CARA MENGGENGGAM JIWA REMAJA DI SEKOLAH
                               (Mardiah Alkaff)







Menjadi seorang guru dua puluh lima tahun
Sudah  banyak mengamati karakter, sifat, kebiasaan siswa
Sudah banyak seni dan cara untuk pendekatan pada remaja pubertas
Mereka sangat unik dan khas
Seratus siswa maka seratus pula ciri dan sifatnya


Dulu waktu masih baru mendampingi dan bergaul dengan remaja
Kita masih idealis..aku guru kamu murid
Batasku denganmu sangat jelas
kalian harus mendengarkan dan menuruti apa yang aku katakan
Aku mengajar maka kalian harus menurut dan mendengar lalu kerjakan
Itulah gayaku menghadapi remaja sepuluh atau limabelas  tahun yang lalu





Namun saat ini, dengan mengalir secara alami tanpa rekayasa
Dengan berbagi, mengamati dan pengalaman semua ada perubahan
Hati dan fikiran menjadi lebih peka dan sensitif akan hati dan emosi remaja
Aku jadi sangat menikmati bergaul dan mengamati bagaimana emosi dan kejiwaan remaja.
Pertumbuh fisik sudah sangat jelas mereka tumbuh, hanya tinggi badan yang bisa kita amati dari luar

Dari dalam itu sangat sulit, namun ternyata psykologis atau tingkah laku remaja bisa kita amati.
Dengan apa kita tahu hati, fikiran dan emosi remaja?

Bagaimana kita akan tahu perkembangan emosi, sikap. wawasan kalau hanya diliat dari luar saja.
Bagaimana kita tahu perkemangan emosi, keinginan kalau hanya mengamati saat di kelas.
Sangat tidak mungkin, imposible


Dimana kita akan tahu remaja secara utuh..?
Di kelas saat mereka belajar yang dibatasi waktu dengan materi padat?
no, no. saat di kelas kita hanya punya waktu mengajar dan belajar, sedikit bisa tahu hati mereka
Di kelas guru dan murid dibatasi oleh status aku dan kamu berbeda.
lalu dimanakah kita bisa mengamati dan mendampingi pertumbuhan masa remaja?

Jawabnnya di luar kelas, di halaman sekolah atau di alam bebas
ya di luar kelas kita bisa masuk pada dunia remaja, saat istirahat
Banyak waktu santai di luar kelas tanpa batas dinding dan waktu
kita akan tahu seutuhnya phykologis remaja
Pertumbuhannya atau permasalahannya.

Denga cara apa kita tahu wawasan mereka. Apakahcara berfikirnya
dilihat, diamati dan dipandang oleh kita?

Tentu tidak.

Aku telah mencoba masuk cukup dalam pada dunianya tapi tidak di kelas saat belajar mengajar karena dibatasi waktu dan dinding

Aku mencoba menjadi teman dan sahabat siswa
Di luar kelas aku simpan dulu statusku sebagai guru,
Aku adalah teman, sahabat atau orang tua mereka

Apa yang terjadi...?
Sunggu luar biasa, sungguh banyak kejaiban yang bisa di dapat
keajaiban ya, benar suatu kejaiban yang memperkaya hati dan jiwaku

Di luar kelas aku bisa mengamati perkembangan jiwa dan psykologis siswa seutuhnya
Sehingga jika kutemukan siswa yang sangat aneh, kotroversi, siswa tak wajar
Aku harus dan dituntut belajar memahami mengapa mereka seperti itu.
Aku harus menguras tenaga dan fikiranku untuk tahu, mengapa siswaku aneh dan tak sama dengan yang lain.
Sehingga, apapun kondisi siswa, semuanya dianggap hal yang wajar saja.

Hikmahnya, adalah aku tak mudah menfonis siswa langsung melihat dari luar
Hikmahnya aku tak mudah menganggap siswa itu bodoh, siswa itu nakal, tak sopan, sombong dan sejumlah sifat negatif lainnya yang sering dijadikan cap negatif bagi siswa.

Padahal cap negatif guru tentang siswa akan membekas lama bahkan akan mempengaruhi pekembangan jiwa di masa yang akan datang/
Siswa akan memikirkan dan mencap negatif juga tentang dirinya.
Saya adalah bodoh, saya tak bisa karena kata gurunya juga saya tak bisa dan bodoh.
Ya, itulah bahaya negatif guru terlalu mudah memfonis negatif siswa.
Seringkah, kata negatif terlontar dari guru untuk siswa?

Ya sangat sering dan bukan suatu hal yang sulit ditemukan.
Tapi sebenarnya itu kurang tepat, lalu yang benarnya apa?
Kata positif dan motivasi yang dibutuhkan untuk mendapingi perkembangan remaja.


