Alam Guru Profesinal Pembangun Karakter Profil Pelajar Pancasila

Mardiah Alkaff

(SMP Negeri 3 Padalarang)

 

A.  Mengapa harus belajar di alam?

     




 

Belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di dalam kelas atau laboratorium sudah merupakan hal yang biasa sejak lama. Pembelajaran yang dibatasi oleh waktu, dinding dan ruangan  belum maksimal dalam menumbuhkan sikap dan karakter. 

Prestasi siswa saat ini pun masih ditentukan oleh angka dan rangking yang berasal dari ranah kognitif.  Sedangkan sikap dan keterampilan masih terabaikan. Seperti menurut Majid dan Andayani (2011:108), bahwa “Tujuan pendidikan yang selama ini terabaikan  atau mungkin gagal tercapai adalah pembentukan karakter (character building). Karena Pola pendidikan di sekolah terlalu berfokus pada penguasaan aspek kognitif, sementara pembentukan karakter kurang diperhatikan.”

Dengan demikian, sebagai guru yang kreatif  harus mencari metoda dan strategi belajar yang dapat membangkitkan sikap dan karakter siswa dengan maksimal,  agar seluruh potensi yang terpendam  dapat muncul. Terutama sikap peduli lingkungan dan masyarakat sebagai bekal untuk masa dewasa jika mereka kelak menjadi pemimpin.

Belajar dengan pendekatan lingkungan melalui perjalanan (Field Trip) secara berkelompok dengan memilih waktu di luar jam pelajaran,  merupakan kegiatan yang sangat digemari peserta didik. Terlihat, saat kegiatan di luar sekolah,  muncul berbagai karakter secara alamiah.

Ada dua objek yang biasa  kami kunjungi yaitu Gua Pawon dan Stone Garden. Keduanya merupakan tempat wisata bersejarah yang dekat dengan lokasi sekolah.

Gua Pawon   merupakan sebuah  gua asli peninggalan zaman purba yang  di dalamnya  ditemukan fosil manusia. Sedangkan Stone Garden   merupakan sebuah sebuah bukit yang dikenal dengan taman batu purba.  Keduanya,   merupakan  objek wisata tempat istirahat dan berfoto karena pemandangannya sangat indah yang mudah dijangkau dengan jalan kaki.

 

B.  Ekskul Petualang Sciece Club  Field Trips dengan Hiking.

 belajar langsung  di lingkungan alam terdekat dengan observasi  melalui perjalanan (Field Trip) yang dilakukan secara berkelompok di luar jam pelajaran. Kegiatan ini merupakan penjelajahan rutin yang dilakukan oleh Siswa  SMP Negeri 3 Padalarang dalam ekstrakurikuler Sciecen Club sejak tahun 2005.

      Gua Pawon dan Stone Garden merupakan lokasi yang cukup dekat dengan sekolah dan tempat tinggal siswa.  Di Gua Pawon terdapat  peninggalan sejarah purba.  Sebagai buktinya, telah  ditemukan situs manusia purba dan batuan  kapur yang berfosil.  Di dinding gua  terdapat  stalagtit dan stalagmit. Di dalamnya, ditemukan juga perkakas dapur batu yang sudah dikelola oleh Dinas Pariwisata dan Kepurbakalaan Kabupaten Bandung Barat. Belajar  dalam gua dipandu oleh guide setempat.

Objek kedua yang dikunjungi adalah  Wisata Taman Batu Purba Stone Garden. Menuju lokasi ini dilakukan dengan hiking, yaitu berjalan kaki  melalui bukit dengan kemiringan sekitar 90 derajat. Perjalanan hanya sekitar satu jam,

Di Stone Garden, semua peserta mengamati lingkungan sekitar yang sangat jelas adanya polusi, pengrusakan alam, penambangan juga dapat menikmati indahnya alam.  

                   Belajar di alam melalui field trip  mudah  dilaksanakan dan sangat   membahagiakan.   Banyak gambaran indah yang bisa  dilihat langsung. Alam juga  menyediakan  tantanngan yang menyenangkan yang dilakukan dalam kebersamaan.

Alam   menyediakan  sumber belajar langsung  dalam pembelajaran   keanekaragaman mahluk hidup, sejarah, pencemaran, pemeliharaan dan pelestarian lingkungan hidup serta pengrusakan lingkungan karena  penggalian bukit kapur.

               

 

C.  Alam membangun  berbagai karakter dan sikap positif

      Berdasarkan pengalaman,  belajar di alam melalui perjalanan (field Trip)  dapat menumbuhkan berbagai sikap positif hingga mampu membentuk karakter siswa.

