BERTAMBAH TERUS, SISWA YANG SAKIT PSIKIS, KEJIWAAN DAN EMOSI DI SEKOLAH
DENGAN GEJALA NANGIS BERLEBIHAN, SAKIT DADA DAN JANTUNG SAMPAI PINGSAN DI KELAS
MENGAPA DAN BAGAIMANA BISA TERJADI?
Di Sekolah menengah baik SMA atau SMP sering siswa yang tiba-tiba sakit dada, katanya asma, sambil nangis kadang histeris atau kadang pingsan. pemandangan ini sangat sering terjadi dan umumnya dialami oleh siswa perempuan. Pada awalnya saya sangat percaya kalau siswa yang mengeluh itu sakit dada, asma, sakit jantung, sakit maag atau belum sarapan...tapi karena serignya siswa seperti itu, bahkan ada siswa yang rutin jadi penuh tanda tanya, benarkah ? Apa dan mengapa seprti ini ? , dan mengapa siswa perempuan yang umumnya mengalami hal ini.
Ya, benar, ternyata remaja perempuan lebih banyak yang mengalami nangis histeris, sakit dada, jantung, asma? Inilah pertanyaan besar. Ini kenyataan , ini fenomena nyata yang ada di sekolah menengah. Kalau permasalahan remaja laki-laki adalah berantem di kelas, ganggu teman, ke warnet atau kebu-kebutan naik motor.
Remaja perempuan yang sakit dadanya, kalau ditanya umumnya mereka menjawab, saya sakit asma atau jantung, bahkan banyak siswa mengalami seperti ini berulang-ulang. Bagaimana penanganan guru di sekolah? Umumnya guru menyuruh siswa tersebut untuk duduk, narik nafas, tenang dan biarkan dia nangis sepuasnya..ya itulah awal saya menghadapi siswa yang sakit dada. Tapi masih saja siswa berulang-ulang mengalami seperti ini, dan malah semakin lama semakin banyak siswa yang mengalami hal ini.
Pengalaman berharga, berawal dari siswa yang rutin pingsan sejak setahun yang lalu sewaktu dia masih kelas 7, yang katanya sakit dada dan jantung, menurut pengakuannya, padahal belum diperiksa dokter . Kebetulan saya sangat dekat dengan siswa ini, sebut saja Rika,.saat dia pingsan yang sudah sangat sering, akhirnya guru bosan juga menanganinya..dia lagi..dia lagi..sudah sering.
Satu hari saya coba dekati.dan berbisik di telinganya. Rika ini ibu, ibu akan bantu kamu membuat penelitian ide kamu yang kemarin, kamu hebat lho, banyak ide, Tak disangka dia bangkit dari tidurnya lalu berbisik juga ke telingaku. Bu, aku mau curhat tapi tidak disini ya, tidak di ruang guru ini, tapi di laboratoriu saja. Ok..baik, saya menuntunnya masuk ke laboratorium.
Eh..eh..tak disangka, dia malah bisa berdiri dan berjalan menuju laboratorium bersamaku..sungguh ajaib dan luar biasa, padahal sejak tadi dia tidur dan lemas di kelilingi guru dan temannya.
Sesampai di laboratorium, dia bercerita tetang yang ada dalam difikirannya, Rika bercerita panjang lebar sambil menangis, cukup lama memang.
wow..wow..tenyata masalah yang dialaminya bertumpuk dan sudah lama tapi belum ada jalan keluar.. Di rumah, itulah awal permasalahan. ayahnya telah meninggal dan ibunya agak mengatur dan menekan karena mungkin masalah ekonomi yang harus bekerja keras mencari nafkah keluarga. Akhirnya di sekolah dia merasa tak ada yang menemati karena tak pecaya diri, dia serasa hidup sendiri, dia butuh curhat pada teman, hanya punya satu teman sebangku namun itupun tidak terlalu dekat. Curhat pada guru belum nyaman karena hanya menambah pusing dan saya tambah merasa bersalah katanya, karena guruku menyalahkan aku karena tidak bisa bergaul dengan teman , itu menurut persepsinya, karena dia memang tidak bisa menyesuaikan diri dengan teman sekelas. tapi bu aku sudah berusaha tapi tetap tak ada teman yang mau menemani saya.
Padahal mungkin tidak, itu hanya perasaaannya saja yang belum punya kepercayaan diri karena belum ada yang sangat memahami permasalahannya.
Inilah bu yang membuat saya bingung dan akhirnya saya sering pingsan di kelas, saya lemah, sesak dada, jantung saya bocor..akhirnya dia menyalahkan diri sendiri, saya sangat tersiksa dengan hal ini, saya ingin pindah kelas, saya tidak nyaman ada di kelas ini. Kembali dia nangis sambil memaksa pindah kelas.
Saya sebagai pembina eskulnya hanya mendengar semua cuhatannya, tak bisa berbuat apa-apa, dan akhirnya menagisnya berhenti. Diakhi curhatan saya hanya bisa membangiktkan semangat hidupnya. Tidak bisa membantu masalah di rumah ataupun di kelasnya.
saya akan mencoba dia bangga dengan kemampuanya.
Lalu saya mencoba bertanya padanya..