Niat guru sangat mulia menginginkan siswa menjadi terbaik dan tidak melakukan kesalahan

Namun, sering kali kita melakuka tindakan pada siswa sesuai dengan kemampuan dan porsi kita
Guru mengatakan, bahwa kamu salah, perbuatanmu tidak pantas jangan dilakukan lagi dan setumpuk nasihat, apalagi disampaikan dengan nada keras.

Mengertikah siswa dengan kata-kata itu?

Tidak.. No..No..dengan cara formal apalagi di ruang tertentu dengan banyak orang, serasa siswa terdakwa.
Mereka akan merasa aku telah dipersalahkan, padahal dia sendiri juga tidak tahu kesalahannya
tapi langsung mendapat kata salah.
Siswa akan merasa tertekan sama seperti ular yang  jika tak nyaman dan terancam maka dia akan mengeluarkan racunnya.

Jadi sangat alamiah,  siswa terancam maka diapun akan melawan, buas. Diam karena takut tapi di luar sana, dia akan melawan dengan caranya sendiri, mengumpat, dendam, benci, tak respon atau mogok, tidak sedikit siswa tidak suka pelajaran karena tak respon pada pengajarnya.
ya. itulah hidup yang alamiah..

Ya inilah tindakan guru yang umum dan mudah ditemukan di sekolah  tanah air sejak lama bahkan lebih farah lagi, pendidikan lama, jika guru menghukum kesalahan siswa dengan fisik. Hal ini akan membekas sangat lama dalam hati dan jiwanya.

Apa yang terjadi dengan siswa yang dipersalahkan?
Sudah pasti dia juga akan menyelahkan dirinya sendiri, minder, putus asa dan tidak jarang mengurung diri atau lepas kontrol mencari kesenangan di warnet atau tempat nongkrong lainnya.

Itu adalah fenomena nyata di dunia pendidikan tanah air.
Inilah cara yang sudah umum dan terbiasa di Indonesia.

Dengan kondisi seperti ini, apakah tujuan pendidikan akan tercapai,
Apakah sikap dan keterampilan dapat tercapai dengan suasa hati dan mental siswa yang sudah rapuh dan terperosok?

Sangat tidak mungkin.
Sehebat apapun metode pembelajaran. sebagus apapun strategi pembelajaran kalau siswanya sudah
tidak percaya diri, kalau siswanya sudah tidak percaya guru
Apakah tujuan dapat tercapai?
Tidak mungkin..


Lalu, bagaimana menyelesaikan masalah dan problema siswa pubertas?

Sesuaikan dengan karakter, ciri dan sifat remaja ABG
karena masa pubertas adalah masa yang rawan, peralihan antara anak-anak dan dewasa
yang masih labil, masih mencari identitas, masih mencoba, egois, sensitif., tidak mau dipersalahankan, gengsinya tinggi, merasa benar.
itulah ciri remaja yang umumnya membingungkan guru dan orang tua
Sehingga cara penanganan dan pendekatannyapun perlu teknis yang khusus dan penuh toleransi.

Akulah guru dan kalian adalah siswa yang harus patuh, status..?
No, itu sangat jelas membuat benteng, dinding yang tebal antara guru dan siswa

lalu..seperti apa untuk melakukan pendekatan remaja

Jadilah sahabat, jadilah teman remaja
Buatlah remaja nyaman ada di sisi kita
Masuklah pada dunia mereka

bersifat demokratis, terbuka, hargai pendapat dan keberadan mereka
Jika mereka salah, jangan langsung disalahkan, namun..
Tuntunlah mereka menemukan kesalahannya sendiri dengan metode MA
MA. ya  Mendengar Aktif sampai siswa tahu kesalahannya,  sampai tahu cara penanggulangganya sendiri. dengan bertanya bagaimana, mengapa, lalu..

Bukannya langsung difonis salah
Karena mereka juga punya hati dan nurani yang alamiah
Bersabar terhadap perubahan yang kita harapkan, tidak perlu cepat karena butuh waktu.
Terima semua kelebihan dan kekurangan remaja


Ketika kita bersama mereka, jadilah pendengar fikiran dan hati mereka

Dengarkan suara hatinya yang masih polos dan lugu.
Dengarkan jalan fikiranya yang masih berubah-rubah
Simpatilah pada permasalahan yang sedang dihadapinya.

Dengan pendekatan seperti ini sangat yakin akan muncul suatu keajaiban ya
                                                       KEAJAIBAN YANG LUAR BIASA.