Karakter   Profil Pelajar Pancasila yang diharapkan muncul dapat tercapai dengan kegiatan ini.    Berketuhanan dan berkalaq mulia, Berkebhinekaan global, mandiri, bergotong royong, berpikir kritis dan kreatif dapat terbangun. Apalagi dilakukan secara rutin dan berkala, hasilnya akan lebih maksimal.

Alam  menjadi sumber belajar yang lengkap dan menyenangkan,  karena dapat menambah pengetahuan dan mampu menumbuhkan banyak karakter untuk mencapai siswa yang berkualitas. Ilmu yang didapat ,  berupa gambaran nyata yang mudah dipahami karena disimpan di otak kiri.  Dan  alam dapat  memberi  tantangan yang  menyenangkan dalam kebersamaan yang mampu membangkitkan rasa ketagihan untuk mengulang kembali belajar melalui field trip.

Persiapan di sekolah yang dilakukan secara kelompok, membawa perlatan,  dapat membangun karakter kerja sama dan gotong roryong serta tanggung jawab. Karena hal ini akan digunakan dan kepentingan sendiri, maka biasanya siswa akan penuh tanggung jawab mengerjakannya. Secara tidak disadari oleh  siswa, guru sudah membangun karakter.

Saat field trip dengan hiking, siswa akan menyusuri perkampungan, desa, batu-batuan purba dan  bukit. Sekitar satu atau dua jam mereka berjalan. Kegiatan ini mampu membangun  banyak karakter alami. Guru tidak perlu berceramah atau menjelaskan, namun siswa sendiri yang akan mengalami dan merasakannya bagaimana alam membangun karakter.

Di Gua Pawon terdapat situs manusia purba, batu berfosil, stalagmit dan stalagtit. Inilah bukti-bukti sejarah yang akan menambah wawasan dan pengetahuan siswa. Sehingga belajar langsung. akan mudah diingat sampai mereka dewasa,

Saat mendaki bukit menuju puncak dari Gua Pawon menuju Taman Batu Purba Stone Garden mereka akan merasakan lelah perjalan dalam keadaan panas atau hujan. Namun karena dilakukan bersama teman,  mereka terlihat Bahagia. Bercanda dan tertawa lepas biasanya muncul selama pendakian. Padahal perjalanan penuh tantangan. Inilah saatnya membangun karakter kuat dan tannguh, mandiri dan berani menghadapi tantangan.

Siswa berada  dalam kelompok, biasanya sekitar 7 sampai 10 orang. Selama perjalanan tidak jarang ada yang kelelahan atau kehabisan makanan. Di sinilah guru sebagai pembimbing mengarahkan untuk menjaga kekompakkan dan kebersamaan walau kemampuan anggota berbeda-beda.  Sehingga siswa akan menunggu teman yang terlambat atau kelelahan, bahkan akan berbagi minum atau makanan jika ada  yang tidak membawa atau kehabiasan. Inilah saatnya  membangun karakter gotong royong, peduli teman dan menghargai perbedaan.

Karena perjalanan di bawa ke alam berupa  gunung, bukit dengan pemandangan yang sangat indah. Langit terbentang dengan sangat jelas dilihat dari puncak bukit. Maka saat istirahat, guru bisa menjelaskan kalau alam yang sangat indah adalah ciptaaan Tuhan.   Manusia harus mensyukurinya,  menjaga dan melestarikannya. Disinilah sangat tepat, mengajarkan siswa Berketuhanan Yang Maha Esa dan beraklaq mulia dalam mencitai alam agar lestari.

Dari lokasi  puncak bukit Stone Garden,  terlihat  adanya penambangan batu kapur dan pabrik pengolahannya. Sehingga siswa dapat mengamati dengan sangat jelas,  banyak bukit kapur yang rusak, tinggal sepotong, atau hancur. Dari pabrik pengolahan batu,  terlihat  debu kapur putih dan asap hitam mengepul dari pembakaran.

Kondisi alam rusak dan polusi udara ini, merupakan sumber belajar yang sangat sempurna. Guru tidak perlu menanyangkan foto dan gambar, guru tidak perlu berceramah, siswa tidak perlu membaca buku. Namun mereka tetap harus membaca alam yang nyata dan ada dihadapan mereka.  

Sambil istirahat berkumpul saatnya guru bercerita dan banyak bertanya untuk bisa berpikir.  Mengapa bukit kapur yang penuh sejarah purba  bisa rusak? Apa dampak negatif jika lebih banyak lagi bukit di sekitar tempat tinggal kita rusak? Apa dampak asap putih bagi kesehatan manusia dan alam sekitar, terutama pegawai pabrik?  Apa dampak asap hitam dari pembakaran batu kapur  bagi alam dan pemanasan global? Dan masih banyak lagi pertanyaan guru yang diajukan tentang pengrusakan alam.

