oleh mereka. Panjat tebing ini   membuat senang dan memberikan tantangan yang seru.


Cuaca semakin panas dan waktu sudah menunjukan  pukul 12.00.
Sungguh menyengat, maka  acara yang sudah kami jadwalkan dipersingkat. Dengan menghilangkan permainan dan game.

Acara inti adalah adalah  pelantikan dan pengesahan anngota baru Science Club angkatan 11.
diawali dengan menyayikan lagu Indonesia Raya.





Di Bawah terik matahari bersama-sama, inilah pembelajaran keadilan untuk kuat dan tangguh terhadap cuaca ektrim dan sulit. Semua dalam kebersamaan  merasakan terik panas matahari sampai ke ubun-ubun. Dalam kebersamaan semua  merasakan kehausan.
inilah pemeblajaran kebersamaman dala kesulitan..
Namun suasana ini  kita bisa nikmati dan lalui dengan senang dan gembira..
Ya memang, karena jika kami bersama akan selalu  gembira walau dalam kesulitan.
Kegembiraan kami ditambah dengan  menyanyiikan lagu Halo-halo Bandung, Tepuk Sc dan selfi..

Sekitar 3 jam kami di tebing Hawu, tepat pukul 13.00  kami harus meninggalkan tempat ini. Di belakang kami ada  Crew Film dari Trans TV yang sedang shooting. My Trip, My Adveture untuk  mengambil gambar tebing dan olah raga panjat tebing. Momen kehadran mereka menjadi pusat perhatian kami karena adanya artis idole remaja yaitu DION WIYOKO.





Perjalanan pulang mengambil jalan berbeda. menyuri jalan besar lurus.
Namun lagi-lagi,  ini adalah uji mental dan fisik untuk kami  semua.
Jalan yang dilalui memang datar namun debu dan panas nya itu membuat kami harus menahan haus namu lagi-lagi kami dalam suasa gembira.

Berjalan dalam panas dan debu namun penuh canda tawa dan tentunya berselfie.
Jalan yang dilalui tampak bukit kapur yang sudah rusak tinggal sepotong lagi.
Dinding bukit itu satu tahun yg lalu masih tebal dan sekarang sudah menipis.
Nampak truk pengangkut batu dan traktor pengeruk bukit  untuk mengikis batuan kapur.

lagi-lagi kami kami mengusap dada dan berkata...


"Haruskah ini terus terjadi sampai bukit datar dengan tanah ?".
"Haruskah  kami biarkan terjadi sampai bukit menghilang ? "
Karena kami hanya seorang guru, karena  kami hanya siswa, karena kami hanya remaja yang masih sekolah
Apa yang bisa kami lakukan dan apa yang bisa kami perbuat?
Tidak ada, tidak bisa berbuat banyak
Untuk saat ini hanya bisa memandang dan menyaksikan alam dan bukit dirusak oleh
belalang besi raksasa.
oh..alam sedang merintih kesakitan namun kami hanya diam dan terpaku
Maafkan mereka yang tidak memahamimu
maafkan kami yang tidak bisa membantumu


Perjalanan pulang menuju jalan raya besar ternyata cukup panjang. kanan dan kiri jalan dihiasai bukit kapur yang rusak dan memutih.
Kaki melangkah di jalan yang berdebu  tebal sehinnga membuat kami harus terpeleset berjatuhan karena licin.

Inipun  pembelajaran sikap dan karakter karena kami harus melewati  alam yang tidak sulit namun penuh tantangan terhadap panas, debu , licin dan tanpa air minum
Ini adalah uji metal dan fisik buat kami semua,

Perjalanan ini telah memberi pelajaran berharga yang tidak didapatkan di kelas
Kegiatan ini penuh tantanan namun siswa merasa seru dan menyenangkan

Mengapa alam menjadi gersang dan krtis..?
ya... ini adalah ulah manusia jangan pernah menyalahkan Tuhan..
Terlalu banyak asap pabrik, asap kendaraan bermotor, kebakaran  hutan dan asap rokok
yang menyebabkan  bumi semakin panas.
Namun banyak  manusia tidak menyadarinya.
Pemanasan global, apa  akibatya..?
Ya es di kutub utara dan selatan mencair.
Permukakan air laut naik.cuaca berubah, iklim berubah
dan kemarau menjadi panjang waktunya



Kemarau yang sangat panjang membuat sawah kekeringan, tanah retak, pohon mengering,
tinggal ranting,. cuaca yang sangat panas menyengat.
 Harus kami lalui dan nikmati..
Kami harus bersahabat dengan alam yamg kritis dan merintih
Kami harus merasakan jalanan sawah yang kering yang retak.
Kami harus menikmati sengatan matahari yg menusuk sampai ke ubun-ubun
Haus dan dahaga harus kami tahan karena tubuh kami cepat mengering
Jalan yang menurun penuh debu tebal, kering yang membuat kami harus berjatuhan terpeleset
Sepatu dan baju kami harus berbekal debu.

Semua kami jalani dengan senang dan gembira
karena...
kami adalah Eskul yang siap menghadapi tantangan, kuat dan tangguh.
Karena Kami telah diajarkan oleh alam.
Alam adalah guru kami..
Alam telah mengajarkan kami arti kesabaran dan keikhlsan
Alam telah mengajarkan kami arti kebersamaan dalam kesulitan
Alam telah mengajarkan kami untuk peduli pada lingkungan yang rusak dan kritis.
Alam telah mengajarkan kami Cinta pada PenciptaNya

Salam Lestari

Science Club SMP Negeri 3 Padalarang
Kuat dan tangguh karena Alam


Padalarang 1 Nopember 2015
Mardiah Alkaff
Mardisyakir@Gmail,com
08122240604








Tulisan Menginspirasi

BEST PRACTISE KALISA (Katrol Lift dengan STEM) Pengalaman terbaik dalam implementasi Pembelejaran Mendalam Oleh: Mardiah SMP Negeri 3 Padala...