REMAJA TERJERAT MAGNET INTERNET
(Mardiah Alkaff)
Belajar, berfikir, mengerjakan tugas, ulangan dan Ujian..itulah ciri khas siswa atau pelajar. Memiliki sikap, tingkah laku serta keterampilan yang bermanfaat itulah tujuan guru dan orang tua.
Kegiatan pelajar saat ini, masa sekarang, masa kemajuan teknologi dan informasi, ternyata kegiatan siswa mengalami pergeseran yang sangat berbeda dengan 10 atau 20 tahun yang lalu.
Semua informasi dengan sangat mudah di dapat. Semua ilmu tinggal berikan saja tugas, mencari dari internet pasti bisa diselesaikan tanpa harus dijarakan guru bagaimana cara mencarinya. Mereka sudah lebih pintar dari gurunya..
Mengapa demikian..? ternyata siswa saat ini bisa belajar sendiri berbagai ilmun dari Internet. Siswa lebih senang dan lebih lama berdiam dan belajar dari intenet dibanding di depan buku atau tugas guru di rumah. Sehingga banyak pekerjaan rumahpun, copy-paste dari intenet karena lebih cepat dan mudah didapatkan. Mengerti atau tidak, bukan menjadi masalah.
Mengapa demikian..? ternyata siswa saat ini bisa belajar sendiri berbagai ilmun dari Internet. Siswa lebih senang dan lebih lama berdiam dan belajar dari intenet dibanding di depan buku atau tugas guru di rumah. Sehingga banyak pekerjaan rumahpun, copy-paste dari intenet karena lebih cepat dan mudah didapatkan. Mengerti atau tidak, bukan menjadi masalah.
Mengapa Demikian...? Karena dunia maya dan internet sangat mudah diakses dan dibuka oleh siswa dengan menggunakan HP dimana saja, kapan saja dan siapa saja. Walah..walah..saat ini jika melakukan perjalan dengan siswa, saat berada di angkot atau saat istirahat.semua asyik sendiri mengaktifkan jari-jarinya dengan HP masing-masing. Egois..kurang peka, ya mungkin itu cap buat remaja saat ini.
Mengapa Demikian..? Karena siswa remaja, memiliki rasa ingin tahu yang besar, mereka baru melek dunia, suka tantangan, selalu ingin mencoba. Ya Intenet itulah jawabannya, intenet memberikan apa yang remaja inginkan. Sedangkan buku, pelajaran sekolah, dari tahun ke tahun, dari 10 tahun sampai 20 tahun yang lalu materi berkisar sekitar itu dan itu saja. Apalagi disajikan dengan metode konvensional, ceramah yang siswa hanya mendengar, membaca dan mendengar lagi. Tidak ada tantangan sama sekali. Apalagi siswa dituntun duduk manis, rapih tanpa ribut dan tidak banyak bertanya di kelas. Dengar dan dengar kan saja, catat di buku, hafalkan , lalu ulangan. Apakah semua ini akan membuat siswa puas..No..no..no.. Akhirnya kapanpun, dimanapun, siswa lebih lama berdiam bersama HPnya dibanding dengan buku dan tugas-tugasnya.
Mengapa Demikian...? Kalau otak dan fikiran sudah menyimpan video dan gambar dewasa maka memori itu akan tetap disimpan dan selalu akan muncul dan muncul lagi,
sehingga timbullah ketagihan dan keinginan untuk melihat lagi. Seperti narkoba kah..? ya benar rasa ketagihan seperti narkoba, adiksi mirip narkoba bahkan lebih berbahaya lagi. Disaat fikiran itu muncul dan muncul terus tanpa ada penyaluran maka sel-sel otak mengalami kematian dan tak berfungsi akhirnya kemampuan berfikir menurun. Wow..pantesan..jika di kelas mengamati siswa yang sedang belajar, banyak siswa yang selalu duduk dibelakang, duduk manis. seperti memperhatikan guru , padahal fikirannya kosong, ketika diberi pertanyaan, pasti akan kaget dan tak bisa menjawab. Ketika ditanya dengan test kejujuran, ya kebanyakan siswa laki-laki pernah melihat dan menyaksikan foto atau video dewasa. Kalau siswa sudah terbiasa dengan konsumsi hal yang negatif. Mungkinkah Tujuan pendidikan yang tercantum dalam kurikulum 2013 akan tercapai dengan maksimal? Mungkinkah remaja akan tumbuh menjadi generasi yang tangguh, kuat, bermental positif, bersikap baik dan berkarakter? tentu jawabannya adalah..no..no..no..