Semua pertanyaan ini sangat nyata akan membangun karakter berpikir kritis. Akhirnya guru mengarahkan pentingnya untuk  mencitai dan peduli terhadap alam. Kita harapkan, 20 atau 30 tahun yang akan datang saat mereka menjadi pemimpin, merekalah yang akan melindungi alam dekat tempat tinggalnya dari pengrusakan. 

Saat perjalanan  pulang, guru bisa mengecek dan mengevaluasi bagaimana perasaan dan tanggapan perjalanan yang sudah dilakukan. Pertanyaan diajukan sambil berjalan dan suasana santai agar mereka tidak meyadari kalau guru sedang menggali apa yang mereka rasakan dan alami.

Jika kita melakukan hal ini, biasanya  siswa akan menjawab bahwa perjalan di alam sangat menyenangkan, membuat bahagia, seru dan pasti mereka akan menanyakan. “Kapan akan perjalanan lagi?”

Nah, dengan demikian, dari pengalaman ini nyata benar, bahwa belajar di alam, dapat membangun karakter yang sangat banyak secara alamiah. Siswa tidak menyadari kalau guru sedang membangun karakter. Yang mereka sadari adalah sedang diajak bermain, rekreasi, menikmati alam. Jadi sangat terbukti alam guru profesinal yang mampu membangun karakter secara utuh dalam suasana menyenangkan.

Berdasarkan pengalaman yang sudah kami lakukan selama 15 tahun, , sejak tahun 2005, agar karakter yang terbentuk pada siswa akan maksimal. Kegiatan berpetualang di alam sebaiknya  dilakukan secara rutin. Minimal 3 bulan satu kali.  Dicari  lokasi yang berbeda agar bervariasi dan pengalaman bertambah. Namun   jarak  tidak terlalu jauh dari sekolah sehingga mudah dijangkau. Sesekali kegiatan bisa digabung dengan sekolah lain yang terdekat agar wawasan lebih berkembang dan  membuat motivasi yang lebih kuat.     

Dengan demikian,  Pembelajaran di alam dengan hiking merupakan  pembelajaran  alternatif wisata edukasi yang murah, terjangkau dan menyenangkan namun karakter yang terbangun sangat banyak. Jadi memang Alam guru professional pembangun karakter sesuai Profil Pelajar Pancasila.     

 

Padalarang, 25 April 2021

 

                                    


                           Webinar Zoom Meeting  Profil Pelajar Pancasila

SMP Negeri 3 Padalarang

                                            Penulis: Mardiah Alkaff

                                         (SMP Negeri 3 Padalarang)


  

Webinar untuk siswa dan guru telah dilaksanakan di SMP Negeri 3 Padalarang dengan tema “Profil Pelajar Pancasila” .  Seminar  melalui  zoom meeting bekerja sama dengan Newsroom Disdik Bandung Barat digekar pada Sabtu 20 Februari 2021

Tujuan webinar kali ini adalah untuk menciptakan SDM yang unggul, yaitu siswa cerdas berkarakter atau Pelajar Pancasila yang dapat menjadi agen-agen  penguatan karakter di sekolah, keluarga dan  masyarakat.  Hal ini disampaikan oleh Ina Mulatsih,S,Pd, Wakasek Kesiswan dan juga sebagai  moderator.

 Ridwan Setiadi,S,Pd,M,Pd Kepala SMP Negeri 3 Padalarang sebagai narasumber menyampaikan bahwa, Profil Pelajar Pancasila merupakan perwujudan pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila yang tertuang dalam Permendikbud No.22 Tahun 2020. Dan  merupakan   implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter.

Iwan Ridwan lebih jauh menjelaskan bahwa  webinar kali ini diharapkan menjadi penguatan karakter untuk konsisten  peserta didik melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari.  Terlebih di masa Belajar Dari Rumah (BDR).  Diharapkan adanya  kerjasama dengan orangtua siswa melalui keteladanan dan pengawasan. Penguatan Karakter  jika  diajarkan, dibiasakan, dan dilatih secara terus menerus  akan menjadi budaya dan akhirnya akan melekat dalam pribadi peserta didik. Kegiatan  ini juga dapat berbagi pesan positif dalam Penguatan Karakter sehingga  Pelajar Pancasila dapat terwujud.