Kamu hobinya apa? saya hobi membaca, menulis, membuat puisi dan cerita..
Ow..hebat...sangat hebat..ibu akan dukung hobimu dengan memasukanmu pada kelompok membaca West Java Leaders Reading Chellenge (WJRC) tapi hanya 5 orang yangg ibu bimbing, kebetulan ibu dapat tugas dari provinsi. Bagaimana, maukah bergabung dengan ibu..?
Dia sangat senang dan gembira. saya terus memberi semangat. pujian dan dorongan agar dia bisa menghargai kemampuan dan hobinya serta bisa mempecayai dirinya sendiiri.. Kamu pasti bisa menjadi penulis yang hebat Rika..terus kembangkan bakatmu..
Dari wajahnya terlihat senyuman, ibu akan mendukung kamu.
Akhirnya..hubungan kami bertambah dekat, dia sering curhat. lewat sms atau ngobrol langsung. pingsan di kelasnya sedikit demi sedikit berkurang. dan Alhamdulillah sampai saat ini saya belum pernah mendengar dia pingsan lagi..karena dia sekarang rutin membaca dan membuat resensi dan melaporkannya pada padaku untuk disampaikan ke tingkat provinsi, Kadang berkumpul dalam kelompak WJLRC sekolah "The Dreamers" atau berbagi pengalaman.
Sekarang Rika jadi terlihat lebih gembira walau sesekali dia tampak murung namun tidak sampai pingsan.
Inilah awal, saya menduga lalu mempraktekan kalau siswa perempuan di sekolah menangis, kejang, teriak, sakit dada, jantung, asama bukanlah sakit fisik...saya mendapatkan pengalaman yang sangat berharga dan sangat luar biasa hasilnya bersama Rika . Akhirnya jika ada siswa yang bilang, "ibu asmaku kabuh lagi, Ibu aku sesak ". sambil menangis, maka saya tidak akan mempecayainya, tapi akan saya dekati dia dan langsung bilang, " Kamu bukan asma tapi ada yang sedang kamu fikirkan".
Saya coba membantu dari pengalaman bersama Rika pada setiap siswa yang nangis sesak dada, sebisanya, agar dia bisa mengeluarkan permasalahan yang difikirnya,
Diawali dengan petnyaan "Apa yang kamu fikirkan ?
,Namun pasti jawabannya.. "gak ada yang saya fikirkan, tidak ada" . saya jawab "pasti ada.."
Kita susul dengan pertanyaan berikutnya, " kamu pasti punya masalah. di rumah atau di sekolah
Nah pertanyaan ini, mulai bisa di jawab.
Kalau sudah menjawab begini, kita bisa mengejar terus pertanyaan sampai dia bercerita semua tentang permasalahnya,,
Kalau permaslahannya di sekolah maka, guru akan mudah menyelesaikan dengan mengumpulkan teman-teman yag terkait, untuk dibereskan dan ujungnya harus saling memahami , bermaafan, dan tak jarang pasti akan saling menangis bersama lalu berpelukan.
Kalau ini sudah selesai .tidak lama berselang, siswa tersebut akan tertawa dan ceria lagi dan meminta untuk kembali ke kelas untuk belajar.
Pengalaman bersama Rika, berkali-kali saya coba mempraktekan pada siswa lain yang nangis berlebihan karena sakit dada dan jantung saat belajar. Dan hasilnya, alhamdulillah, hanya mendengar curhatan, memberi semangat dan motivasi tanpa memberi nasihat, kadang menyelesaikan jika berkaitan dengan teman sekolah. Dan selesailah. kembali ceria dan gembira .
Ini adalah tips dan cara membantu siswa di sekolah karena tekanan kejiwaan dan emosi. Namun Jika masalahnya parah dan berlarut di rumah .maka kita perlu pendekatan lebih intesn seperti Rika yang sampai saat ini masih sering curhat, Sampai saat ini jika dia tidak merasa nyaman di kelas, atau ada permasalahan pasti dia akan sms, atau mencariku untuk ngobrol kadang sambil menangis namun berakhir ceria dan tersenyum kembali, tanpa pingsan.
Ya , ternyata mendapingi siswa di sekolah bukan hanya membuat mereka cerdas, pintar, kreatif namun guru harus mampu menyelesaikan permasalahan emosi dan kejiwaannya.
Ini adalah hal yang sangat penting. Karena sebagus apapun cara mengajar kita, metode dan steraegi pembelajaran tapi kalau siswanya tidak siap, kalau siswanya bermasalah, maka semuaya akan sia-sia saja,
Ya..ini hanya satu cara pengalaman seorang guru, karena gawat darurat namun berakhir sangat luar biasa. Mungkin bagi yang lebih ahli, para psikolog atau Psiater ada cara dan trik yang lebih tepat dan mantap. Saya masih harus belajar pada ahlinya.
Ya Ini adalah satu pengalaman berharga saat mendampingi siswa, untuk membantu dalam menyelesaikan permasalahan emosi dan kejiwaannya, agar mereka bisa tumbuh dan berkembang sesuai kemampuannya dengan maksimal.
Salam sayang penuh Cinta
Mardiah Alkaff
6 Desember 2014