sehingga timbullah ketagihan dan keinginan untuk melihat lagi. Seperti narkoba kah..? ya benar rasa ketagihan seperti narkoba, adiksi mirip narkoba bahkan lebih berbahaya lagi. Disaat fikiran itu muncul dan muncul terus tanpa ada penyaluran maka sel-sel otak mengalami kematian dan tak berfungsi akhirnya kemampuan berfikir menurun. Wow..pantesan..jika di kelas mengamati siswa yang sedang belajar, banyak siswa yang selalu duduk dibelakang, duduk manis. seperti memperhatikan guru , padahal fikirannya kosong, ketika diberi pertanyaan, pasti akan kaget dan tak bisa menjawab. Ketika ditanya dengan test kejujuran, ya kebanyakan siswa laki-laki pernah melihat dan menyaksikan foto atau video dewasa. Kalau siswa sudah terbiasa dengan konsumsi hal yang negatif. Mungkinkah Tujuan pendidikan yang tercantum dalam kurikulum 2013 akan tercapai dengan maksimal? Mungkinkah remaja akan tumbuh menjadi generasi yang tangguh, kuat, bermental positif, bersikap baik dan berkarakter? tentu jawabannya adalah..no..no..no..
Mengapa Demikian...? Mana mungkin. remaja akan tumbuh dengan sempurna kalau sehari-hari yang difikirkan dan disimpan dalam memori otaknya kebanyakan tentang berpacaran, video dan gambar yang tak bermoral. Mana mungkin remaja akan tumbuh menjadi generasi yang kuat dan tangguh kalau kebanyakan harinya berada di depan internet bukan di depan buku dan tugas sekolah. Mana mungkin kita memiliki remaja yang kuat dan tangguh kalau setiap malamnya banyak begadang di depan internet. Ya Lihat saja di facebook dan twitter tentang status remaja, umumnya status pelajar ABG adalah status tentang indahnya berpacaran atau GALAU .. Berpacaran buat remaja saat ini sudah merupakan hal yang tidak tabu dan tidak malu lagi seperti 10 atau 20 tahun yang lalu. Malah banyak remaja yang malu kalau tidak punya pacar dengan malu berstatus jomblo.Tidak sedikit remaja saat ini berpacaran layaknya orang dewasa. lah...semua sudah diberi contoh di sinetron, video klip musik. dan internet. Tidak sedikit pelajar yang putus sekolah karena kehamilannya..
Na`udzubillah. Astagfirullah...inilah kenyataan yang ada di depan mata yang sedang dihadapi bangsa ini. bangsa yang generasi mudanya sedang asyik dengan dunia hayalannya. yang sedang asyik dengan Dunia Maya nya (Dumai)..
Lalu...Apa yang harus dilakukan oleh orang tua dan Guru...?
Guru di sekolah..hanya bisa membimbing dan memberikan nasihat dan mengarahkan siswa untuk tetap selalu melakukan hal yang terbaik. Guru hanya bisa mengatakan kalau Internet bagaikan PISAU. Ya, Pisau..bisa bermanfaat memotong sayur dan buah di dapur namun bisa juga berbahaya, jika tidak hati-hati, akan melukai tangan atau bahkan bisa dipakai untuk melukai atau membunuh orang lain. Ambil yang manfaat dari internet dan buang dan tinggalkan yang negatifnya. Hanya itu sebagian kecil yang dapat guru lakukan di sekolah.
Lalu...bagaimana peran orang tua di rumah..? Ya .orang tua memberikan peranan yang sangat besar, dan berarti untuk anaknya. Kedekatan dan keterbukan antara anak dan orang tua sangat penting. Diskusi dan sharing dapat membuka wawasan anaknya. Pendekatan agama bisa dijadikan fondasi dan landasan kuat untuk membentengi mental dan sikap remaja untuk menghadapi lingkungan yang sangat banyak pilihannya.
Di Bulan suci ini, Semoga ALLAH mendengarkan do`a kami..
Tunjukanlah anak-anak dan Pemuda bangsa ini ke jalan yang penuh kebaikan.
Jadikanlah Generasi bangsa ini menjadi generasi yang selalu ada dalam RidhaMu
Jauhkanlah dari maksiat, dekatkanlah dengan Rakmat..
Amin..