Mardiah,M.Pd sebagai narasumber  yang Desember 2020 mendapatkan pelatihan  tingkat nasional Profil Pelajar Pancasila   dari Pusat Penguatan Karakter (Puspeka)  Kemendikbud Jakarta,  menjelaskan bahwa dalam menyebarluaskan Profil Pelajara Pancasila  sesuai sambutan Presiden Joko Widodo (Jakarta,2020) bahwa Sistem Pendidikan Nasional harus mengedepankan nilai-nilai ketuhanan , yang berakter dan berakhlak mulia serta  unggul dalam inovasi dan teknologi.  Juga sesuai harapan Mendikbud  Nadiem Makarim,(Jakarta, 2020),  bahwa  semua perubahan yang kita lalukan di sistem pendidikan  akan berdampak pada Profil Pelajar Pancasila.

Lebih jauh Mardiah, menguraikan bawah Profil Pelajar Pancasila merupakan  program Pusat Penguatan Karater (Puspeka) Kemedikbud yang memiliki enam pilar. Beriman, bertaqwa kepada Tuhan YME dan berakhlaq mulia,  Berkebinekaan Global, Mandiri, Bergotong Royong. Bernalar kritis dan Kreatif.  Dengan demikian,,  diharapkan tercapai Sumber Daya Manusia (SDM)  unggul yaitu pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Webinar yang pertama kali dilaksanakan oleh SMP Negeri  3 Padalarang ini berjalan lancar sesuai yang diharapkan. Kegiatan ini  merupakan salah satu program Waksek Kurikulum Ali Muhtadji,S,Pd yang  didukung penuh oleh Kepala Sekolah, Wakasek serta guru-guru dan staf TU.  Berperan sebagai  operator dan teknisi adalah  Sugiarto,S,Pd  dan Ariefriyanto Suhardadi.    Asri Indriani, S,Pd  sebagai host dan Ina mulatsih sebagai moderator.

“Peserta yang hadir sekitar 600 orang. Hal ini merupakan jumlah yang cukup besar dan menggembirakan”, demikian menurut Ina Mulatsih Wakasek Kesiswaan. 

“Webinar  pertama ini merupakan langkah awal untuk melaksanakan kegiatan  selanjutnya” demikian menurut Kepala SMP Negeri 3 Padalarang Iwan Ridwan Setiadi.

“Acaranya menarik. ,Apa yang disampaikan oleh panitia serta narasumber mudah  dipahami dan diingat. Kata-katanya  mudah dicerna untuk dicontoh dalam   mewujudkan Pelajar Pancasila,” demikian ungkapan  Selviani Nur Hisanah salah satu peserta  webinar kelas 8G.

 

  


 

          

 

 

















 

Literasi Sains Digital  

Pembangun Karakter Dimasa  Pandemi Covid 19




                                                  Penulis:  Mardiah Alkaff

            (Pembina Science Club SMP Negeri 3 Padalarang Kab.Bandung Barat)

 

Puncak Pandemi Covid 19 di bulan Mei, Science Club SMP Negeri 3 Padalarang tetap semangat  melaksanakan Lomba Eksperimen Sains (Lensa) yang ke 10. Tekniknya, pasti berbeda dari biasanya. What Aps, Zoom, Goggle Classroom, Instagram dan Youtube menjadi pendukung utama dalam kegiatan ini. Teknik  disesuaikan dengan protokol kesehatan pandemi, Siswa dan guru bekerja dari rumah dengan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).  Sehingga   tema yang diambil adalah “:Tetap Semangat Lomba Eksperimen Sains  dengan Digital walau Covid 19.

Peserta adalah anggota Science Club kelas 7 dan 8 angkatan 14 dan 15. Mereka memilih judul eksperimen  dari Youtube sesuai keininginan. Siswa menyiapkan   alat dan bahan sederhana,  mencoba eksperimen  sampai membuat dan mengedit video, dilakukan di rumah masing-masing. Guru hanya memberi  arahan dari  jarak jauh.  Video eksperimen,  diunggah  dalam instagram untuk dipublikasikan di umum dan  penilaian juri. Hasil lomba  diumumkan satu bulan kemudian. Juara  dan semua peserta mendapat  reward berupa pulsa. Karena itu yang paling mereka butuhkan saat ini.  

Memang awalnya ini sebuah tantangan baru bagi pembina dan anggota.  Semua merasa ragu, mungkinkah siswa akan bisa melakukannya di rumah?  Bisakah guru memberikan motivasi dan dorongan tanpa bertatap muka? Namun karena suport   dan dukungan penuh dari Kepala Sekolah Iwan Ridwan Setiadi,S.Pd, M.Pd, maka Lomba Eksperimen Sains Digital di saat Covid berjalan lancar sesuai yang diharapkan. 