Kita akan dinanti kehadirannya oleh mereka. Mereka akan  merasa nyaman dekat dengan kita
Mereka akan menunjukkan manja dan polos seperti pada orang tuanya
Mereka akan sangat peduli dan simpati pada gurunya.

Dan yang terpenting adalah mereka akan patuh, menurut dan respon dengan apa yang kita sampaikan dan harapkan.

Mereka menghormati kita bukan karena takut
Mereka menganggap kita orang tua bukan karena status dan jabatan
Tapi mereka menghormati kita karena hati, ya HATI dan EMOSI POSITIF
Mereka menghormati kita karena kasih sayang yang telah terjalin
Mereka akan menghormati kita karena kitapun menghormati mereka

Karena ingat..
Hidup ini alamiah.Menanan jagung maka tumbuh jagung
Menanam padi tumbuh padi
Maka menanam kebaikan dan kasih sayang pada siswa
Maka merekapun pasti akan membalas kasih sayang dan kebaikan bukan keburukan.


Dan jangan pernah bilang pada siswa, kalau kamu harus patuh dan hormat pada guru.
Jangan pernah menegur dan menyalahkan  siswa mengapa kamu tidak hormat pada guru

Jangan pernah katakan pada siswa mengapa kamu tidak mencariku malah mencari yang lain.
Sungguh memalukan sekali jika ada guru yang berkata demikian.

Siswa itu sangat cerdas walau mereka tidak berkata
karena hati nrani dan persaan merekalah yang  berbicara

Malah Mereka akan balik bertanya
Mengapa aku tidak mau mencarimu wahai guruku
mengapa aku tidak merindukanmu wahai guruku
Padahal  aku sangat ingin dekat denganmu, merindukan dan mencarimu,
 tapi mengapa guruku bukan yang aku cari..?
kebutuhanku adalah semua guru aku rindukan, tapi mengapa tidak.

Itulah suara hati siswa tapi mereka tidak Berkata.
hanya diam karena takut..

Mereka tidak perlu diajari itu..
Lakukan dulu oleh guru bagaimana cara menghormati orang lain.
Berikan contoh dulu oleh guru bagamana cara menyayangi orang lain
Pasti mereka akan meniru karena guru adalah tauladan.

Karena ingat pepatah I hear, I forget, Jika saya mendengar pasti lupa.
I see. I rememmeber, Jika saya lihat maka saya ingat.
dan yang lebih sempurna. I do, I understand jika saya lakukan maka saya memahami.

Ya itulah hidup yang alamiah.

Beri contoh supaya mereka melihat atau lakukanlah pada mereka agar mereka memahami arti kasih sayang,
Hormat dan taat. tidak perlu banyak bicara dan nasihat karena itu hanya akan di dengar dan pasti akan terlupakan..itu alamiah bukan?

Jadi cara mendapingi dan menggenggam hati dan jiwa siswa adalah dengan cara yang alami
Dihormati karena disayangi
Bukannya dihormati karena di takuti
hadirkan seluruh hati dengan positif,
Lihatlah seluruh potensi dan hal positifnya. Simpan dan perbaiki hal negatifnya dengan cara bijak dan penuh kasih sayang dan toleransi.

Sangat yakin, jika cara ini dilakukan maka kitapun akan mersa nyaman dan selalu gembira bersama mereka dengan ciri dan sifat khas mereka.
Kita akan selalu merindukan celotehan dan bawelan mereka sedang butuh perhatian


Tidak mustahil, jika mereka sudah dewasa kelak,
 maka mereka akan sangat merindukan dan ingat dengan kita, gurunya.
Bukankah  itu yang kita harapkan?
Mencari kawan dan saudara sebanyak-banyak

Selamat mencoba, Selamat mempraktekan strategi pendekatan pada siswa dengan cara ALAMIAH yang BIJAK penuh HATI dan KASIH SAYANG.

Agar Tujuan pembelajaran dalam sikap, keterampilan serta pengetahuan dapat tercapai.


Sekedar berbagi pengalaman

Salam penuh CINTA dan Penuh Hati Nurani

                      Mardiah Alkaf


               Padalarang, 6 Nop 2014







1 komentar:

BERSAMA MENCARI DAN BERBAGI INSPIRASI mengatakan...

Tulisan ini, hanya pengalaman saja. barangkali bisa bermanfaat namun..masih harus belajar lebih banyak, bagaimana menghadpi siswa remaja yang lebih baik lagi

Tulisan Menginspirasi

BEST PRACTISE KALISA (Katrol Lift dengan STEM) Pengalaman terbaik dalam implementasi Pembelejaran Mendalam Oleh: Mardiah SMP Negeri 3 Padala...