"Alhamdulillah Science Club SMP Negeri 3 Padalarang dapat menyelenggarakan Lomba Eksperimen Sains Digital, di saat siswa belajar dari rumah dan mengisi libur akhir tahun pelajaran di masa Pandemi Covid-19. Dengan lomba ini diharapkan siswa dapat berkarya, menggali potensi diri, berani mencoba, bereksperimen serta dapat menambah wawasan dan keterampilan. Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada orang tua, guru pembina dan pembimbing SC  SMP Negeri 3 Padalarang atas partisipasi dan dukungan atas suksesnya kegiatan ini. Pesannya,  terus berkarya di masa Pandemi covid-19," demikian ungkapan kepala SMP Negeri 3 Padalarang Iwan Ridwan Setiadi,S.Pd, M.Pd,

Keberhasilan Lensa Digital ini juga berkat dukungan  Pembina SC  Mardiah,M.Pd dan  Rini Wulan, S.Pd serta Agus Maulana sebagai pelatih yang juga alumni SC.08. Tentunya juga partisipasi besar dari para juri , Dra. Imas Akillah, Drs.Arief Budi dan Tulodo Cipta, S.Pd. Serta dukungan  dari  guru dan staf SMP Negeri 3 Padalarang.  Panitia kelas 9 sebagai SC.013 yang diketui oleh Audrey Amanda Rostemi bekerja  kerja keras,  penuh  kesabaran membimbing adik-adiknya  hingga mampu menghasilkan video eksperimen sains dan  mengunggahnya  di Instagram. .




Fitri Hania dengan judul Roket Air telah muncul sebagai juara terbaik kesatu.. Zahira Marsha Diva dengan judul The Power of Air terpilih sebagai juara terpavorit karena terbanyak mendapat like di instagram. Sedangkan  terpilih sebagai juara inovatif pertama  adalah Nabilah Rizqullah dengan judul Gelas Pelangi,  Terkreatif pertama dengan judul Gelembung di dalam Gelembung diraih oleh Anida Mutamitul Ula. Judul eksperimen lainnya sebagai juara kedua dan ketiga adalah Api dalam Air (Bunga Cantika), Tornado dalam Air dan Minyak (Aprillia),  Bunga Merica (Haida Sumarni), Lampu Lava ( Khodijah Nur Alya), Melting Rainbow (Tessalonica Adelen), Vacuum Candle (Revina Anggraeni), Layer of Mass different types of liquid (Anggun Revalina Syifa), Rainbow Milk (Nesya Regina Safanahbu),   

Seru sekali Lensa. Awalnya males  tapi pas mencoba, ingin mencoba lagi,”  demikian curhatan Nabilah Rirqullah salah satu juara.  “Awalnya tidak mengerti tentang Google Classroom bahkan tidak tahu. Tapi setelah ada Lensa Digital saya jadi paham cara  menggunakannya. Pokoknya Lensa Digital  Covid 19 ini, sangat bermanfaat”, demikian ungkapan Zahira Marsha Diva sang juara pavorit.

Begitu juga kekaguman Anida Mutamitul Ula, “Asalnya sangat susah mengedit video, sampai berkali-kali aplikasi video didownlod. Sampai ruang penyimpon  habis. Akhirnya menghapus banyak aplikasi dan foto lainnya demi ikut Lomba sains.  Awalnya hampir menyerah karena susah mengeditnya.   Tapi karena terus berjuang dan berusaha akhirnya berhasil deh, jadi juara pertama terkreatif. Jadi  pelajarannya,  di saat Pandemi begini,   kita gak boleh gampang menyerah selagi  belum berusaha dan berjuang.”

Lomba eksperimen Sains (Lensa) ini  akan terus berjalan  karena merupakan salah satu kegiatan unggulan dan rutin tahunan di  Science Club.  Pada ekskul ini,  paling utama adalah menumbuhkan rasa cinta remaja pada dunia  sains. Selain itu,   kegiatannya mampu membangun banyak karakter positif. Keberanian, aktif, kreatif, tidak mudah putus asa, kuat, tangguh dan pastinya percaya diri tumbuh dengan baik. Dalam ekskul Sains di SMP  siswa tidak diharapkan menjadi peneliti profesional.  Namun,  sedini mungkin memberi bekal menjadi manusia tangguh yang berhasil menaklukkan berbagai tantangan dengan ilmu dan kegiatan  sains. Harapannya, dengan variasi dan berkesinambungannya kegiatan SC,  di masa depan mereka akan tumbuh menjadi pemimpin yang jujur dan berani menghadapi tantangan.”  demikian Mardiah Alkaff sebagai perintis berdirinya ektrakurikuler Science Club SMP Negeri 3 Padalarang  sejak 2005.





 




        

 

 

 

 

 

Lebaran  Corona









Selamat Iedul Fitri. 
Kebiasaan warga  perumahan,  mudik lebaran setiap tahun. Karena umumnya, pendatang dari berbagai kota di tanah air. Tapi  karena PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar)  hampir semua, stay at home.

Tegal,  Cilacap,  Cirebon,  Jakarta,  Bekasi, Pontianak dan masih banyak lagi. Hampir semua daerah itu masih zona kuning atau merah. Ya,  mau maksa bagaimana?

Beberapa orang,  berurai air mata  mengingat kumpul keluarga dan orang tua di kampung. Mata berkaca-kaca sambil menceritakan anaknya yang kerja atau kuliah di luar kota.  Tidak bisa pulang lebaran karena tertahan wabah dan karantina.

Dengan masker dan jaga jarak,  kami mengusakan tetap bertemu tetangga. Hanya untuk saling memberi semangat dan menghibur agar lebaran tetap bahagia.

Tradisi membuat kue lebaran masih bisa dilaksanakan. Biasanya  kue dibawa ke kampungnya.  Kini, hanya untuk dinikmati sendiri atau berbagi dengan tetangga saja.

Suasana komplek  menjadi  ramai. Biasanya, seminggu menjelang lebaran,  jalanan bagai kuburan. Hanya dua atau tiga rumah yang tetap ada. Kini,  hampir setiap malam warga berkumpul di saung mengisi bulan Ramadhan dan PSBB.

Yaps, kini kami punya saung bambu yang baru. "Kalau gak ada wabah corona, gak akan punya saung sebagus ini" celoteh seorang Ibu dengan bangganya.

Yaaah, begitulah .... Selama Pandemi Corona warga banyak yang dirumahkan,  berhenti bekerja,  orderan sepi. "Diam di rumah saja,  pasti jenuh, malah sakit", jelas seorang Bapak yang biasa kerja. Akhirnya mereka tetap menghibur dengan kerja bakti.

Akhirnya selama tiga bulan mengisi Covid 19, kami punya balai riung yang diberi nama "Saung Cinta."  Gazebo tempat mengikat dan menumpahkan kasih sayang dengan tetangga. Jalanan yang asalnya berlubang dan berbatu,  kini rapih dan bersih. Bahkan taman pun yang asalnya rumput kini tertata rapih dengan bebagai tanaman.

Seminggu sebelum lebaran,  warga mencari janur untuk ketupat. Cukup jauh pesannya,  dari Cianjur lho ....

Sambil menghibur kerinduan  kampung dan keluarga,  setiap hari warga bekerjasama membuat kulit ketupat. Seribu buah, cukup banyak. Hasilnya dijual ke warga lagi dengan online pakai whattapss.  Sehingga, pesanan membludak. Tak sulit memasarkannya, bahkan kurang.  Keuntungan tetap untuk warga. Masuk ke uang kas pengajian.

Rasa menjadi saudara karena kulit ketupat, makin erat. Ada bagian produsen,  produksi,  pemasasan ada konsumsumen. Ehmmm .... Kerjasama yang kompak dalam bertetangga. "Tapi, lebaran tahun depan,  belum tentu kita bikin ketupat bersama lagi," seorang Bapak sambil melipat janur kelapa.


Saat tiba lebaran,  semampunya  kita saling memberi semangat untuk tetap bahagia. Tetap shalat Ied dengan jaga jarak, bermasker dan jumlah yang dibatasi.
Hanya keingianan,  suasana seperti biasa,  tapi tetap saja. Shalat lebaran kali ini ada yang hilang. Setelah doa,  tradisi salam-salaman sambil bershalawat,  tidak ada lagi.

"Sekarang  pulanglah ke rumah masing-masing.  Kami meminta maaf, dan kami sudah    memaafkan. Kita semuanya sudah saling memaafkan," suara bergetar khatib menjelaskan setelah selesai doa.

Dengan hambar dan tak bersuara, semua berpencar. Tak ada yang bergerombol. Berjalan  masing-masing. Tertawa dan tersenyumpum seperti yang dipaksakan. Kalau pun harus bersalaman,   dari jarak jauh. Semua wajah,  tak ada yang ceria seperti biasanya. Mungkin pikiran masing-masing menerawang pada kebahagian lebaran tahun lalu.

Ya,  memang hati kosong dan inginya meronta. Lebaran tak biasa, Iedul fitri dalam pandemi virus. Sepertinya,  setiap rumah hanya menikmati ketupat,  rendang,  opor kue di rumah masing-masing. Tak ada kumpul seperti biasa. Mungkin setiap rumah sedamg menerawang kampung halamannya. Mungkin di setiap rumah sedamg video call dengan keluarga di desa. Dan saung pun,  kosong. Jalanan kembali sepi. Semua kembali masuk rumah masing-masing. Hiks,  Lebaran tanpa sanak keluarga.


Seminggu kemudian dapatlah kabar,  kalau daerah kami sudah zona biru. Maka  berlaku new normal. Ahaaa ... Agak sedikit bersorak walau tetap waspada.

Hari minggu pagi, Pak RT mengajak  warga senam depan saung.  Kebahagiaan sedikit hadir karena kita bisa tertawa dan bercanda.
Setelahnya,  ibu-ibu merencanakan untuk makan bersama (botram) se-RT di Saung Cinta. Inilah kumpul pertama bersama setelah berlaku new normal.

Karedok lenca,  sambel,  goreng tempe, tahu, ikan asin,  goreng ikan mas, daun singkong dan pastinya kue lebaran.  Semua warga menyambut gembira.  Makan bersama pasca lebaran.  Saung yang berukuran cukup luas, tak ada yang kosong.

"Saya baru sekarang bisa kumpul,  bisa keluar rumah lagi dengan tenang,  bisa makan bersama,"  ungkap seorang ibu dengan wajah berbibar dan bibir merekah. "Ya,  ya,  saya juga, baru sekarang bisa bebas di luar rumah" Ibu-ibu lainnya serentak  menimpali.

Baru kali ini kami bisa kumpul bersama tetangga.  Walau lebaran tak bertemu keluarga besar di kampung,  namun kini tetanggalah yang menjadi keluarga besar kami.

Setelah makan, dilajutkan dengan cerita dan curhat pengalaman wabah corona. Setiap orang memiliki cerita masing-masing. Umumnya  kepanikan,  kecemasan dan ketakuan wabah covid saat zona merah. Namun semua cerita itu menjadi pengalaman yang membuat semua tertawa.

Saling menertawakan yang tertawa karena pengalamanya. Ada yang selalu mules ketika ambulan covid lewat rumah,  ada yang sampai masuk rumah sakit karena cemas covid. Ada yang berantem dan sakit hati karena dipaksa memakai masker dan jaga jarak.  Ada yang terus-terusan pakai hand sanitager, ada yang yang setiap sudut rumah disemprot disinfektan. Semuanya menjadi cerita lucu dan pengalaman unik.

Lebaran dalam wabah Covid 19, telah menyisakan sejarah berharga yang tak mungkin bisa diulang. Lebaran tak mudik, tetap bahagia.  Lebaran dalam pandemi tetap suka cita karena kekuatan tetangga.  Semua tersadar. Bertetangga sumber energi untuk tetap kuat dalam situasi yang mencekam.

Salam Bahagia
Selamat Lebaran menjelang New Normal
(Mardiah Alkaff,  Padalarang 4 Juni 2020 pukul 15.30)




      


Tiga Hari 14  Tropi


Wow,  tiga hari berturut-turut.  Kamis, Jumat,  Sabtu ada 14 piala yang telah didapatkan oleh siswa SMP Negeri 3 Padalarang Kabupaten Bandung Barat dalam tiga buah kompetisi yang beruntun.
"Prestasi yang lengkap, membanggakan tentunya diraih dengan proses pembinaan dan latihan. Pastinya disertai  dukungan banyak pihak termasuk orang tua siswa," demikian tanggapan kepala sekolah,  Iwan Ridwan Setiadi, S.Pd,M.Pd

Juara  pertama dan pavorit Short Movie dan juara pertama Musikalisasi Puisi dalam  kegiatan  Fitrah Insani Education Festival 2020 . Kamis 13 Pebruari 2020 SMK IT Fithrah Insani sebagai panitia telah memberikan pula  penghargaan sebagai  juara 3 Story Telling dan juara Favorit Fotografi.

Film pendek karya siswa mengambil judul "Two Sides - IT Club Present."  Sedangkan Musikalisasi Puisi  berjudul "Aku" karya Chairil Anwar.

https://youtu.be/Oz9bN_Bt1qU
(Silahkan Klik ....! Film Pendek Juara Pertama)





Tim guru  yang solid dan kompak berkerja dalam menyiapkan dan melatih siswanya. Arip Budi,  Yudi Cahyadi, Dewi Risniawati, Asti Indiani  dan Nani Yuhaeni  hingga mendapat  lima  buah tropi  dalam satu hari.






Satu hari kemudian,  Jumat 14 Pebruari 2020 Futsal SMP Negeri  3 Padalarang telah meraih juara pertama dalam kompetisi di Cahaya Bangsa Classical School (CBCS)  Kota Baru Parahyangan.  Prestasi yang gemilang ini berkat bimbingan Yulia Daniawati yang juga sebagai pelatih Hoki Kabupaten Bandung Barat.



Hari berikutnya, Sabtu 15 Pebruari 2020 dalam event  LKBB BRISAKHA  tingkat SMP Se-Jawa Barat di SMA Nasional Bandung kejuaran telah diraih.  Sugiarto  Sang Pelatih Brigade Pengibar Bendera (Brigara) SMP Negeri 3 Padalarang,   yang sudah melatih sejak 2002 menjelaskan bahwa   Brigara sudah meraih ratusan tropi dari berbagai angkatan. "Prestasi Brigara  berkat ketekunan para pelatih diantaranya  Irfan Rachmansyah, M.Rady Ramadhan, Agus Gusto, Darusman Soleh," demikian Sugiarto menjelaskan.

Kejuaran kali ini telah mendapatkan 8 buah tropi dengan kriteria sebagai berikut:
1. Juara 2 Utama Lkbb Brisakha Tingkat SMP Se-Jawa Barat
2. Juara 3 Utama Lkbb Brisakha Tingkat SMP Se-Jawa Barat
3. Juara Harapan 3 Utama Lkbb Brisakha Tingkat SMP Se-Jawa Barat
4. Juara Mula 3 Lkbb Brisakha Tingkat SMP Se-Jawa Barat
5. Juara 2 Variasi dan Formasi Lkbb Brisakha Tingkat SMP Se-Jawa Barat
6. Juara 2 Komandan Terbaik ( David ) Lkbb Brisakha Tingkat SMP Se-Jawa Barat
7. Juara 2 Pbb Dasar Terbaik Lkbb Brisakha Tingkat SMP Se-Jawa Barat
8. Juara 3 PBB Dasar Terbaik Lkbb Brisakha Tingkat SMP Se-Jawa B]arat

"Mungkin baru kali ini dalam sejarah. Tiga hari berturut turut SMP Negeri 3 Padalarang menjuarai lomba di bidang dan ajang yang berbeda. Sebanyak 14  tropi dapat diraih dengan keringat motivasi dari kerja keras yang maksimal. Semua tidak terlepas dari hasil proses pembelajaran di sekolah yang signifikan. Maju terus SMP Negeri 3 Padalarang dalam menyiapkan Indonesia maju.  Alhamdulillahirrobbil alamin," demikian kesan Arif Budi,  salah seorang guru TIK dan pelatih Literasi Digital.

Penulis
Mardiah Alkaff
Padalarang 16 Pebruari 2020





SELAMAT DAN SUKSES TERUS 

TIM BRIGARA, FUTSAL, IT CLUB , ENGLISH CLUB, EKSKUL BAHASA 
YANG TERLAH MERAIH PRESTASI


Selamat untuk kalian semuanya:

A.  Musikalisasi Puisi
    1. Ziankha virginia A. (7A) 
    2. Iik Dwi Ima Wirda (8D)
    3. Puspita Agnia Hikwati Asyura (7A)
     4. Rifni Fatimah (7E)
    5. Samuel Trianto Sunardi (8C)

B. Stort Telling
   1. Risma Aulia Putri Susanto

C. Lomba Fotografi
     1. Taufik Mutaqin (9D)

D.  Short Movie
1. Dollarizki  (9C)
2. M. Aditya (9B)
3. Hanny Hartini (9A)
2.  Luqmanul Hakim, (9H)
3. Nazwa Gracelia (9E)
4. Risang Qudrotu Pratama (9D)
5. Muhaemin Nul Aziz (9D)
6. Raina sabila abdullah (8D)
7. Muhammad Alifh    Ramadhan (9D)

E. Futsal

1. M adi
2. Dandi
3. Ikhsan
4. Febrian
5. Aray
6. Dzakwan
7. Gilang
8. M Ridwan
9. Syamsul 
10. Deni
11. Yoga

Tulisan Menginspirasi

BEST PRACTISE KALISA (Katrol Lift dengan STEM) Pengalaman terbaik dalam implementasi Pembelejaran Mendalam Oleh: Mardiah SMP Negeri 3 Padala...